Category Archive Kubah Masjid

Masjid Agung Al Makmur di Kota Banda Aceh

Masjid Agung Al-Makmur

Masjid Agung Al-Makmur terdapat di Jalan Taman Ratu Syafaruddin atau Jalan Muhammad Daud Beureuh Lampriet, Kota Banda Aceh, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. persisnya di pertigaan Jalan Taman Ratu Syafaruddin, disamping taman ratu Safituddin, Banda Aceh. Masjid ini dapat langsung dikenali dari ciri uniknya dengan masjid bergaya timur tengah, yakni kubah besar dengan menara kembar di samping masjid. Masjid ini adalah hadiah dari pemerintah Oman jadi bentuk kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Semua permodalan pembangunan masjid ini langsung di tangani oleh pemerintah Oman.

Nangroe Aceh Darussalam sendiri adalah propinsi di Indonesia yang memperoleh gelar “Serambi Mekah”, sebab memang penebaran Islam di Indonesia diawali dari propinsi ini. Tidak bingung bila banyak masjid yang istimewa serta indah yang terdapat di semua daerah propinsi itu, ditambah lagi beberapa dari masjid-masjid itu yang populer “Ajaib”, sebab tidak alami rusaknya sedikitpun saat gempa serta tsunami hebat yang menempa Aceh pada tahun 2004 kemarin. Masjid-masjid yang dapat digolongkan ajaib ialah Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Baiturrahim, serta Masjid Rahmatullah. Masjid-masjid itu tidak alami rusaknya fatal walau diterjang gempa serta tsunami pada saat itu. tetapi, yang bisa menjadi bahasan kesempatan ini ialah Masjid Agung Al-Makmur, yang alami rusaknya cukup saat musibah itu berlangsung.

Masjid Agung Al Makmur

Riwayat Pembangunan Masjid Agung Al Makmur

Sebetulnya, Masjid Agung Al-Makmur Lampriet telah mulai dibuat semenjak tahun 1979, diperuntukkan jadi Masjid Agung untuk kota Banda Aceh. Tetapi, saat berlangsung gempa serta tsunami yang menempa Aceh, Nias, dan lokasi Samudera Hindia, masjid ini sudah alami rusaknya yang cukup kronis. Lalu, Pemerintah Oman terdorong hatinya untuk lalu memberikan dana untuk keseluruhan perbaikan masjid, pada akhirnya jadi masjid bergaya timur tengah dengan keunikan Kubah Besar serta Menara Kembar yang kita tahu sekarang ini.

Proses perbaikannya memerlukan waktu seputar 2 tahun, yakni diawali pada tahun 2006, usai serta diresmikan pada tahun 2008. Sesudah diresmikan, banyak yang berkemauan untuk menamai masjid ini jadi Masjid Al-Makmur Sultan Qaboos, yakni diambil dari nama Sultan Qaboos Oman. Tetapi, Sultan Qaboos Oman dengan jelas menjelaskan jika pertolongan yang diberi Tulus untuk menolong kaum muslim Aceh, serta tak perlu menyisipkan nama beliau jadi nama masjid.

Masjid Agung Al-Makmur ini telah dibangun pada tahun 1979, oleh warga Banda Aceh, dengan dana swadaya warga sendiri. Jaman dulu, daerah Banda Aceh adalah daerah jajahan belanda, bahkan juga sudah sempat pemerintahan penjajah dibangun di kota itu. Masjid ini lalu alami rusaknya hampir keseluruhan saat gempa serta tsunami berlangsung.

Interior Masjid Agung Al Makmur

Pada akhirnya, pertolongan dari pemerintah Oman juga hadir, hingga masjid ini bisa digunakan pada tahun 2008 kemarin. Sebab terletak yang begitu strategis, tidaklah heran bila masjid ini sehari-harinya tetap ramai didatangi oleh beberapa jamaah dari beberapa kelompok. Contohnya dari beberapa pekerja, pedagang, atau beberapa wisatawan yang menyengaja singgah ke masjid ini untuk melaksanakan ibadah serta beristirahat.

Jadi Masjid Agung Kota Banda Aceh, masjid ini sering dipakai jadi tempat diadakannya beberapa acara pemerintah kota, atau pemerintah propinsi Nangroe Aceh Darussalam. acara-acara itu seperti Minggu Budaya Aceh, bahkan juga yang unik , calon pemimpin / Walikota Banda Aceh ikut di test di masjid ini, dari mulai pendidikan agamanya, sampai keahlian nya membaca Al-Qur’an. Sebab satu diantara ketentuan untuk pimpin Banda Aceh ialah mempunyai pendidikan agama yang kuat.

Islamic Center Nunukan – Kalimantan Utara

Masjid Islamic Center Nunukan

Indonesia mempunyai beberapa pulau yang menyebar dari Sabang sampai Merauke. Tidak cuma itu, dimasing-masing pulau itu mempunyai ciri uniknya tertentu sampai jadi simbol tempat itu. Tidak hanya makanan, obyek wisata sebagai ciri tersendiri pada suatu kota atau pulaunya, bangunan yang menarik juga jadi simbol tertentu. Diantaranya ada di Kalimantan sisi Utara ada satu bangunan begitu istimewa jadi tempat beribadah kaum muslim. Bangunan itu bernama “Islamic Center Nunukan” atau juga dikenal dengan nama “Islamic Center Hidayatur Rahma”.

Bangunan masjid ini begitu mencolok sebab mempunyai daya tarik yang memesona berbentuk penampilan exterior massjid yang begitu indah menjulang tinggi di antara pohon bakau yang berada di tepian pantai Nunukan. Tempat ini ada di Jalan Sungai Jepun, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Kalimantan Utara. Masjid ini persisnya ada di muka kantor bupati Nunukan.

Islamic Center Nunukan adalah bangunan utama di daerah itu sekaligus juga adalah satu masjid yang bisa menyimpan sampai 800 jamaah sekaligus juga. Tidak cuma digunaan untuk melaksanakan ibadah warga seputar, tidak dikit mereka yang ada di lain tempat untuk hadir ke Masjid Islamic Center Nunukan. Tidak hanya dipakai jadi tempat melaksanakan ibadah, nyatanya masjid ini dipakai untuk tempat belajar agama lebih mendalam serta beraktivitas keagamaan lainnnya.

Masjid Islamic Center Nunukan

Riwayat Pembangunan Masjid Islamic Center Nunukan

Untuk membangun satu masjid yang istimewa diperlukan dana sebesar hmpir 300 miliar rupiah. Dana itu memakai Budget Penghasilan serta Berbelanja Wilayah (ABPD) Kalimantan Utara. Walau dana yang digunakan untuk membuat masjid ini banyak, tetapi dari hasil pembangunannya begitu mengagumkan memikat. Bahkan juga bangunan masjid ini adalah bangunan masjid termegah yang ada dalam suatu perbatasan Negara Indonesia serta Malaysia. Masjid Islamic Center Nunukan sudah berdiri kuat di atas tempat seluas 10 hektar.

Sebelumnya, Komunitas Umat Islam di Kabupaten Nunukan mempunyai kemauan untuk mempunyai serta membuat satu masjid dari sana. Lalu H. Zainudin HZ yakni seseorang bekas Sekertaris wilayah Nunukan serta Drs. Haji Abu Ubaedah yang disebut bekas Kepala Kantor pada Kementrian Agama mencetuskan inspirasi pembangunan masjid lalu minta FUI Nunukan supaya selekasnya membuat serta ajukan proposal untuk pembangunan masjid Islamic Center Nunukan. Semenjak tahun 2009 FUI telah ajukan proposal itu tetapi sebab beberapa jenis hal berlangsung karena itu proposal itu di setujui pada tahun 2013 kemarin.

Lalu pada tanggal 30 November 2015 masjid ini sah dipakai pertama-tama dengan pekerjaan Zikir serta Tabligh Besar. Meskipun pada waktu itu masjid itu belum selesai 100% tetapi jamaah yang menghadirinya banyak sekali. Disaksikan dari bangunan Masjid Islamic Center Nunukan, masjid ini mempunyai satu kubah induk dengan empat menara pendampingnya. Pada tiap menara itu ada kubah kecil yang berwarna seirama dengan kubah utama atau kubah induknya yakni berwarna putih. Bila disaksikan pada bentuk kubah induknya, kubah itu seperti kubah beton sebab kelihatan begitu kuat.

Interior Masjid Islamic Center Nunukan

Saat akan masuk masjid ini, karena itu pengunjung atau jamaah akan melalui satu tangga yang tidaklah terlalu tinggi serta jalan itu adalah jalan penting untuk masuk masjid ini. Ada angin-angin di muka tangga yang memiliki bentuk melingkar seperti kubah penting yang berada di atasnya.

Hal tersebut memberi kenyamanan serta kesejukan buat beberapa jamaah atau pengunjung. Dibagian interior masjid tidak lebih indah sebab didalamnya ada hiasan yang menarik ditambah lagi lampu gantung yang besar sekali. Tidak cuma itu, ada tulisan kaligrafi yang begitu indah di bagian dinding atas yang melingkar hingga beberapa jamaah serta pengunjung saat ada dala masjid dapt membaca tulisan Arab itu.

Sampai sekarang, Masjid Islamic Center Nunukan jadi obyek wisata religi yang tetap didatangi oleh beberapa warga sampai di luar daerah itu. Tidak cuma pengunjung, masjid ini juga tetap dipenuhi dengan beberapa jamaah yang melaksanakan beribadah shalat.

Masjid Azzawiyah Pekojan – Jakarta Barat

Masjid Azzawiyah Pekojan

Jakarta yang disebut ibukota dari negara Indonesia ialah satu kota yang selalu ramai setiap waktu. Jadi kota metropolitan dan tetap padat sehari-harinya jadikan Jakarta satu kota yang sibuk. Beberapa gedung-gedung tinggi dari mulai perkantoran, hotel sampai gedung yang lain telah jadi panorama yang biasa. Walau di Jakarta banyak diketemukan suatu yang kekinian, tetapi di kota ini masih mempunyai sentuhan islam yang kental. Diantaranya ada satu bangunan masjid yang disebut tempat untuk melaksanakan ibadah kaum muslim. masjid itu bernama masjid Azzawiyah. Tempat masjid itu ada di Jalan Pengukiran Raya Blok 2 No. 3 RT 9 RW 3, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Riwayat Berdirinya Masjid Azzawiyah

Masjid Azzawiyah ialah satu diantara bangunan masjid yang usianya telah tua tetapi tetap berdiri kuat sampai sekarang ini. Masjid yang ada di daerah Pekojan itu pertama-tama dibuat pada tahun 1812 oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas. Beliau ialah seseorang yang begitu populer dan disegani oleh warga seputar sebab adalah ulama yang datang dari Tarim, Hadramaut, Yaman. Tidak hanya adalah seseorang ulama, beliau ialah jadi tokoh yang mengenalkan kitab Fathul Mu’in atau dimaksud dengan kitab kuning yang sekarang ini jadi satu referensi untuk belajar buat beberapa santri yang tinggal dipondok pesantren. Tetapi tidak semua ponpes yang menggunakan kitab kuning itu akan tetapi ponpes tradisionil yang masih dipakai jadi bahan referensi dalam pelajari agama islam lebih dalam.

Masjid Azzawiyah

Habib Ahmad bin Hamzah Alatas nyatanya seseorang guru dari Habib Abdullah bin Muhsin Alatas. Beliau sendiri ialah seseorang ulama besar yang populer serta menebarkan ajaran islam dan berdakah di wilayah Bogor. Sesudah Habib Ahmad bin Hamzah Alatas usai membuat masjid Azzawiyah, masjid itu tidak cuma digunakan jadi tempat melaksanakan ibadah saja. Tetapi beberapa tempat untuk mengadakan pendidikan islam. Saat ini masjid Azzawiyah diurus oleh Yayasan Wakaf Al-Habib bin Hamzah Alatas. Sebab tetap dirawat dengan baik, sampai sekarang ini juga bangunan masjid itu tetap berdiri kuat serta dipakai oleh beberapa jamaah tiap hari.

Bila ingin berkunjung ke Masjid Azzawiyah, bangunan masjid itu berdiri tidak jauh dari jalan Pekojan kecil. Sebelumnya dibangun masjid itu hanya satu mushola kecil. Lalu mushola itu diwakafkan sampai sekarang ini lalu jadi satu bangunan masjid. Pekojan sendiri populer dengan Kampng Arab walau sebelumnya ditempati oleh muslim India. Saat ini di Pekojan ada 4 masjid Jami’ serta 26 mushola yang sebagian dari mushola serta masjid itu sudah ada semenjak jaman kolonial sebelumnya.

Bangunan Masjid Yang Minimalis

Dilihat dari bangunan masjidnya, masjid Azzawiyah bukan satu bangunan masjid yang kekinian dan tidak elegan serta istimewa. Bangunan masjid itu kelihatan begitu simpel dengan dinding masjidnya yang berwarna putih. Sebelum masuk Masjid Azzawiyah, beberapa jamaah atau pengunjung akan melalui pagar dari besi serta sebelum pintu masuk ada tulisan dengan memakai bahasa Indonesia menjelaskan dari nama Masjid Azzawiyah. Masjid itu tidak lah besar dan tidak kelihatan kubah yang ukurannya besar yang umumnya berada di atap masjid. Tapi di masjid itu ada kubah-kubah kecil di atap ujung masjid.

Walau kelihatan simpel, tetapi masjid Azzawiyah tetap didatangi oleh beberapa jamaah untuk melakukan beribadah shalat. Beberapa jamaah akan makin bertambah saat hari Jum’at serta saat ke-2 Hari Raya Besar datang serta saat bulan suci Ramadhan hadir. Khususnya beberapa jamaah yang disebut muslim keturunan Arab tetap melakukan beribadah di masjid Azzawiyah.

Masjid Besar dan Megah di Vatikan

Masjid Roma di Vatikan

Roma mayoritas memeluk agama katolik dengan banyaknya gereja yang ada di setiap kota bahkan setiap pemukiman, namun di negara tersebut juga banyak penduduk yang memeluk agama silam. Banyaknya gereja di kota Roma membuat anda akan terkagum melihat tempat ibadah umat islam yang ada di Roma terlihat sangat megah, yang berada di Moschea, Roma atau sering dikenal sebagai Masjid Roma.

Masjid yang dibangun diatas lahan seluas 30.000 M² yang begitu megah, tepat tahun 1995 masjid ini diresmikan untuk dana pendirian masjid ini dari donasi 23 negara termasuk Indonesia. Untuk donasi yang paling banyak dari Raja Faisal sebesar US$ 50 juta menyediakan sarana ibadah dan tempat belajar bagi umat islam yang ada di Italia. Meskipun umat islam di Italia tidak begitu banyak namun saat ini sudah berkembang dan semakin bertambah.

Meski jamaah tidak seperti kota islam yang lainnya, akan tetapi Masjid Roma menjadi salah satu tempat ibadah umat islam terbesar yang ada di Eropa. Tidak hanya itu memiliki fasilitas yang lengkap dengan sarana teknologi yang sudah canggih. Konstruksi bangunan tidak diragukan lagi karena arsitek dari Eropa terkenal dengan kekokohannya, masjid Roma terbagi menjadi dua lantai, lantai kedua hanya digunakan untuk sholat Jum’at dan Shalat Ied saja, kapasitas lantai kedua tersebut mampu menampung 3.000 jamaah.

Sedangkan untuk lantai satu masjid ini hanya cukup untuk 100 jamaah saja, fungisnya untuk jamaah setiap hari datang untuk beribadah. Sejarah pembangunan masjid Roma memang luar biasa, karena lama pembangunannya hingga 20 tahun yang menghasilkan bangunan sangat megah dan mewah.

Salah satu masjid di Vatikan jaman masa diktator Benito Mussolini yang memerintah dari tahun 1922-1943, perjuangan umat islam di Roma tidak mudah banyak yang tidak setuju bahkan ditentang hukum internasional Vatikan, hingga muncul sebuah kebijakan dari penguasa Italia saat itu “tidak akan ada dibangun masjid di Roma, kecuali dibangun gereja di Makkah”.

Perjuangan tersebut mendapatkan dukungan dari 23 negara yang menginginkan pendirian masjid di Vatikan sebagai tempat suci bagi umat islam Eropa, perjuangan seluruh umat islam dunia tahun 1975 dalam pendirian masjid Roma diabadikan di dalam plakat terbuat dari marmer putih. Hingga membutuhkan waktu yang sangat lama proses pembangunannya, tahun 1995 sudah terbentuk bangunan kotak hanya sebagai syarat terbangunnya tempat suci di Vatikan bagi umat islam. Besarnya bangunan tersebut lima kali dari pada besarnya kubah sebagai pelengkap budaya islam, agar tidak menyerap panas matahari bangunan tersebut dipilih warna abu-abu yang mampu menahan panas.

Masjid Roma Vatikan

Bangunan yang megah dibawah arsitek Paolo Portoghesi asli penduduk Italia dengan luas tanah sekitar 30.000 M² memadukan budaya Roma dan Islam, memang sangat unik dan jarang dijumpai di negara lainnya. Pada saat anda memasuki ruang utama maka anda diarahkan ke selasar sebagai jalur utamanya dengan ukuran panjang mencapai 15 M sebagai penghubung bagian dalam dan luar dari indahnya tata ruang masjid Roma, anda baru akan tersadar bangunan ini megah setelah anda menaiki tanggah kurang lebih 2.5 meter. Anda akan merasakan setuhan bangunan pada masa Romawi Kuno.

Interior Masjid Roma

Setelah anda masuk ke ruangan utama yang penuh hiasan sangat indah anda juga menikmati karya seni dengan kualitas dunia yang dipadu seni islam dari berbagai negara. Banyakyna pilar yang ada didalam ruangan menjadikan masjid di Vatikan ini salah satu masjid terindah di dunia hiasan berupa pohon kurma dengan pelepah yang terlihat menjulur daunnnya yang rindah. Disusun rapi sebagai kanopi berfungsi sebagai pelindung saat dibawahnya dari sengatan sinar matahari.

Lebih indahnya lagi dari rangkaian daun kurma tersebut sebagai kubah yang indah dan besar terispirasi dari seni bangunan Roawi Kuno, bahkan banyak yang mengatakan seni dari dedaunan kurma tersebut seperti tangan menengadah memohon atau sedang berdoa. Ketika anda datang dimalam hari maka deduanan kurma tersebut akan semakin indah karena disinari cahaya dari lampu yang tergantung ditengah kubah menggunakan bahan tembaga kuning dengan pantulan cahaya yang elegan membentuk nilai-nilai seni yang tinggi keseluruh masjid.

Jangan heran ketika anda memijakkan kaki di karpet yang terbentang panjang dan luas sangat lembut dan bahkan anda akan segan untuk memijaknya, karpet masjid Roma menggunakan bahan dari sutera yang lembut.

Portoghesi juga memberikan sentuhan yang sangat menarik dari sisi pencahayaan masjid yang membangun spiritual jamaah agar lebih khusuk dalam beribadah namun ada sisi yang sangat indah yang akan membuat anda terkadang seperti di negeri dongeng. Nah ini yang tidak dimiliki masjid yang lainnya karena mampu mewakili tujuan jamaah yang menginginkan kelembutan dan ketenangan hati saat berada dalam masjid.

Interior Masjid Roma Vatikan

Cahaya kubah yang mampu menembus jendela-jendela yang berbentuk persegi panjang dan mampu menyinari 386 bukaan pada masjid tersebut terasa semakin lembut suasana yang ada dalam masjid. Khusus untuk ruang jamaah sholat menggunakan lampu yang melingkar dan pantulan cahayanya menuju ke langit-langit masjid sebagai wujud dari keinginan jamaah yang wajib mengingat sang penciptanya.

Kombinasi Islam Klasik dan Gotik

Perpaduan dari gaya seni islam klasik dan Gotik dengan pilar yang berjumlah 186 untuk sisi luarnya dan 32 untuk sisi dalam masjid. Sedangkan lantai dari masjid dikombinasi berbagai warna dengan motif geometris yang membentuk bintang dari bahan batu alam, marmer dan batu bata asli ciri khas Roma. Seni islam yang sangat kental di ornamen masjid ini yakni bangunan menara yang mengusung konsep budaya Arab berbentuk seperti pohon palem. Orang yang melihat akan memiliki dua presepsi akan menara tersebut karena bisa terlihat seperti tugu selamat datang masuk kota Roma, sang arsitek sengaja membuat dua konsep dasar pembangunan masjid tersebut agar tidak menyimpang dari nilai leluhur dan rasional.

Sedangkan sisi luar dari masjid di Vatikan ini dipenuhi taman-taman dengan air mancur sebagai penyejuk jamaah yang ingin menikmati bangunan masjid dari luar, dengan ditanami pohon cemara, palem dan sejumlah pohon lain agar semakin sejuk daerah sekitar masjid, seperti “orang islam yang akan menyejukkan bagi kaum lainnya”. Semakin indah jalan setapak yang dibangun didalam taman untuk jamaah yang ingin berkeliling dilingkungan taman menghirup udara yang segar.

Bagian luar dari Masjid Roma membentuk garis horizontal, terdapat dua garis menumpuk sebagai akomodasi berbagai sisi lengkungan kubah serta halam yang terbentang penghubung kubah dengan bangunan masjid. Teknik arsitek ini sebagai ciri khas dari bangunan Roma yang elegan dan saat ini masjid Roma masuk dalam lokasi wisata resmi di Roma. Dari data pengunjung yang datang dalam dua hari bisa mencapai 2000 wisatawan yang datang mengunjungi situs tersebut. Semoga artikel ini menambah pengetahuan anda dan bermanfaat. Jazakumullah khairan.

Masjid Telok Manok – Masjid Tertua di Thailand

Masjid Telok Manok di Thailand

Di Negara Thailand, persisnya di propinsi Narathiiwat yang disebut satu dari empat propinsi yang ada di daerah selatan Thailand, berdirilah satu masjid dengan bahan baku kayu yang telah berusia lebih dari 300 tahun. Masjid itu dimaksud dengan masjid “Telok Manok” atau dikenal juga dengan nama masjid “Taloh Manoh”, masjid “Wadi Hussein”, masjid “Talo Mano”, serta masjid “Al-Hussein”.

Menurut riwayat yang tersebar di masyarakat, Masjid Telok Manok telah berdiri semenjak tahun 1768, serta membuatnya jadi masjid paling tua di Thailand sampai sekarang ini. Nama “Telok Manok” sendiri diadopsi dari nama desa tempat dibuatnya masjid ini, satu desa kecil yang terdapat kira-kira 25 km dari ibukota propinsi Narathiwat.

Sedang nama “Al-Hussein” diadopsi dari ulama yang sudah sebarkan agama islam saat itu didaerah desa Telok Manok. Beliau disebutkan jadi pendiri masjid dengan bahan baku kayu itu.

Masjid Telok Manok

Riwayat Pendirian Masjid Telok Manok

Warga seputar meyakini jika masjid ini sudah dibuat pada tahun 1768 di penghujung waktu kekuasaan kesultanan “Patani”. Untuk siapa pendirinya memang masih butuh dikaji selanjutnya, sebab sampai sekarang ini beberapa periset belum dapat memastikan siapa pendiri masjid itu. Tetapi, warga seputar meyakini jika ulama yang bernama Wan Hussein Az-Sanawi atau Al-Hussein ialah pendiri atau perenovasi masjid itu pada tahun 1960-an. Ditambah lagi, beberapa sejarawan dari sana sudah setuju jika Al-Hussein memang jadi pendiri masjid itu, disaksikan dari riwayat jika beliau sudah mempunyai andil besar dalam penyebaran agama islam dari sana.

Didekat Masjid Telok Manok ada satu sungai dengan air yang begitu jernih serta konon dipakai jadi tempat berwudhu oleh jamaah Al-Hussein pada jaman dulu. Sampai sekarang, masjid Telok Manok masih digunakan secara baik jadi tempat beribadah walau usianya sangatlah tua. Bahkan juga, perbaikan keseluruhan juga tidak dikerjakan oleh masyarakat seputar, untuk menjaga nilai riwayat yang dimili masjid ini.

Sedang untuk arsitekturnya, masjid ini mempunyai kombinasi di antara style arsitektur Thai, China, serta Melayu. Ada ukiran-ukiran serupa bunga pada tiap pintu-pintu kayu, jendela, ventilasi, atap, dan mimbarnya.

Akses jalan untuk ke arah masjid ini begitu sempit dengan jalan naik. Sedang bangunan penting masjid terbagi dalam 2 bangunan yang jadikan satu yang keseluruhannya dibuat seperti rumah panggung / rumah tradisionil tradisi melayu. Umumnya design rumah panggung itu mempunyai arah untuk menghindarkan binatang buas dan menghindarkan kebanjiran karena iklim yang lembab dari sana.

Langkah pembangunan masjid ini termasuk unik, sebab serupa dengan teknik pembangunan rumah kayu di tanah jawa dengan skema tanpa ada paku besi, cuma memakai skema interloking di antara satu kayu dengan yang lain. Beberapa hiasan ukiran ikut juga menghiasi bangunan kayu itu, dari mulai ukiran tumbuh-tumbuhan, daun, sulur sulum, ukiran bunga dan ukiran-ukiran dengan budaya China. Bahkan juga ukiran itu ada pada kayu tiang penopang atap, dan kayu interlocking di bagian bawah atap.

Perbaikan yang berlangsung pada Masjid Telok Manok ini cuma pada Atapnya, yang sebelumnya menggunakan daun palm, jadi genteng bikinan lokal dalam style patani. Bentuk yang paling unik dapat dilihat dari atap masjid, sebab mempunyai 2 atap yang sama-sama bertumpang tindih, atap kecil di atas atap penting adalah cerminan dari atap penting. Diluar itu, dimuka bagian atas atap masjid dibuat satu menara kecil jadi alat untuk mengumandangkan adzan.

Walau cuma memiliki bahan baku kayu, tetapi bangunan itu bisa bertahan sampai beberapa ratus tahun, serta masih mempunyai nilai riwayat serta estetika sendiri. Oleh karenanya, warga tidak melakukan renovasi keseluruhan masjid Telok Manok di bagian tidak hanya atapnya.

Masjid Al Ikhsan – Masjid Islamic Center di Kota Bangkinang Riau

Masjid Al Ikhsan Kota Bangkinang

Warga Kota Bangkinang yang terdapat di Kabupaten Kampar, Propinsi Riau pantas berbangga dengan kedatangan Masjid Al-Ikhsan di wilayahnya. Masalahnya masjid yang terdapat di kompleks Islamic Center ini adalah simbol yang makin menguatkan citra Kampar jadi Serambi Mekah Riau.

Situasi religius benar-benar sangat kuat di kabupaten yang berjuluk Bumi Sarimadu ini. Tidak hanya sebagian besar penduduknya yang beragama Islam, simbolisasi sehari-harinya masyarakat juga memperingatkan pada situasi kota Mekah. Di kota ini, baju muslim jadi baju keseharian.

Tempati area seluas 1,5 hektar, bangunan masjid yang bergaya seni arsitektur Timur Tengah ini kelihatan begitu istimewa serta indah dari beberapa pojok. Kubahnya yang berwarna keemasan jadikan masjid ini jadi fokus perhatian.

Tempat Islamic Center di jalan raya yang menyambungkan dua propinsi, Riau serta Sumatra Barat, membuat Masjid Al-lkhsan seolah-olah jadi penyambut pendatang di Propinsi Riau.

Masjid Al Ihsan

Keunikan Kubah Masjid Al Ikhsan

Supremasi warna cokelat yang lembut di tubuh bangunan serta warna tembaga pada kubah yang berupa buah salak membuat masjid jadi begitu indah serta berkesan ramah.

Kesan-kesan ini ada dari pengaturan taman yang diperlengkapi air mancur serta gazebo di seputar masjid. Kehadiran Islamic Center serta Masjid Al-lkhsan, yang oleh beberapa warga dimaksud Markaz Islami itu memang digunakan sebagai taman kota. Keceriaan warga Bangkinang jadi panorama keseharian disana.

Masuk ruang masjid, sesudah dipanggil oleh taman yang indah, pengunjung akan melalui satu koridor panjang dengan tiang-tiang batu sebelum masuk pintu utama. Koridor ini melambangkan satu perjalanan panjang sebelum ke arah inti Illahi.

Melalui pintu utama akan kelihatan bentangan luas ruangan utama masjid. Pandangan akan langsung ke arah sisi mihrab. Mihrab terdapat dikit tambah tinggi dibanding lantai ruang serta diperlengkapi mimbar terbuka untuk tempat khatib berkhotbah.

Islamic Center Bangkinang

Sisi dalam kubah yang berbentuk ceruk besar membuat situasi dalam masjid berasa sejuk serta istimewa. Empat buah tiang penyangga yang bergaris tengah lumayan besar dengan aksen ukiran meningkatkan nuansa elegan di ruangan itu.

Keseluruhannya, keindahan serta keelokan yang dipertunjukkan, baik dibagian luar atau dalam bangunan masjid, jadikan masjid ini begitu wajar dikukuhkan jadi satu diantara tujuan wisata religi di Propinsi Riau.

Masjid Agung Al Falah – Masjid Seribu Tiang di Jambi

Masjid Agung Al Falah

Masjid Agung Al Falah adalah yang paling besar di Propinsi Jambi. Sesaat banyak masjid tampilkan keindahan lewat bentuk bangunan istimewa dengan beberapa detil ornament jadi penghias, daya tarik paling besar Masjid Agung Al Falah malah pada bagian kesederhanaannya.

Bila dilihat selintas, bangunan masjid ini hanya seperti satu pendopo terbuka dengan beberapa tiang penyangga serta satu kubah besar di atasnya. Bentuk bangunan dengan ide keterbukaan tanpa ada sekat semacam ini membuahkan kesan-kesan ramah.

Jumlahnya tiang jadi ciri spesial sampai membuat diketahui jadi Masjid 1.000 Tiang. Sebetulnya jumlahnya tiang tidaklah sampai seribu buah tetapi cuma 232. Tiang-tiang ini dipakai jadi susunan konstruksi tahan gempa.

Bentuk tiang juga bermacam. Di luar kelihatan seperti biasanya tiang biasa serta berwarna putih polos. Tetapi, waktu masuk sisi tengah masjid akan kelihatan barisan 40 tiang bergaris tengah semakin besar dibanding tiang di luar. Sisi bawah tiang ditengah-tengah ini dihiasi ornament ukiran kayu. Anggota badan tiang terbuat dari tembaga kuningan yang dihadirkan dari Jepara, Jawa Tengah.

Masjid Agung Al Falah - Masjid Seribu Tiang

Keindahan Masjid Agung Al Falah

Keindahan sisi dalam masjid makin kelihatan dari bentuk mihrab yang terdapat pada dinding sisi barat yang disebut hanya satu dinding di masjid ini. Mihrab dihiasi ukiran serta kaligrafi dari kuningan serta tembaga.

Disamping kanan mihrab ada kaligrafi tertulis asma Allah SWT, sedang di kirinya tercatat kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Diluar itu, di samping kanan serta kiri mihrab ada dinding berhiaskan ukiran. Di tengahnya tercatat beberapa nama khulafaurrasyidin (empat khalifah), yaitu Abu Bakar Ash Sidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, serta Ali bin Abi Thalib.

Kubah besar yang cuma disapu cat putih di luar nyatanya mempunyai surprise bila dilihat dari dalam. Sisi dalam kubah ini dihiasi aksen hiasan geometris dengan bermacam warna, putih, hijau muda, hijau tua, merah muda, serta biru. Kubah ini makin indah adanya kaligrafi terbuat dari kaca yang tertulis beberapa nama Allah.

Interior Masjid Agung Al Falah

Pemberian nama Al-Falah yang bermakna kemenangan pada masjid yang tampilkan banyak surprise dibagian dalam ini bukan tanpa ada fakta. Dari sisi Islami, Al-Falah berarti jika kehidupan manusia di dunia sebaiknya meraih kemenangan dengan mempertebal keimanan serta ketakwaan, Mengenai dari tinjauan riwayat, masjid ini berada di Tanah Pilih Seseko Betuah, yakni tanah punya Kerajaan Melayu Jambi yang pada tahun 1855 dikuasai oleh pemerintah Belanda (Benteng Belanda). Tetapi, karena perjuangan yang gigih, pada akhirnya tempat itu bisa dikuasai oleh pemerintah Melayu Jambi.

Masjid Ar Raisiyah Kota Mataram Nusa Tenggara Barat

Masjid Ar Raisiyah Mataram

Desa Sekarbela, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, tahun 1400 M. Di beberapa tahun itu kerajaan yang berkuasa ialah Kerajaan Hindu, yang disebut cabang dari kerajaan Karang Agung Bali, dengan rajanya bernama Anak Agung. Pada saat pertengahan kekuasaan Anak Agung hadir seseorang penebar agama Islam, seseorang waliyullah ke Sekarbela.

Siapa nama penebar Islam itu, warga Sekarbela belum kenal namanya dengan jelas. Tapi, mereka cuma menyebutkan dengan panggilan Tuan Guru Sekarbela, dibanding kenal nama aslinya. Jadi satu warga yang dikuasai Kerajaan Hindu, Tuan Guru sering tertarik untuk selalu sebarkan agama Islam. Ditambah lagi waktu itu Tuan Guru mengerti benar jika disana mulai tumbuh penganut Islam.

Dengan penuh kepercayaan, Tuan Guru mulai mendatangi beberapa masyarakat pinggir serta nyatanya mendapatkan sambutan baik. Sebab kearifan serta takzimnya, dia juga disukai pengikut-pengikutnya. Karenanya, jamaahnya tidak saja ada di Sekarbela, tetapi ada di tetangga desa yang tidak jauh dari Sekarbela. Seperti Sesela, Pagutan, serta beberapa tempat di daerah Lombok.

Masjid Ar Raisiyah Lombok Barat

Awal Masuk Agama Islam di Kota Mataram

Lihat semakin hari berasa semakin bertambah saja pemeluk agama Islam, Tuan Guru terpanggil hatinya untuk membangun satu masjid kecil yang atapnya terbuat dari alang-alang dengan empat buah tiang. Letak masjid tidak di desa Sekarbela, tapi di desa Pagutan.

Saat beberapa pemeluk Islam rasakan begitu senangnya mempunyai satu masjid, mereka juga punya niat untuk bikin acara syukuran. Mereka setuju untuk mengundang Tuan Guru, jadi orang yang mempunyai ide membangun masjid. Untuk pastikan apa Tuan Guru ingin ada dalam acara itu karena itu diutuslah seorang untuk menjemputnya.

Saat si penjemput masih ditengah-tengah jalan, dia lihat Tuan Guru ada di tengahnya grup orang yang sedang membuat Gocekan (sabung ayam). Lihat insiden yang sangat aneh ini, si penjemput langsung kembali pada Pagutan. Tapi, yang diadukan lalu memang cukup lain hingga muncul intrik serta fitnah mengenai Tuan Guru.

Sebab jumlahnya keanehan yang didengar oleh Raja Anak Agung, ia begitu cemas bahkan juga takut untuk berkompetisi. Karena itu, raja mengutus kaki tangannya untuk membunuh Tuan Guru Sekarbela. Atas panduan seorang yang tidak simpati, Tuan Guru bisa diamankan serta dibawa ke satu tempat bernama Padadang Reak, Kuranji. Disini Tuan Guru pada akhirnya dibunuh oleh kaki tangan Raja Anak Agung.

Dengan terbunuhnya Tuan Guru, beberapa pengikutnya menuntut pertanggungjawaban dari Anak Agung, yang pada akhirnya mendapatkan perlawanan dari pihak tentara Kerajaan Anak Agung, yang menyebabkan dibakarnya masjid itu. Serta, meletuslah konflik serta peperangan yang banyak mengonsumsi korban. Peperangan itu diketahui dengan panggilan Perang Congah.

Lihat masjid hanya satu telah dibumi hanguskan oleh prajurit Anak Agung, seseorang tokoh warga yang sangat disegani, Tuan Guru H. Mohammad Toha, terketuk hatinya untuk membuat kembali masjid yang dibakar itu.

Namun, jumlahnya pemeluk agama Islam tiap tahunnya bertambah karena itu bangunan masjid tidak dapat menyimpan jamaah. Lihat kenyataan itu karena itu Tuan Guru H. Mohammad Rais pelanjut kepemimpinan H. Mohammad Toha mengusulkan untuk memperluas bangunan masjid.

Jadi tokoh warga serta tokoh Islam, ditambah lagi ilmunya tinggi, ia begitu disegani warga Lombok. Atas ide H. Mohammad Rais yang lahir tahun 1867 masjid itu sukses diperbaiki. Seperginya H. Mohammad Rais, kepengurusan masjid dipegang oleh warga, yakni penghulu Haji Idhar.

Lihat layanan Tuan Guru Mohammad Rais untuk melestarikan namanya, warga merubah nama masjid itu jadi Masjid ar- Raisiyah, yang diambil dari induk kata Rais.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin Kota Banjarmasin

Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Berdiri istimewa dengan menara yang menjulang tinggi pas di jantung kota, Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah satu diantara landmark kota Banjarmasin. Masjid ini dipakai jadi fasilitas peribadahan serta pusat syiar Islam disana.

Masjid yang namanya adalah penghormatan pada ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary (alm) itu dibuat diatas tanah luas sisa asrama tentara Tatas. Pada masa kolonialisme Belanda, tempat ini diketahui dengan Fort Tatas atau Benteng Tatas.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Keunikan Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Keseluruhannya bentuk masjid termasuk unik dengan peletakan kubah yang berupa bundar pipih diatas bangunan berupa geometris kotak persegi panjang. Di sekitar bangunan ada empat menara kecil, semasing setinggi 21 meter serta satu menara utama setinggi 45 meter.

Style arsitektur Timur Tengah yang diadopsi masjid ini kelihatan dari komponen hias kaligrafi yang diukir pada bahan tembaga berwarna gelap tertulis ayat-ayat Al-Quran serta Asma’ul Husna yang dicatat dalam style Naski, Diwani, Riqah, Tsulus, serta Kufik, makin meningkatkan nilai estetis untuk tingkatkan pujian pada Yang Maha kuasa.

Selain itu, motif ciri khas Kalimantan yang berupa tumbuh – tumbuhan dipakai. Tidak hanya memberi kesan-kesan hidup serta dinamis, motif ini ditujukan untuk menghindarkan relief jadi gambar pemujaan seperti yang banyak berlangsung pada motif bergambar manusia serta hewan.

Kemegahan Kubah Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Pemakaian kubah besar, tiang- tiang kuat, dan dinding tebal serta padat di masjid sering memberi nuansa yang berat serta kadang berasa mendesak. Oleh karena itu diberi keseimbangan berbentuk bentuk kerawang pada pintu-pintu serta dinding. Bentuk kerawang ini memberi situasi “ringan” yang diakibatkan dari karakter tembus pandangnya.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Pemakaian komponen untuk memunculkan rasa mudah kelihatan pada lampu hias dibagian dalam ruangan utama. Lampu hias terbagi dalam 17 buah unit gantungan dengan beberapa ribu bola kaca tersusun dalam lingkaran bergaris tengah 9 meter.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin memang diperuntukkan jadi pusat pekerjaan sosial serta keagamaan warga Banjarmasin. Tidak bingung jika di kompleks masjid itu pun ada Taman Maskot serta Siring Sungai Martapura yang merupakan tempat wisata.

Masjid diperlengkapi dengan fasilitas pendidikan Sekolah Islam Sab’a Muhtadin yang diinginkan akan mencetak generasi penerus bangsa Sanz pintar serta masih dalam koridor religiusitas.

Masjid Agung Palembang – Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang

Masjid Agung pada awalnya dimaksud Masjid Sultan. Peletakan batu pertama pada tahun 1738, serta peresmiannya di hari Senen tanggal 28 Jumadil Awal 115 H atau 26 Mei 1748. Masjid Agung dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang diketahui juga dengan Jayo Wikramo (tahun 1724-1758).

Masjid Agung Palembang sisi dari peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam, serta jadi satu diantara masjid paling tua di Kota Palembang. Masjid ini ada di utara Istana Kesultanan Palembang, di belakang Benteng Kuto Besak yang bersisihan dengan saluran sungai Musi. Dengan administratif, ada di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, pas di pertemuan Jalan Merdeka serta Jalan Sudirman, pusat Kota Palembang.

Masjid Agung Palembang mulai dibuat pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. Pembangunan berjalan sepanjang 10 tahun serta sah dipakai jadi tempat peribadatan kaum muslim Palembang pada tanggal 28 Jumadil Awal 1161 H atau 26 Mei 1748 M.

Masjid Agung 1753 awalannya masjid ini bernama Masjid Sultan, serta belum mempunyai menara. Bentuk masjid hampir bujursangkar, mempunyai ukuran 30 x 36 meter. Dengan luas sampai 1080 meter persegi. Konon, Masjid Sultan adalah masjid paling besar di nusantara yang dapat menyimpan 1200 jama’ah.

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang

Arsitektur Masjid Agung Palembang

Masjid Sultan direncanakan oleh seseorang arsitek dari Eropa. Ide bangunan masjid menggabungkan kekhasan arsitektur Nusantara, Eropa serta Cina. Style ciri khas arsitektur Nusantara ialah skema susunan bangunan penting berundak tiga dengan puncaknya berupa limas. Undakan ke-3 sebagai pucuk masjid atau mustaka mempunyai tahap berukiran bunga tropis. Di bagian ujung mustaka ada mustika berpola bunga merekah. Bentuk undakan bangunan masjid dikuasai bangunan basic candi Hindu-Jawa, yang lalu diserap Masjid Agung Demak.

Atap masjid berupa limas, terbagi dalam tiga tingkat. Di bagian atas bagian limas atap ada jurai daun simbar mirip sundul kambing yang melengkung. Tiap bagian limas mempunyai 13 jurai. Bentuk jurai melengkung serta lancip. Rupa ini adalah bentuk atap kelenteng Cina. Keunikan arsitektur Eropa ada pada rupa jendela masjid yang besar serta tinggi. Pilar masjid memiliki ukuran besar serta memberikan kesan-kesan kuat. Material bangunan seperti marmer serta kaca di import langsung dari Eropa.

Pembangunan Menara Masjid

Pada saat pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (waktu pemerintahan 1758–1774) menara masjid dibuat. Tempat menara masjid terpisah dari bangunan penting, serta ada dibagian barat. Skema menara masjid berupa sisi enam setinggi 20 mtr.. Rupa menara masjid mirip menara kelenteng. Bentuk atap menara melengkung di bagian ujungnya, serta beratap genteng. Menara masjid mempunyai teras berpagar yang melingkari bangunan menara

Pemugaran serta Perbaikan Masjid Agung Palembang

Pada tahun 1819 serta 1821 dikerjakan pemugaran masjid karena peperangan besar yang berjalan sepanjang lima hari beruntun. Perbaikan masjid dikerjakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Atap genteng menara masjid diganti atap sirap. Tinggi menara ditambah lagi adanya teras melingkar.

Umur satu era Masjid Sultan, yaitu pada tahun 1848, dikerjakan pelebaran bangunan oleh pemerintah Hindia Belanda. Style tradisionil Gerbang Penting masjid dirubah jadi Doric model. Pada tahun 1879, serambi Gerbang Penting masjid diperluas dengan penambahan tiang beton bundar. Rupa serambi Gerbang Penting mirip pendopo, tetapi bergaya kolonial.

Masjid Agung Palembang

Pelebaran pertama Masjid Sultan dikerjakan pada tahun 1897 oleh Pangeran Nata Agama Karta Manggala Mustofa Ibnu Raden Kamaluddin. Tempat yang jadikan area lokasi masjid adalah wakaf dari Sayyid Umar bin Muhammad Assegaf Althoha serta Sayyid Achmad bin Syech Shahab. Lalu nama Masjid Sultan dirubah jadi Masjid Agung.

Perbaikan serta pelebaran masjid dikerjakan kembali ke tahun 1893. Pada tahun 1916 bangunan menara masjid disempurnakan. Lalu pada tahun 1930, dikerjakan pergantian susunan pilar masjid. Yaitu meningkatkan jarak pilar dengan atap jadi 4 meter.

Pada kurun tahun 1966-1969 dibuat lantai ke-2. Luas mesjid jadi 5.520 meter persegi dengan daya tampung 7.750 jama’ah. Pada tanggal 22 Januari 1970 diawali pembangunan menara baru yang disponsori oleh Pertamina. Menara baru ini setinggi 45 meter, mengikuti menara asli bergaya Cina. Perbaikan Masjid Agung diresmikan pada tanggal 1 Februari 1971.

Semenjak tahun 2000, Masjid Agung dikerjakan perbaikan kembali, serta usai pada tanggal 16 Juni 2003 bersamaan dengan peresmiannya oleh Presiden RI Hj. Megawati Soekarno Putri. Masjid Agung Palembang yang istimewa serta berdiri kuat sekarang dapat menyimpan 9000 jama’ah.

Gratis Konsultasi 08122229385