Category Archive Kubah Masjid

Masjid Taj Mahal di India

Masjid Taj Mahal

Nama Taj Mahal sangatlah popular sampai seluruh dunia. Taj Mahal sendiri adalah satu komplek yang begitu luas serta terbagi dalam beberapa bangunan, seperti pada bagian timur ada satu istana Kesultanan Mughl, di samping barat ada masjid yang demikian megah serta bangunan Taj Mahal tersebut. Ke-3 bangunan itu dibuat dengan simetris yang tempatnya berdekatan dari bangunan satu dengan bangunan yang lain. Tidak cuma bangunan itu, di masing-masing bangunan ada pelataran serta taman yang demikian luas. Saat pertama-tama berkunjung ke Taj Mahal mungkin sedikit akan memusingkan sebab bangunan masjid serta bangunan istana peristirahatan adalah dua bangunan yang begitu persis serta susah bila memperbedakan ke-2 bangunan itu di luar.

Masjid Taj Mahal ada disamping barat bangunan mausoleum Taj Mahal serta bangunan itu hindari mengarah makam sebab hal tersebut dilarang dalam agama islam. Masjid megah ini dibangun dengan kombinasi seni ciri khas Dinasti Mughal, Persia serta arsitektural islam. Keindahan masjid Taj Mahal mengundang beberapa wisatawan lokal sampai luar negeri untuk hadir nikmati keindahan bangunan megah ini ditambah lagi terdapatnya sungai Yamuna yang makin percantik bangunan masjid Taj Mahal.

Masjid Taj Mahal India

Keelokan masjid Taj Mahal tidak terlepas dari riwayat yang terukir di India. Majid yang dibuat pada tahun 1632 serta usai pada tahun 1652, adalah satu project besar serta memperkerjakan beberapa ribu pekerja bangunan serta beberapa pekerja seni yang mengatasi pembuatan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an, Asmaul Husna sampai ukiran ornament bercorak islami yang menghiasi hampir semua bagunan. Arsitektur masjid Taj Mahal ialah Isa Muhammed yang menggenggam fungsi penting dalam pembangunan masjid.

Riwayat Pembangunan Masjid Taj Mahal

Pembangunan masjid Taj Mahal hampir bertepatan dengan Maosoleum Taj Mahal. Pada tahun 1631 Seseorang ratu yang bernama Ratu Mumtaz Mahal wafat lantas jenazahnya sesaat waktu disemayamkan di ruang seputar bagian tembok Taj Mahal. Makam itu tampak karenanya ada sinyal batu pualam ditinggikan yang memiliki ukuran sama juga dengan makam itu. Serta pada tahun yang juga sama kopleks Taj Mahal mulai dibuat pun selesai pada tahun 1648, sekejap sesudah itu jenazah Ratu Mmtaz Mahal dipindahkan ke Taj Mahal.

UNESCO bahkan juga sampai memberikan hadiah titel Permata Islam pada bangunan Tajmahal, atas animo pada keindahan bangunan, dan warisan kuno, yang dilihat pada tahun1983.

Arsitektur Bangunan Masjid Taj Mahal

Arsitektur masjid Taj Mahal begitu megah walau bahan bangunannya memakai batu pasir merah. Masjid itu diperlengkapi dengan empat menara di semasing pelosok masjid yang mempunyai bentuk sisi delapan dengan dilapis oleh batu pualam begitu halus. Diluar itu ada kubah yang begitu elegan sejumlah tiga buah, kubah itu dilapis oleh pualam putih. Penduduk Indonesia umumnya menyebutkan menjadi kubah bawang.

Interior Masjid Taj Mahal India

Dibagian pucuk kubah ada hiasan dengan memakai ornament seperti kuntum bunga teratai terbalik yang begitu unik serta cantik. Pada intinya kubah masjid Taj Mahal sama dengan kubah yang ada di Masjid Jami Delhi yang disebut kubah yang begitu cantik serta prima dengan bagian bawahnya berbentuk silinder.

Pada lantai masjid Taj Mahal jelas tercipta dari sajadah yang memiliki bahan batu pualam yang begitu halus sebab telah digosok permukaannya dengan cermat serta cukup lumayan lama. Ada pula mihrab yang dihias dengan kaligrafi Al-Qur’an dari surah As-Syams dan di bagian bagian kanan mihrab ada mimbar masjid yang terbuat pun dari batu pualam yang halus.

Masjid Hidayatullah – Pengrajin Kubah Masjid Jakarta Selatan

Masjid Hidayatullah Setiabudi Jakarta Selatan

Masjid yang terdapat di Jalan Masjid Hidayatullah (Karet Depan), Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan ini adalah Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia pada saat-saat penjajahan belanda.

Masjid ini dulunya seringkali dipakai menjadi tempat beberapa pejuang bergabung serta mengendalikan taktik untuk menantang beberapa penjajah Tanah Air. Menara-menara yang memiliki ukuran tinggi sekali di masjid itu pun seringkali dipakai untuk mengintai musuh yang mendekat. Pengiriman senjata ke daerah Cikampek serta Karawang pun dikerjakan dari Masjid Hidayatullah ini.

Satu diantara bukti otentik mengenai pemakaian masjid menjadi pusat perjuangan menantang penjajah pada saat itu ialah penangkapan H. Saidi, salah seseorang Pahlawan Betawi yang wafat tahun 1950-an. Makam pahlawan itu pun ada pada area seputar masjid Hidayatullah.

Masjid Hidayatullah Jakarta Selatan

Masjid Hidayatullah dibangun pada tahun 1747 dengan sentuhan kebudayaan Thionghoa, di atas tanah yang diwakafkan seluas 3000 meter persegi, oleh Mohammad Yusuf, satu diantara entrepreneur batik terkenal di daerah Karet pada saat penjajahan.

Riwayat Pembangunan Masjid Hidayatullah

Pembangunan masjid ini mempunyai dua versi cerita. Pertama, masjid ini memang dibangun oleh Muhammad Yusuf berdarah Tionghoa tetapi beragama Islam. Ke-2, masjid ini dibuat dengan bergotong royong serta dibantu oleh beberapa penduduk Tionghoa. Tetapi dari ke-2 versi cerita di atas, tetap harus masjid ini begitu lengket dengan arsitektur budaya Tionghoa.

Di sekitar masjid, ada beberapa puluh sampai beberapa ratus makam pejuang muslim Indonesia yang sampai sekarang ini dirawat dengan baik. Walau ada beberapa ratus makam pejuang, tetapi situasi seram seolah tidak tampak pada area masjid, sebab ada taman dengan rumput hijau dan pohon-pohon teduh yang begitu tertangani.

Masjid Hidayatullah telah alami 3 kali perbaikan, yakni pada tahun 1921, 1948, serta 1996. Masjid ini bahkan juga sempat akan digusur oleh pihak entrepreneur Swasta pada tahun 1991, tetapi pada akhirnya masih dapat dipertahankan oleh golongan muslimin sekitar masjid.

 

Arsitektur Masjid Hidayatullah

Untuk Arsitekturnya, masjid ini tampak mempunyai Ciri khas bangunan dengan ciri Tionghoa, yakni mempunyai atap bersusun tiga yang melengkung kebawah. Lantas ada 2 menara simetris yang umumnya jadi ciri khas dari kebudayaan agama Hindu di Jawa Tengah. Lalu saat telah masuk pada ruang bangunan utama masjid, nuansa betawi jadi begitu kental, sebab pintu-pintu dan jendela masjid diukir serta dibikin demikian rupa sesuai dengan kebiasaan betawi.

Jendela dengan kisi terbuka serta gorden setinggi separuh jendela seringkali kita jumpai pada rumah-rumah kebiasaan betawi. Lalu pintu lebar dengan ukiran mawar sebagai pemersatu pada 8 tiang penyangga begitu ciri khas dengan budaya betawi.

Interior Masjid Hidayatullah Jakarta Selatan

Bangunan utama yang diapit oleh dua menara pada bagian depannya, mempunyai mimbar yang diukir dengan hiasan ciri khas flora fauna dengan type ukiran Tionghoa.

Menurut satu buku karya A. Heuken SJ “Masjid Tua Jakarta”, peluang masjid ini dibangun pertama-tama menjadi mushola atau masjid kecil. Lalu dua menara kembar yang ada pada bagian depan memang dibikin demikian rupa dengan arsitektur yang populer pada eranya. Arsitektur itu juga bisa disaksikan di Kantor Imigrasi Menteng (1913), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (1926), yakni type arsitektur yang datang dari negara Persia.

Menurut opini lainnya, arsitektur pada semua sisi masjid, adalah ciri khas Babilonia, Persia, Betawi, serta Jawa. Rutinitas pembangunan masjid di Pulau Jawa seringkali mengutamakan pada titik simbolisasi, serta hal itu pun berlangsung pada Masjid Hidayatullah. 2 menara kembar dimisalkan menjadi 2 kalimat syahadat, sedang 8 tiang penyangga dimisalkan menjadi 5 rukun islam serta 3 kepribadian muslim menjadi basic kehidupan yang prima.

Masjid Al Saleh Kota Sana’a Yaman

Masjid Al-Saleh, Yaman

Masjid Al-Saleh jadi masjid yang sangat megah serta besar di Republik Yaman. Terdapat di distrik Al-Sabeen, persisnya di selatan Al-Sabeen Hospital, Sana’a. sebab masjid ini adalah masjid yang paling besar, tidaklah heran bila masjid ini jadi Masjid Nasional Negara Yaman. Nama masjid Al-Saleh sendiri diambil dari nama Presiden Yaman yang menjabat saat itu, Ali Abdullah Saleh.

Yaman, satu diantara negara yang mempunyai dampak besar di dalam penyebaran agama Islam hampir di semua dunia, termasuk juga di Indonesia. Beberapa ulama besar yang populer di Indonesia pun datang dari negeri Yaman, khususnya dari Kota Hadramaut, yakni satu diantara kota metropolitan dengan gedung pencakar langit yang paling tinggi pada eranya, gedung-gedung tinggi pada saat itu cuma dibikin dari tanah liat serta lumpur, serta banyak yang masih tetap berdiri kuat sampai sekarang ini.

Masjid Al Saleh Yaman

Yaman, memang jadi satu diantara negeri yang perubahan agama islamnya sangat cepat, ditambah lagi negara Yaman adalah lokasi yang pertama-tama terima ajaran Rasulullah SAW, terutamanya lewat teman dekat Rosulullah Ali Bin Abi Tholib R, yang pada eranya sebarkan agama Islam di Yaman. Bahkan juga saat beberapa era, pemerintahan di Yaman di pimpin oleh keluarga Rosulullah sendiri.

Bangunan Masjid Nasional Negara Yaman

Satu bangunan masjid yang super megah dibangun di Kota Sana’a, Ibukota Negara Yaman berdiri begitu megah dengan beberapa menara yang menjulang tinggi seperti menyerang langit. Walau saat awal pembangunannya, masjid ini sudah sempat memetik pro-kontra dari beberapa pihak yang memandang jika saat pembangunannya, negara Yaman belum “Siap” untuk bangun suatu yang demikian megah. Tetapi pada akhirnya, masjid ini masih dibuat dengan keelokan serta keunikan tertentu, serta malah jadi kebanggaan tertentu untuk masyarakat negara Yaman.

Masjid Al-Saleh yang memang jadi Masjid Nasional Negara Yaman usai serta diresmikan pada tanggal 21 November 2008, dengan habiskan dana seputar $60 juta. Banyak pro-kontra serta kritik tajam yang dilemparkan oleh beberapa orang politik ataupun tokoh muslim di Yaman, sebab pemakaian dana yang begitu besar untuk pemakaian pembangunan masjid itu. Walau sebenarnya, saat itu, Yaman masih juga dalam kelompok negara “termiskin” di semua Jazirah Arabia, ditambah lagi banyak berlangsung perseteruan seperti aksi terorisme, serta juga berdiri lebih dari 100 masjid awal mulanya, hingga pembangunan masjid ini dipandang mubadzir.

Walau banyak pro-kontra dari penduduk, tetapi saat bangunan masjid ini usai dibuat, betul-betul tunjukkan jika keelokan serta keindahan bisa disaksikan dengan jelas. Ditambah lagi keindahan akan optimal saat masjid ini disaksikan dari pucuk bukit Sana’a.

Tidak hanya keindahan yang dioptimalkan, nyatanya pembangunan masjid ini pun tidak melupakan ketahanan bangunannya, hingga beberapa material yang tahan dalam semua type cuasa menyengaja di Import di luar negeri.

Sebab keelokan serta keindahan yang dikasihkan, tidaklah heran bila masjid ini malah jadi satu diantara tujuan wisata terfavorit yang dipunyai kota Yaman. Bukan wisatawan dari lokal domestik saja, tetapi wisatawan di luar negeri ikut juga tertarik dengan keindahan masjid ini, hingga pemasukan untuk negara itu jadi lebih besar.

Interior Masjid Al Saleh Yaman

Bangunan masjid ini tempati ruang seluas 27,300 meter persegi, serta mempunyai tinggi seputar 24 meter. Beberapa sarana bangunan ikut dibuat seperti Fakultas Pelajaran Islam serta Pengetahuan Al-Qur’an, pelataran serta pekarangan yang begitu luas, area parkir, toilet serta tempat wudhu di basement, dan lain-lain. Ruangan penting masjid seluas 13,596 meter persegi, hingga daya tampung yang dikasihkan besar sekali, sampai lebih dari 44 ribu jamaah sekaligus juga.

Bangunan Kubah Masjid Al-Saleh Yaman

Keunikan masjid ini terdapat pada ke-enam menara setinggi 100 meter. Kubah besar utama masjid berdiameter 28 meter, serta tinggi 22 meter. Pada atap utama ada lima kubah, satu kubah memiliki ukuran besar, serta empat kubah yang lain memiliki ukuran lebih kecil.

Jalan masuk masjid ini bisa lewat 10 pintu yang menyebar disamping barat serta timur dan bagian selatan bangunan masjid. Keseluruhan bangunan masjid memang sengaja dibuat untuk sesuai dengan dengan standar Internasional, hingga keindahan serta keelokan nya tak perlu disangsikan.

Masjid Biru

Riwayat Masjid Sultan Ahmed

Masjid Sultan Ahmed atau Masjid Biru dibuat pada tahun 1609 s/d tahun 1616 pada saat Kekuasaan Sultan Ahmed 1. Pembangunnya ialah Husna Bint Mayram di bawah pengawasan langsung dari Hāndān Vālida Sultânā, putra dari Sultan Ahmed I.

Pembangunan masjid ini sudah sempat memetik memprotes dari kelompok ulama ke-khalifahan sebab dikerjakan saat Ke-Khalifahan Usmaniyah baru sampai perdamaian Zsitvatorok serta menanggung derita kekalahan dalam perang Persia, tetapi malah arah dari Sultan Ahmed 1 bangun masjid ini ialah untuk kembalikan marwah Kekhalifahan.

Awal mulanya Ke-Khalifahan Usmaniyah di Istanbul memakai Hagia Sophia menjadi masjid Nasional. Beberapa pengikut Sultan mesti kerja keras bangun masjid ini menjadi alternatif kekalahan perang, sesaat Sultan Ahmed 1 mesti kuras daftar Negara untuk cost pembangunannya, mengingat perang pada Persia tidak memberi hasil yang cemerlang.

Tempat pembangunan Masjid ini diambil pada tempat Istana kekaisaran Byzantium, di muka Katedral Aya Sofia yang telah diubah jadi Masjid Agung Hagia Shopia Semenjak Kemenangan Muhammad Al-Fatih merusak Emperium Byzantium (Romawi Timur) dengan mengalahkan Kota Konstantinopel pada Hari Jum,at tanggal 23 Maret 1453 serta membangun ke-Khalifahan Usmaniyah lantas merubah nama Konstantinopel jadi Istambul.

Tempat ini memang adalah tempat yang mempunyai makna simbolis yang teramat penting, mengingat di tempat ini 150 tahun awal mulanya adalah pusat Kekuasaan Byzantium (Romawi Timur), dipucuk bukit yang menguasai panorama kota Istambul dari arah selatan. Sejumlah besar bagian selatan masjid ini berdiri pas di fondasi sisa Istana Byzantium itu bersisihan dengan gedung Hippodrome. Lumrah jika Sultan Ahmed 1 bersikeras bangun masjid ini untuk tunjukkan kekuasaan serta menghidupkan marwah Ke-Khalifahan.

Paralelisasi Riwayat Masjid Biru

Pembangunan Masjid Sultan Ahmed ini pada tahun 1609 sampai tahun 1616. Jika dijajarkan dengan riwayat Kesultanan di Nusantara, saat di Istambul dikerjakan pembangunan Masjid ini di Nusantara waktu yang sama tengah berkuasa Kesultanan Jayakarta (1527-1619). Tunjukkan jika waktu kekuasaan Sultan Ahmed 1 di Emperium Usmaniyah (Turki) bertepatan dengan waktu Kekuasaan Pangeran Jayakarta di Kesultanan Jayakarta (Indonesia).


Akan tetapi tiga tahun sesudah Pembangunan Masjid Sultan Ahmed ini usai serta dipakai menjadi Masjid Nasional buat Emperium Usmaniyah, Masjid Agung Jayakarta malah tidak bersisa di bumi hanguskan oleh J.P. Coen sesudah sukses mengalahkan Jayakarta pada 12 Maret 1619, sedang Emperium Usmaniyah masih tetap berkuasa sampai tiga era sesudah itu. Serta Masjid Sultan Ahmed masih tetap berperan sampai ini hari.

Masjid Nasional Al-Akbar

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Islam mulai masuk ke Jawa Timur diprediksikan pada era ke-11, yang selalu berkembang cepat atas perjuangan Wali Songo. Kota Surabaya menjadi ibu kota Jawa Timur sekaligus juga kota paling besar ke-2 di Indonesia, jadikan kota ini sisi penting dari perubahan Islam di Tanah Jawa. Jadi tidak aneh jika banyak diketemukan situs peninggalan Islam di dalam Kota Surabaya, baik yang telah populer atau jarang terdengar.
Tidak hanya tempat melaksanakan ibadah, Masjid dapat juga jadikan obyek wisata religi. Ada satu diantara tempat yang dapat jadikan obyek wisata religi yakni Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang ada di Jawa Timur, Indonesia. Persisnya di Jalan Masjid Al-Akbar Timur No. 1, Kecamatan Pagesangan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Menjadi Masjid ke-2 paling besar sesudah Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pun adalah masjid yang memiliki mihrab paling besar di Indonesia. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ialah obyek wisata religi yang ramai dengan wisatawan di hari biasa atau waktu hari berlibur. Tempat yang begitu indah pun memberi sensasi yang beda dengan pekerjaan keseharian.

Dengan pesona keindahannya yang begitu menarik, Masjid Nasional harus masuk ke rincian satu diantara obyek wisata religi yang perlu Anda datangi. Sayang sekali bila Anda tengah ada di Kota Surabaya tapi tidak bisa berkunjung ke wisata religi.

Wisata Religi Masjid Nasional Al-Akbar

Untuk isi pekerjaan pada saat tengah berlibur ditambah lagi libur panjang seperti berlibur nasional atau hari libur yang lain, wisata religi Masjid Nasional Surabaya adalah obyek wisata religi yang begitu pas buat Anda. Wisata Religi Masjid Nasional, dengan keindahan yang dimilikinya dapat membuat Anda yang tengah ada di dekat ataupun dari kejauhan akan mulai mendatangi obyek wisata religi ini.

Tidak hanya keindahan yang dipunyai oleh Wisata Religi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, masyarakat sekelilingnya juga begitu ramah tamah pada wisatawan lokal ataupun wisatawan asing. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ini berdiri pada tanggal 4 Agustus 1995 atas ide H. Soenarto Soemoprawiro yang menjabat Wali Kota Surabaya pada saat itu.

Untuk penempatan batu pertama yang menandai dari pembangunan Masjid ini dikerjakan oleh Try Sutisno sebagai Wakil Presiden RI. Luas dari bangunan serta sarana pendukung dengan fisik yang berada di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ialah tempat seluas 11,2 hektar serta 22.300 meter persegi, dengan perincian panjang 147 meter serta lebar 128 meter masjid ini dapat menyimpan beberapa jamaah memiliki sampai 59.000. Arah dari pembangunan Masjid Al-Akbar yakni menjadi Islamic Center karenanya ada multidimensi misi religious, cultural serta mendidik.

Ciri Khas Masjid Nasional Al-Akbar

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya memiliki kekhasan yang lain yakni kubahnya berwarna biru terbagi dalam 1 kubah besar yang dikelilingi 4 kubah yang lain memiliki ukuran lebih kecil, dan menara yang tingginya sampai 99 mtr.

Bentuk kubahnya yang persis mirip 1/2 telur dari serta dengan 1,5 layer yang tinggi pada 27 mtr., dengan menyangga pada atap piramida yang terpancung dalam 2 layer setinggi kira-kira seputar 11 mtr.. Sampai sekarang ini Masjid Al-Akbar jadikan menjadi pusat dakwah di Kota Surabaya serta jadi arah penting peziarah yang berasal di luar kota itu.

Untuk hadir ke tempat wisata religi, beberapa wisatawan tak perlu cemas akan kesasar sebab saat ini dengan gampang Anda dapat minta pertolongan lewat google maps yang terpasang di smartphone Anda. Dengan memakai kendaraan pribadi tentu saja akan menyenangkan daripada menggunakan kendaraan umum.

Mengenai barang yang tidak bisa terlewatkan saat berwisata tidak hanya dompet serta smartphone yakni camera agar Anda dapat menyimpan peristiwa yang indah di obyek wisata itu. Semestinya untuk berwisata Anda tidak pergi sendirian semakin lebih menyenangkan jika dapat pergi wisata bersama dengan keluarga atau rekan.

Masjid Sultan Ternate – Pengrajin Kubah Masjid Maluku Utara

Masjid Sigi Lamo Ternate, Maluku Utara

Masjid Sigi Lamo ada di lokasi Jalan Sultan Khairun, Kelurahan Soa Sio, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate Propinsi Maluku Utara. Masjid ini pula dinamai Masjid Sultan Ternate tetapi penduduk seputar umumnya menyebutkan dengan memakai bahasa Ternate, yakni Sigi Lamo. Sigi sendiri mempunyai makna masjid sedang Lamo berarti ialah Besar. Bila dikumpulkan berarti ialah Masjid Besar. Tidak bingung pada zamannya masjid itu adalah masjid paling besar serta masjid pertama di Ternate. Kehadiran masjid ini pula adalah satu satu diantara bukti riwayat dari Kesultanan Islam pertama di Lokasi Timur Indonesia. Pertama-tama Kesultanan Ternate memeluk islam saat pemimpin rajanya yang berkuasa ke-18 yakni Kolano Marhum. Beliau ialah seseorang raja yang bertahta dari tahun 1465 sampai tahun 1486. Setelah itu Kolano Marhum ditukar oleh putranya yang bernama Zainal Abidin. Zainal Abidin makin memantapkan Ternate menjadi Kesultanan Islam yang ganti titel Kolano jadi Sultan. Waktu itu pun beliau resmikan agama islam menjadi agama dari sana pada eranya dan menetapkan syariat islam. Diluar itu pun beliau membuat instansi kerajaan yang sesuai syariat islam dan menyertakan beberapa ulama didalamnya.

Masjid Sultan Ternate

Pembangunan Masjid Sultan Ternate

Proses awal dari pembangunan masjid Sultan Ternate berpendapat berlainan. Pertama diprediksikan pendirian masjid ini sudah ada semenjak waktu Sultan Zainal Abidin yakni seseorang Raja Ternate ke-2 yang saat itu juga memeluk agama islam serta resmikan agama islam menjadi agama sah kerajaan. Tapi perihal berlainan dikatakan oleh direktori masjid bersejarah Departemen Agama RI jika masjid Sultan Ternate baru dibangun pada awal era ke 17. Yakni seputar tahun 1606 pada saat Sultan Saidi Barakati berkuasa. Lalu pembangunan masjid itu diteruskan oleh Sultan Mudafar serta diselesaikan oleh Sultan Hamzah persisnya di tahun 1648.

Masjid Sultan Ternate sempat juga alami perbaikan. Awalannya dikerjakan oleh Sultan Sibori Amsterdam pada tahun 1679. Beliau ialah putra dari Sultan Mandarsyah dengan bentuk atap tumpang tiga serta berbahan datang dari kayu. Tapi sayangnya pada tahun 1705 berlangsung satu bencana berlangsung di mana masjid Sultan Ternate alami kebakaran. Lantas dibuat kembali oleh Sultan Said Fathullah atau juga dikenal dengan nama Pangeran Rotterdam. Sesudah itu masjid Sultan Ternate dikerjakan perbaikan kembali oleh Sultan Muhammad Zain di tahun 1818. Serta paling akhir dikerjakan pada tahun 1983 dengan perbaikan besar-besaran dengan keseluruhan namun menjaga bentuk asli dari masjid Sultan Ternate.

Interior Masjid Sultan Ternate

Seperti dalam dengan Kesultanan Islam yang lain yang berada di Nusantara, masjid Sultan Ternate dibangun dekat dengan istana Sultan Ternate sendiri. Tempatnya dengan istana cuma seputar 100 meter samping tenggara istana. Sebelumnya masjid ini dibuat memakai bahan dari formasi batu dan bahan perekat dari kombinasi kulit kayu pohon kalumpang. Masjid itu berdiri di atas tempat seluas 76.70 x 62.45 meter serta bangunannya sendiri memiliki ukuran 22 x 22.5 meter. Masjid Sultan Ternate pun mempunyai keserupaan dengan beberapa masjid dari Jawa sebab lantai masjidnya ditinggikan. Pada saat itu atap masjid memakai daun rumbia tapi sudah ditukar memakai seng pada tahun 1995.

Diluar itu masjid Sultan Ternate tidak mempunyai kubah tetapi atapnya berupa limas. Walau saat ini umur masjid itu telah tua, tapi masih tetap ada peninggalan yang utuh dari dulu yakni keempat koleksi Al-Qur’an yang ditulis dengan cara langsung oleh ulama Ternate pada saat itu. Tulisan dan kertasnya masih tetap tampak begitu baik sebab memang dirawat serta dijaga sebaik mungkin untuk melestarikan peninggalan riwayat yang demikian bernilai di Ternate.

Masjid Al Kautsari Al Aziziyah – Produsen Kubah Masjid Mataram

Masjid Al Kautsari Al Aziziyah Lombok

Bangunan Masjid Al Kautsari ialah bangunan pertama yang ada pada ruang Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Tempatnya ada tidak jauh dengan Bandara Selaparang, Mataram, di Lombok. Mempunyai jarak tempuh yang begitu dekat seputar 10 menit dari tempat bandara, masjid itu begitu mungkin menjadi landmark lokasi ditempat. Hadirnya pun mewakili semangat beribadah penduduk di tempat ini yang begitu kuat. Ini tampak saat masjid belum juga selesai dibuat bebeberapa pekerjaan beribadah dan dakwah sudah dikerjakan di tempat ini. Shalat berjamaah telah ditegakkan walau tanpa ada penerangan listrik. Mereka pun tekuni analisis kitab-kitab Islam dengan beralaskan anyaman dari daun kelapa, dan beberapa kegiatan dakwah dikerjakan di tempat ini.

Satu diantara keunikannya adalah terdapat pada nada azan yang dikumandangkan di tempat ini. Umumnya azan hanya dikumandangkan satu hari lima kali. Tetapi, dalam masjid ini azan sudah dikumandangkan sampai enam kali. Selain untuk panggilan shalat harus, azan di tempat ini dikumandangkan untuk mengingatkan beberapa jamaah shalat malam supaya melakukan beribadah shalat tahajud.

Masjid Al Kautsari Al Aziziyah Lombok Barat

Bangunan Kubah Masjid Al Kautsari Al Aziziyah

Kubah yang percantik bangunan masjid ini ada 3 kubah. Satunya menjadi kubah induk serta yang 2 yang lain menjadi kubah anakan yang lebih kecil dari kubah induknya. Pada kubah induk mempunyai warna cat yang tambah tinggi sebab kubah induknya termasuk juga kubah masjid enamel. Hal tersebut karena pada kubah Enamel ini, memakai skema pengecatan yang memakai powder coating hingga ketahanannya tinggi sekali dan ditanggung oleh perusahaan dengan sah. Ketahanannya dapat sampai 15 tahun lamanya. Jadi, anda tak perlu takut jika kubah enamel ini akan luntur pada warna catnya.

Sesaat untuk kubah anakannya memiliki ketahanan cat seputar 5 tahunan saja. Itu dikarenakan tanpa satu susunan cat yang ada pada kubah galvalum yang lebih kecil ukurannya itu. Hingga waktu terserang panas matahari, membuat cat pada kubah ini luntur. Dapat dibuktikan dengan cat yang warnanya beralih menghitam sama dengan benda yang ditempatkan ada diatas kompor. Waktu cat sudah beralih warnanya jadi hitam, peluang kubah itu tidak bisa dibikin bersih sekalinya dengan memakai kain.

Sesaat ketidaksamaan pada bangunan kubah Galvalum serta Enamel setelah itu adalah disaksikan dari harga nya. Sebab kualitas kubah Enamel yang lebih unggul di banding dengan kubah Galvalum, jadi harga kubah Enamel ini tambah mahal dibandingkan dengan kubah Galvalum.

Disaksikan dari bagian bangunan, pada masjid ini mempunyai keunikan di bagian kubah bundar yang mengerucut dalam sapuan warna putih yang lebih cerah beraksenkan garis diagonal berwarna biru ditambah dua menara yang ada disebelahnya. Dua menara itu menjulang sampai tingginya sampai 27 meter yang berarti 2 warisan dai Rasulullah Saw yang berbentuk Al-Quran serta Al-Hadis. Warisan ini mesti dipegang teguh supaya umat islam tidak tersesat. Sisi interior masjid pun tampak begitu menarik sebab terdapatnya tiang penyangga yang berwarna hijau granit digabungkan oleh warna cokelat keemasan untuk aksen tiangnya juga dinding masjid ini. Diluar itu, interior kubah masjid itu pun dikasih gambar langit yang akan meningkatkan kesan-kesan megah masjid itu.

Bangunan masjid Al – Kautsari ini dibuat dengan 3 lantai yang memiliki ukuran 56 x 21 meter. Bangunan ini pula dapat menyimpan jamaah sampai 200 orang yang diperlengkapi oleh dua menara yang memiliki nuansa Masjidil Haram.

Uniknya bangunan masjid yang begitu megah itu sudah “di arsiteki” dengan cara langsung (almarhum) pengasuh ponpes itu bernama Tuan Guru Haji Musthafa Umar. Walau beliau bukan seseorang arsitek tetapi Beliau yang memvisualisasikan bentuk masjid seperti keinginan sama juga dengan ornament di Masjidil Haram.

Masjid Al-Markaz Al-Islami – Kontraktor Kubah Masjid Makassar

Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masjid yang dinamakan “Al-Markaz Al-Islami” ini diurus oleh Yayasan Islamic Center serta adalah masjid termegah serta paling besar di titik sentra lokasi timur Indonesia, yakni Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan. Persisnya berada di Jalan Masjid raya, No. 92C, Timungan Lompoa Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid yang memiliki nuansa monumental itu sampai saat ini masih tetap berdiri kuat serta jadi pusat peradaban dan pengkajian Islam. Masjid ini pula menggambarkan kebanggaan penduduk Sulawesi Selatan yang beradab, agamis serta totalitas bernafaskan Islam. Ditambah lagi ada banyak arsitektur asli masjid Mekkah serta Madinah yang ikut diadopsi dalam pembangunan masjid, dan ornamen-ornamen serta Interior masjid yang dibuat demikian rupa serupa masjid Islam biasanya.

Masjid Al-Markaz Al-islami Jenderal M. Yusuf

Arsitektur Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masjid megah ini didesain oleh seseorang arsitek terkenal yang sangatlah memiliki pengalaman pada pembangunan masjid besar, Ir. Ahmad Nu’man. Arsitektur masjid ini mengambil arsitektur Masjidil Haram di Mekkah serta Masjid Nabawa di Madinah. Walau ada faktor masjid dari Mekkah serta Madinah, tetapi Ir. Ahmad Nu’man tidak lupa untuk masih masukkan arsitektur spesial dari budaya ciri khas Sulawesi Selatan. Ini dapat disaksikan dari atap yang berupa kuncup sisi empat seperti Masjid Katangka, Gowa yang sekarang ini jadi masjid paling tua di Sulawesi Selatan. Diluar itu, bentuk-bentuk rumah bugis Makassar biasanya pun dimasukkan pada beberapa arsitektur masjid.

Untuk fondasi bangunan dibuat dengan 450 tiang pancang dengan kedalaman 21 meter. Sisi atap dibuat berbahan baku tembaga atau tegola bikinan Italia. Lalu dinding lantai pertama memakai keramik, sedang lantai dua serta tiga memakai bahan baku batu granit.

Dinding mihrab dibuat demikian rupa dengan bahan granit hitam berhiaskan kaligrafi unik sisi empat yang terbuat dari tembaga kekuning-kuningan, hingga mihrab jadi sentralisasi visual yang bagus.

Kaligrafi yang ada pada mihrab salah satunya bertuliskan “Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur rasulullah”, serta tercatat pun surat Al-Baqarah ayat 144.

Sedang untuk arsitektur menara, masjid ini mempunyai menara setinggi 84 meter, dengan ukuran 3 meter persegi. Tinggi menara ini cuma berselisih 1 meter. saja dari ketinggian menara yang dipunyai oleh Masjid nabawi. Pada seperempat dari ketinggian menara, persisnya di ketinggian seputar 20 meter ada bak penampungan air dengan volume 30 meter3.

Interior Masjid Al-Markaz Al-Islami

Kekhasan masjid ini pula terdapat pada namanya, yakni semenjak akhir Desember 2005 lantas, Yayasan Islamic Center lakukan pertemuan dijakarta, pada akhirnya terciptalah nama “Al-Markaz Al-islami Jenderal M. Yusuf” yang diadopsi dari bekas Ketua BPK (Alm) Jenderal M. Jusuf, seseorang pemrakarsa pembangunan kompeks masjid itu.

Sebetulnya pada saat itu, M. Jusuf tidak sepakat jika namanya akan dipakai untuk penamaan masjid sebelum datang “waktu yang tepat”. Beberapa kata itu lalu ditafsirkan menjadi sinyal jika nama M. Jusuf bisa digunakan bila pemilik nama itu telah wafat.

Pada akhirnya disetujui bersama dengan dalam Yayasan Islamic Center jika, nama yang akan dipakai untuk masjid yang berdiri di sisa universitas Kampus Hasanuddin itu ialah “Al-Markaz Al-Islami”, atau dapat disimpulkan menjadi Masjid Pusat Islam atau Masjid Islamic Center. Masjid ini sampai sekarang ini dipakai dengan sah menjadi Pusat Beribadah dan Kebudayaan Islam di daerah Makassar.

Sampai sekarang juga nama M. Jusuf pun masih dipertahankan menjadi nama pelengkap masjid itu, sebab layanan yang dikasihkan M. Jusuf pada pembangunan masjid ini besar sekali.

Masjid As Syakirin – Pakar Kubah Masjid Kuala Lumpur Malaysia

Masjid As Syakirin Malaysia

Masjid As Syakirin juga dikenal sebagai Masjid KLCC, adalah sebuah masjid yang terletak di pusat kota Kuala Lumpur (KLCC). Masjid ini terletak di dekat pusat perbelanjaan Suria KLCC dan Petronas Twin Towers, menara kembar tertinggi di world.In 2009, masjid ini mengalami renovasi besar untuk meningkatkan kapasitas dari 6000 orang menjadi 12.000 orang.

Masjid As Syakirin Malaysia

Masjid awalnya terdaftar sebagai doa pada 12 Juli 1999 untuk staf Petronas, dan status sebagai masjid sebelum dikelola oleh Wilayah Federal Dewan Agama Islam (dewan agama).

Ini daerah masjid dua lantai dari 21 hektar. Hal ini dianggap sebagai permata di taman karena lokasinya yang strategis dan menghadapi KLCC Park juga menyediakan ruang yang dapat menampung hingga 500 orang dengan sistem audio lengkap dengan ruang pertemuan dan ruang tetap. Nama Ash-Syakirin berarti orang-orang dari bersyukur dipilih sebagai nama resmi untuk masjid ini. Masjid ini merupakan landmark arsitektur Islam di wilayah berkembang pesat di ibu kota, Kuala Lumpur

Pakar Kubah Masjid Kuala Lumpur Malaysia

Pakar Kubah Masjid merupakan syarikat kubah masjid profesional yang telah berpengalaman dalam pembekal kubah masjid selama puluhan tahun. Syarikat ini terlibat dalam raka bentuk kubah masjid, membina, membekal dan memasang kubah, khususnya untuk kubah masjid dan kubah surau. Yang saya tau di Malaysia terdapat banyak masjid dan surau yang belum memiliki kubah ataupun belum sempurna kubah masjid atau kubah suraunya, dan orang ramai tidak tahu bagaimana cara mendapatkan kubah masjid atau kubah surau modern di malaysia. Kami CV SAM JAYA UTAMA siap membantu anda dalam Pembekalan Kubah Masjid di Malaysia, pelbagai ukuran kubah kami kerjakan. Kubah surau yang kami kerjakan adalah dari kepingan galvalum dan enamel yang akan diberi pewarnaan anti gores dan sistem oven, sehingga kubah surau terlihat mengkilap karena ada lapisan epoxy. Dari Kepingan Galvalum dan Enamel tersebut akan disalut pada rangka keluli supaya terbentuk kubah masjid yang mempunyai kekuatan yang tinggi, kubah yang kami buat sangatlah ringan. Syarikat kami juga membekalkan kubah yang menarik dari ukuran diameter yang kecil 1.0 meter hingga 20.0 meter.

Ciri-ciri Kebaikan Pakar Kubah Masjid Kuala Lumpur

Kubah Masjid dan Kubah Surau diperbuat daripada keluli tahan karat dan mempunyai ketebalan pelbagai mengikut permintaan dan pemasangannya terbukti masih kukuh, tidak berkarat dan masih bertahan selama 20 tahun. Kubah yang kami buat berbahan kubah surau galvalum dan kubah surau enamel, dengan pewarnaan menggunakan proses DUCO COATING dan juga Oven. Komponen yang digunakan sudah siap dipasang yang telah disediakan di kilang kami untuk memudahkan pembekalan kubah masjid dengan tepat waktu dan cepat. Kubah Kami sangat ringan, sehingga mudah dipasang di surau dan masjid. Kubah ini mampu menampung beban angin yang tertinggi di Selangor Malaysia. Selain Menambah keindahan kubah surau anda, dengan adanya mutu tinggi yang kami berikan dan juga kos yang rendah dan mampu milik yang bercirikan senibina Islam. Secara tidak langsung meningkatkan penampilan masjid dan surau sebagai kekuatan dakwah dan syiar Islam.

Kubah Enamel

Kubah Enamel

Apabila masyarakat di lingkungan anda berencana membangun masjid, kami sebagai kontraktor kubah masjid dapat melayani anda sebagai penyedia kubah masjid yang berkualitas. Website www.kontraktorkubahmasjid.net merupakan salah satu pilihan penyedia kubah masjid yang bisa dijadikan referensi anda.

Perusahaan tersebut adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perencanaan, desain serta juga memproduksi kubah masjid dengan bahan enamel. Batu atau baja ialah bahan yang sering digunakan sebagai kubah masjid. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kubah berbahan bahan enamel yang memiliki kelebihan kerap dipilih daripada kubah konvensional.

Kubah masjid dari bahan enamel sangat kuat ringan serta awet apabila dibandingkan dengan kubah batu atau baja. Dengan dua lapisan yang dapat tahan terhadap terik matahari dan hujan, kubah berbahan enamel tahan terhadap kebocoran.

Pembuatan sekaligus pemasangan telah dijalankan oleh Kontraktor kubah masjid ini. Kota-kota besar yang sudah pernah diselesaikan misalnya, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Kudus, dan masih ada kota-kota lainnya. Kelebihan lainnya yaitu mengenai model dan bentuk kubah masjid dapat dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum anda memesannya.

Perusahaan ini memiliki team khusus yang sudah berpengalaman dalam bidang kubah masjid. Kubah masjid di perusahaan ini sangat eksklusif dengan berbagai ornament dan bahan yang memiliki kualitas terbaik, ringan dan kuat. Serta ketajaman warna membuat kubah masjid awet dan tahan lama sampai 20 tahun lebih.

Kubah masjid yang telah disediakan dan siap dipesan terdapat beberapa pilihan yang bervariasi sesuai dengan keinginan anda. Beberapa diantaranya adalah kubah panel enamel, kubah panel galvalume duco coating, dan kubah panel galvalume powder coating (PGPC).

Perbedaan ketiga jenis produk:

1. Kubah Panel Enamel
Pipa galvis dengan ukuran 1-3 inci digunakan sebagi rangka utamanya. Dengan pipa hollow 2×4 mm yang tebalnya 1,4 mm sebagai rangka pendukung atau penguat. Plat besi SPCC SD 1-1,2 mm (Speck Enamel Grade) digunakan sebagai bahan baku atap kubah.

Kalsiboard 3 digunakan sebagai Plafon kubah yang juga telah dilengkapi dengan water proof atau anti air, sehingga kubah aman terhadap air hujan dan lebih tahan lama. Pada bagian dalam kubah dicat untuk finishing dan memperindah bagian dalam kubah masjid.

Keunggulan Kubah Enamel Kami:

a. Model dan bentuk kubah dapat disesuaikan dengan pesanan anda.

b. Bertekstur timbul, yang dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam hal keindahan bentuk dan warnanya. Bentuk dan warna juga dapat disesuaikan dengan pesanan anda.

c. Apabila anda memesan kubah di perusahaan kami, kualitaslah yang kami berikan kepada anda.

d. Dalam bidang pembuatan dan pemesanan kubah masjid, perusahaan ini telah berpengalaman selama lebih dari satu tahun.

2. Kubah Panel Galvalume Powder Coating (PGPC)
Pipa galvis dengan ukuran 2-2.5 inci digunakan sebagai rangka utama kubah, dengan rangka pendukung yang dibuat dari pipa hollow yang telah dilengkapi dengan plat simpul dan U Bold. Dengan finishing hot dip galvanis.

Bahan baku atap kubah sama dengan produk yang pertama yaitu menggunakan Plat besi SPCC SD 1-1,2 mm (Speck Enamel Grade). Pada bagian plafond hanya berbeda dalam ukuran dibandingkan dengan kubah panel enamel. Hiasan Makara digunakan sebagai aksesoris kubah sekaligus sebagai penangkal petir.

3. Kubah Panel Galvalume Coating
Pada jenis kubah ini, perbedaannya hanya terletak pada ukuran dan coating kubahnya saja. Pengecatan lapisan kubah menggunakan cat duco dengan proses pewarnaan, yaitu cat dasar (dana gloss), catwarna pokok dan pelapisan anti gores. Kubah Panel Galvalume Coating memiliki model yang lebih indah secara fisik dibandingkan dengan dua jenis sebelumnya.

Harga Kubah Masjid Enamel

Harga kubah dari perusahaan ini sangat bervariasi. Bahan penutup, luas, spesifikasi material, ukuran dan lokasi pemesanan yang dijadikan penentu harga kubah. Perhitungan kubah produksi kami menggunakan software AutoCad, yang tentunya perhitungan ukuran kubah tidak akan meleset dari hasil dan harganya. Dengan ini kualitas kubah dapat terjamin. Harga kubah yang ditawarkan yaitu pada kisaran 1,3- 2,5 juta per meternya.

Jika dilihat dari bahan yang digunakan, harga kubah yang kami tawarkan sangatlah pantas dan ekonomis. Misalnya seperti, Enamel berbahan teflon yang dipanaskan dengan suhu 820?C yang telah melalui tahap pemilihan yang terbaik.

Dengan bahan berkualitas terbaik, sehingga awet dan tampak indah dengan finishing warna eksterior dan anti terhadap karat. Proses pengerjaan dilakukan secara detail mulai dari perencanaan hingga tahap akhir. Hal inilah yang dijamin kepada anda bahwa kubah kami berkualitas tinggi.

Karena itulah harga kubah masjid kami memiliki harga yang bervariasi. Ada beberapa elemen yang harus dicermati untuk memastikan harga kubah masjid, yakni pada bahan penutupnya, luas kubah, spesifikasi material yang digunakan, tinggi kubah masjid dan lokasi pemesanannya.

Data diameter serta tinggi kubah berkaitan dengan luas kubahnya. Kami gunakan software AutoCad untuk mengetahui luas dan bentuk dari kubah masjid itu sendiri baik berbentuk seperti setengah bola, kerucut, lancip, atau berbentuk seperti bawang dan lainnya, dengan demikian hasil dan ukuran yang dihasilkan akan presisi dan minim kesalahan ukuran.

Kubah masjid berbahan enamel ini memberikan kesan keindahan serta ketahanan kubah masjid. Harga untuk kubah masjid yang berbahan enamel ini berkisar antara 1,3 juta -2,4 juta per meternya.

CV. SAM JAYA UTAMA

Perusahaan kami siap melayani anda dengan baik mulai dari desain perencanaan, pembuatan sampai dengan pemesanan. Semua proses kami kerjakan secara professional dan kami sudah berpengalaman. Harga kubah produksi kami dapat dinegosiasikan, selain itu pelayanan dan pengerjaan dilakukan dengan kualitas yang terbaik. Hal ini lah yang menjadikan perusahaan ini berbeda dengan perusahaan kubah masjid lainnya.

Dalam membuat kubah masjid di Indonesia, perusahaan ini telah berpengalaman selama belasan tahun. Tim pengerjaan dan tenaga kerja kami sudah memiliki pengalaman kerja yang tidak dapat diragukan lagi. Sebab kemampuan dan skill yang dimiliki oleh para tenaga kerja telah disesuaikan sesuai spesialisasinya.

Seluruh tahapan pengerjaan mulai dari tahap perencanaan, desain, produksi dan pemasangan kubah masjid dilakukan oleh tenaga kerja kami yang masing-masing berbeda-beda dan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila anda pesan di perusahaan ini, anda akan dijamin mendapatkan hasil yang terbaik. Kami siap melayani anda dengan sebaik mungkin, karena itu segera hubungi kontak personal perusahaan kami, dan kami berikan layanan konsultasi gratis bagi anda.

Gratis Konsultasi 08122229385