Category Archive Kubah Masjid

Masjid Jami Darussalam Cikarang Timur

Masjid Jami Darussalam

Masjid Jami’ Darussalam berlokasi di Kampung Rawa Gebang, Ds. Tanjung Baru, Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bangunan Masjid Jami’ Darusalam ini terletak di komplek Yayasan Perguruan Islam Darussalam (YAPISDA), yaitu sebuah yayasan yang berdiri di Kampung Rawa Gebang, yang membawahi beberapa lembaga pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtidaiyah (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs/SMP), Madrasah Aliyah (MA / SMA), Pondok Pesantren (PonPes) dan juga Majelis Ta’lim.

Keseluruhan lembaga pendirikan tersebut terletak di komplek yang sama kecuali untuk bangunan Pondok Pesantrennya. Kita dapat menemukan Gedung Kantor Yayasan di tengah-tengah areal yang dikelilingi oleh beberapa gedung pendidikan, tepatnya sebuah gedung yang menghadap ke halaman masjid.

Masjid Jami Darussalam

Masjid ini terletak di sisi timur jalan raya sehingga untuk bangunannya tentu saja kiblatnya menghadap ke jalan raya. Jadi, pintu utama untuk masjid ini diletakkan di bagian timur. Sedangkan untuk bagian pekarangan masjid diletakkan di sisi utara, yang juga merupakan pekarangan untuk gedung disampingnya. Sedangkan disisi bagian selatan terdapat sedikti lahan kecil sebuah kolam ikan.

Tentu saja karena terletak di dalam komplek berbagai lembaga pendidikan, pengunjung Masjid Jami’ Darussalam ini tidak pernah sepi, terutama pada saat siang hari. Pada pagi hari saja anak-anak diajarkan untuk sholat dhuha, kemudian pada siang hari sholat dzuhur berjamaah dengan para guru dan pengasuh, sehingga masjid ini tidak pernah sepi oleh orang yang melakukan ibadah.

Arsitektur Bangunan Masjid Jami’ Darussalam

Masjid Jami’ Darussalam ini memang sengaja dibangun dengan Arsitektur khas Indonesia, dengan atap limas yang bersusun tiga yang menunjukkan pedoman hidup umat muslim yang harus senantiasa di pegang yaitu “Islam, Iman dan Ihsan”. Struktur atap tumpang tiga tersebut ditopang oleh 4 soko guru yang terletak di dalam.

Diantara struktur atap dan juga struktur atap tumpangnya dibuat beberapa jendela kecil untuk ventilasi udara dan cahaya dibagian ruangannya. Ventilasi tersebut juga terlihat di bagian tembok sebelah atas. Yang unik dari masjid ini adalah tidak menggunakan mimbar seperti pada umumnya yang terbuat dari kayu dengna ukiran yang sangat indah, namun Masjid Jami’ Darussalam ini memiliki mimbar permanen yang terbuat dari beton.

Jika dilihat dari kejuhan akan terlihat sebuah Arsitektur masjid yang tinggi dengan atap tumpangnya yang sangat jelas. Pada puncak atap tersebut diletakkan sebuah kubah dari alumunium dengan puncak bulan bintang.

Pada bagian sekeliling timur dan selatan di topang oleh beberapa pilar dengan dua lengkungan yang unik diantara pilar tersebut. Kemudian pada bagian sisi-sisi temboknya diberikan beberapa jendela dengan warna gelap, namun bisa dibuka kecil untuk sirkulasi udara. Tempat wudhunya diletakkan di bagian utara masjid dengan bangunan yang menyatu namun dipisahkan antara jamaah pria dan wanita.

Lantainya dilapisi dengan keramik putih dan hampir keseluruhan bangunannya juga dilapisi dengna warna putih, temasuk bagian plafonnya. Untuk penyejuk ruangan dipasang beberapa kipas angin kecil di beberapa sudutnya.

Interior Masjid Jami Darussalam

Ruang utama pada masjid ini memang tergolong sangat sederhana tanpa ornamen kaligrafi yang memenuhi ruangannya. Ornamen kaligrafi hanya terlihat di bagian mihrabnya saja, sedangkan pada sudut lainnya tidak memiliki ornamen apapun.

Meskipun dibuat dengan sangat sederhana, namun kebersiahan didalam dan diluar ruangannya sangat terjaga. Hal ini dikarenakan masjid ini selalu disambangi oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak, santri, dan masyarakat sekitar yang saling menyadari pentingnya sebuah ruangan masjid yang bersih untuk menunjang kualitas ibadah.

Masjid At-Taqwa Kantor BPN Cikarang

Masjid At-Taqwa Kantor BPN

Jika anda pernah berkunjung ke Lippo Cikarang, tentu saja anda akan familiar dengan bangunan Masjid At-Taqwa kantor BPN yang terlihat menaranya dengan ciri mozaik unik disekelingnya, yang terlihat dengan sangat jelas dari komplek Lippo.

Masjid At-Taqwa tersebut berdiri tepat disamping Kantor Badan Pertahanan Nasional Kabupaten Bekasi yang bertempat di Lippo Cikarang. Desain menara yang unik tersebut didirikan diatas atap gedung BPN tersebut, sehingga beberapa orang akan sangsi pada saat melihat menara ini, apalagi tidak adanya lambang islam dibagian puncaknya semakin membuat ragu-ragu bahwa bangunan menara tersebut milik sebuah masjid.

Masjid At-Taqwa ini dibangun didalam lingkungan Kantor BPN, sekaligus menjadi salah satu dari 2 masjid yang berada di komplek Lippo Cikarang. Selain Masjid At-Taqwa yang menjadi pembahasan kali ini, terdapat Masjid Syifa Budi, komplek Industri Hyundai, yang sudah kita bahas pada tulisan sebelumnya.

Masjid At Taqwa Kantor BPN

Untuk akses ke Masjid At-Taqwa ini memang cukup mudah, karena terjangkau oleh angkutan umum, tidak seperti masjid Syifa Budi yang harus ditempuh dengankendaraan pribadi.

Pembangunan Masjid At-Taqwa BPN Cikarang

Detail pembangunan Masjid At-Taqwa BPN Cikarang dapat kita ketahui dari sebuah batu prasasti pembangunan masjid yang diletakkan di tembok bagian luar pada tempat wudhu wanita. Dari batu prasasti pembangunan tersebut dijelaskan bahwa Masjid At-Taqwa serta Pendopo Kantor BPN diresmikan pertama kali pada tanggal 02 Desember 1999, oleh Prof. Dr. Ir. H.M. NAD DARGA TALKURPUTRA yang mewakili BPN. Turut hadir juga pada acara peresmian tersebut, Wikanda Darmawijaya selaku Bupati Kabupaten Bekasi yang menjabat kala itu, dan juga Ir. Masri Asyik, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat.

Arsitektur Bangunan Masjid

Bangunan utama Masjid At-Taqwa BPN Cikarang ini memang sengaja dibangun dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Memiliki Arsitektur khas tradisional Indonesia, dengan atap limas dan puncak perbentuk prisma piramida. Pada bagian puncaknya didirikan sebuah kubah kecil berbahan alumunium dengan ornamen lafadz “Allah”.

Bangunannya dibuat dengan satu lantai saja, dilengkapi dengan lantai mezanin yang dikhususkan untuk para jamaah wanita. Meskipun bangunan utamanya terbilang tidak terlalu luas, namun kapasitas jamaah yang dapat ditampung dimasjid ini cukup besar, berkali-kali lipat dari ruang utamanya. Bangunannya dilengkapi dengan sebuah bangunan pendopo yang luasnya lebih besar dari bangunan utamanya. Ruang pendopo ini biasanya digunakan untuk ruang tambahan sholat, maupun untuk beberapa acara seperti pertemuan, musyawarah, maupun pengajian.

Selain bangunan pendopo sebagai ruang tambahan sholat, masih ada lantai dasar dari gedung BPN di sebelah timur dan selatan yang dapat digunakan sebagai ruang tambahan sholat, sehingga daya tampung yang dapat dicapai oleh masjid ini menjadi lebih dari 3 kali lipat ruang utamanya.

Karena terletak di komplek perumahan, dan komplek industri, tentu saja mayoritas jamaahnya merupakan para pekerja dan penghuni perumahan yang beragama islam.

Arsitektur Masjid At Taqwa Kantor BPN

Karena juga terletak di kawasan industri Lippo Cikarang, tentu saja pada waktu datangnya sholat jum’at, jamaah yang ditampung bahkan tetap melebihi kapasitas dari 4 bangunan yang disediakan. Sehingga, kerap kali para pengurus masjid harus menyiapkan tempat tambahan di areal parkir yang sudah diberikan atap permanen sebagai tempat tambahan untuk sholat.

Lahan parkir yang disediakan tersebut juga sangat luas, sekitar 4 kali lipat dari ruang utama masjidnya. Meskipun terletak di kawasan ramai dengan hiruk pikuk Lippo Cikarang, namun suasana di masjid ini sangat tenang karena seperti ter-isolir dengan batasan pagar disekeliling bangunannya. Selain itu, gemercik air yang berasal dari kolam ikan disekitar masjid menambah kesejukan dan mengurangi kebisingan yang ada disekitarnya.

Masjid Darul Khidmah Sidogiri Cikarang

Masjid Darul Khidmah Sidogiri

Masjid Darul Khidmah Sidogiri atau biasa disingkat menjadi Masjid DKS terletak di Kampung Pamahan, Ds. Jatireja, Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Masjid DKS ini dapat diakses dari simpang Bapelkes Lemahabang, dengan melewati jalan simpang menuju arah Kali Malang. Mudahnya, ada angkota yang juga turut melewati rute dan jalan didepan masjid, sehingga akan lebih efektif jika anda menggunakan kendaraan umum saja.

Sedangkan untuk yang tinggal di komplek perumahan Cikarang Baru, perjalanan ke Masjid DKS ini memiliki waktu tempuh sekitar 5 menit saja, yaitu silahkan naik kendaran pribadi dari gerbang Graha Asri menuju Kali Malang.

Masjid Darul Khidmah Sidogiri

Pembangunan masjid ini menjadi salah satu bagian dari proyek pembangunan Darul Khidmah Sidogiri (DKS) di daerah Cikarang. Sidogiri sendiri merupakan salah satu pondok pesantren yang cukup besar berpusat di Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

Awal mula dilakukan proyek pembangunan DKS ini adalah dari hasil silaturahmi alumni PonPes Sidogiri yang tersebar di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang kemudian bersepakat ingin membangun tempat permanen sebagai fasilitas pertemuan mereka. Sekaligus sebagai bentuk amal jariyah mereka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Selain digunakan sebagai tempat sholat, fasilitas Masjid Darul Khidmah Sidogiri ini juga digunakan sebagai tempat pendidikan agama gratis. Artinya, pembelajaran seperti belajar mengaji bagi anak-anak maupun dewasa, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya dapat diikuti tanpa biaya sepeserpun. Kegiatan tersebut dilakukan agar bangunan Masjid Darul Khidmah Sidogiri (DKS) ini menjadi Rahmatallil’aalamin seperti tujuan utama agama Islam.

Pada awalnya, ada 3 tempat pilihan yang akan digunakan sebagai tempat pendirian Masjid DKS ini yaitu Pamahan (Cikarang), Karawang, dan satu tempat lainnya di Bogor. Namun, kemudian para sesepuh Ponpes Sidogiri memutuskan secara bersama bahwa Kampung Pamahan lah yang akan digunakan sebagai tempat pembangunan Masjid Darul Khidmah Sidogiri (DKS) ini.

Pembangunan Masjid DKS dimulai pertama kali pada tahun 2008 lalu, bertempat di Kampung Pamahan, Cikarang. Tujuan paling utamanya adalah sebagai fasilitas tempat sholat untuk masyarakat sekitar dan memberikan pendidikan agama secara gratis kepada anak-anak warga sekitar. Tujuan tersebut dilakukan agar anak-anak mendapatkan pendidikan agama dari dini, sehingga kelak dewasa menjadi orang yang berkualitas, bermoral, dan dapat berbakti kepada agama dan bangsa.

Hingga kini sudah lebih dari 400 anak-anak hingga remaja yang selalu berkumpul tiap sore untuk ikut dalam kegiatan belajar agama tersebut. Program pembelajaran yang diberikan adalah Membacak Al-Qur’an, Nahwu, Sorof, hingga Tauhid.

Tidak hanya anak-anak saja yang mengikuti program tersebut, namun terdapat pengajian khusus untuk ibu-ibu yang ditujukan untuk membentuk pribadi seorang istri yang baik, berbakti kepada keluarga, terutama pada suami dan anak-anak mereka. Hingga kini, pengajian rutin yang dilakukan setiap akhir pekan dan awal pekan ini diikuti lebih dari 50 ibu-ibu sekitar.

Menara Masjid Darul Khidmah Sidogiri

Arsitektur Masjid Darul Khidmah Sidogiri (DKS)

Sekilas bangunan masjid ini seperti masjid yang didanai oleh pemerintah setempat, maupun dari donasi dana negara arab, karena arsitektur nya sangat kental dengan nuansa masjid-masjid yang didanai oleh pihak pemerintah maupun luar negeri. Arsitektur khas tersebut dapat dilihat dari menara masjid yang dibuat dengan denah segi empat, ber-ornamen khas, serta beberapa kusen pintu dan jendelanya.

Namun, hal tersebut ternyata salah, karena pembangunan Masjid DKS ini merupakan hasil dari jerih payah yang dikumpulkan oleh para alumni PonPes Sidogiri di sekitar Jabotabek. Ukuran masjidnya memang tidak terlalu luas, dengan 4 soko guru sebagai penyangga utama. Sedangkan pada bagian kubah nya dilukis dengan langit biru beserta beberapa awan di sekitarnya.

Masjid Al Muhajirin Cikarang Baru Jawa Barat

Masjid Al Muhajirin terletak di Jalan Kancil, Perumahan Cikarang Baru, Ds. Sertajaya, Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bangunan masjid Al Muhajirin dibangun dengan sangat megah, dengan bangunan 2 lantai, dengan balutan warna putih di lantai pertama, dan warna hijau muda di lantai kedua, sedangkan untuk kubahnya diwarnai hijau tua.

Pembangunan Masjid Al Muhajirin

Proses pembangunan Masjid Al-Muhajirin ini dimulai pada tanggal 21 April 2001 silam, dengan peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Prof. Dr. Said Agil Siradj Ma. Selaku Menteri Agama Republik Indonesia. Pada saat acara peletakan batu pertama tersebut juga dimeriahkan oleh grup nasyid Ar-Royan, serta dilakukan acara penggalangan dana amal untuk para tamu yang hadir jika ikhlas memberikan sedikit bantuannya kepada pembangunan masjid ini.

Masjid Al Muhajirin Cikarang Baru

Pada saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Muhajirin, pihak panitia pembangunan mengatakan bahwa prakiraan biaya yang dibutuhkan secara keseluruhan adalah sekitar Rp. 282 juta. Sementara itu, dana yang sudah dimiliki oleh pihak panitia baru mencapai sekitar Rp. 25 juta saja, sangat jauh dari kesiapan dana total keseluruhan. Namun, berkat usaha yang dilakukan dan yakin bahwa Allah akan memberikan bantuan dan keberkahannya, lambat laun dana yang sangat besar tersebut dapat terkumpul, dan bangunan Masjid ini dapat diselesaikan dengan sangat megah.

Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menawarkan program amal jariyah berkala untuk para donatur. Sehingga, donasi yang diberikan bisa sesuai kemampuan dan sesuai tanggal yang di sanggupi oleh donatur tanpa memberatkan mereka. Akhirnya, berkat program tersebut, sumber dana lain pun juga turut masuk ke dalam proses pembangunan Masjid Al-Muhajirin.

Namun, ada beberapa kendala dalam perjalanan pembangunan tersebut. Pada awalnya diperkirakan bahwa pembangunannya tidak sampai menghabiskan dana Rp. 300 juta, namun sampai akhir tahun 2004 lalu, untuk penyelesaian bangunan dasar, dan lantai pertama sudah menghabiskan sekitar Rp. 408 juta.

Kemudian, untuk pembangunan lantai keduanya diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 290 juta. Jadi jika ditotal secara keseluruhan pembangunan Masjid Al Muhajirin ini memerlukan lebih dari Rp. 700 juta sampai pada tahap finishing bangunan.

Meskipun membutuhkan dana yang terbilang sangat besar, namun pembangunan masjid ini tetap mengutamakan bantuan donasi dari swadaya masyarakat saja, tanpa mengandalkan bantuan dari negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar amal jariyah yang terserap berasal dari warga sekitar, dan Provinsi Jawa Barat saja.

Setelah pembangunan berjalan sekitar 10 tahun hingga saat ini akhirnya Masjid Al-Muhajirin dapat selesai hingga tahap finishing, dan berdiri kokoh dengan kemegahan tersendiri hingga saat ini.

Arsitektur Bangunan Masjid

Jika dilihat secara sekilas tentu saja kita akan mengetahui secara langsung jenis arsitektur yang dipakai. Masjid Al-Muhajirin mengadopsi arsitektur masjid modern dan tradisional, dengan bangunan berupa beton secara keseluruhan agar bangunan dapat bertahan puluhan hingga ratusan tahun.

Kubah Masjid Al Muhajirin Cikarang Baru

Bangunannya berlantai 2, dengan atap berbentuk limasan tunggal, dan diberikan satu kubah utama berukuran besar dibalut warna hijau tua. Di bagian puncak kubahnya diberikan ornamen bulan bintang, kemudian dibagian leher kubah tersebut dibangun jendela dengan kaca fiber wall sebagai jalan masuk sinar matahari pada siang hari. Sebanyak 4 menara kecil dengan kubah lebih kecil, namun dengan desain yang sama ditempatkan pada keempat sudut bangunannya.

Kemegahan akan semakin terasa saat kita memasuki bangunannya yang memiliki arsitektur modern, dengan sentuhan islam yang sangat terasa dengan adanya berbagai lukisan kaligrafi di hampir seluruh sudutnya.

Masjid Darul Falah Bekasi Jawa Barat

Masjid Darul Falah

Masjid Darul Falah terletak di Jalan Masjid, Kampung Panjanlin, Ds. Pasri Sari, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bangunan Masjid Darul Falah tersebut berada di tengah perkampungan yang bernama Kampung Panjalin. Kampung Panjalin ini merupakan sebuah kampung yang saat ini di kelilingi oleh berbagai perumahan elit dan juga kawasan industri Jababeka II. Lebih tepatnya lagi kampung ini berlokasi di belakang Wisma Matel, depan Rumah Sakit Harapan Internasional Cikarang Baru.

Jika Anda ingin berkunjung ke masjid ini apabila dari perempatan Rumah Sakit Harapan Internasional, kita harus belik ke Jalan Industri Selatan, lalu dari Wisma Matel dan PT. Fuji Seimitsu, ada satu gerbang masuk ke pemukiman penuduk yang bernama Kampung Panjalin tersebut dengan jalan yang bernama Jalan Masjid. Sekitar 30 meter melalui Jln. Masjid tersebut anda dapat menemukan bangunan masjid ini.

Masjid Darul Falah

Arsitektur Bangunan Masjid Darul Falah Kampung Panjalin

Bangunan Masjid Darul Falah Kampung Panjalin ini dibuat dengan dua lantai. Sebagian lantai duanya dibangun di atas jalan, ini artinya jika kita melintas di Jalan Masjid ini kita akan melewati kolong masjid tersebut. Hal ini dapat dimaklumi karena keterbatasan lahan dan lokasi pembangunan untuk masjid memaksa para jamaah serta bangunan masjid tersebut dengan bentuk yang cukup unik.

Bangunan Masjid Darul Falah ini memang dibangun dengan cukup sederhana, beratapkan limas bersusun lengkap dengan satu kubah kecil di bagian puncak. Hal tersebut menimbulkan kesan bahwa masjid ini sudah berumur tua, karena mempunyai arsitektur bangunan tradisional.

Apabila dilihat dari kejauhan bangunan Masjid Darul Falah ini seperti terjepit diantara beberapa pemukiman warga sekitar. Bahkan keran untuk berwudhu para jamaah di pasang di tembok salah satu rumah penduduk sekitar yang terletak di pinggiran jalan yang melewati kolong lantai dua masjid ini.

Memang agak memprihatinkan karena bangunan masjid ini sudah kuno dan belum ada renovasi. Bahkan beberapa bagian bangunannya sudah lumayan rusak. Dan lebih parah lagi yaitu suasana sekitar yang berhimpitan dengan beberapa pertokoan kecil, dan juga rumah warga sekitar.

Sebenarnya bangunan Masjid Darul Falah ini sudah lumayan modern, yaitu dengan lantai yang sudah dikeramik warna putih secara keseluruhan. Kemudian jendela dengan pilar dikanan dan kiri, serta risplang diatasnya menunjukkan bahwa bangunan ini adalah hasil renovasi. 1 pintu utama diletakkan di bagian timur, dibaut dengan warna biru, dan merupakan pintu yang lumayan kuno.

Seperti bangunan-bangunan lain yang semi modern, dengan perpaduan antara budaya tradisional dengan budaya modern, tentu saja Bangunan Masjid ini juga memiliki beberapa soko guru diruang utamanya. Atap lantai pertama berupa beton yang terlihat sangat kokoh, dan keseluruhan bangunannya dibalut dengan warna putih, kecuali pada bagian pintu, ujung tiang, dan juga hiasan mihrab dan mimbar.

Interior Masjid Darul Falah

Pada bagian mimbarnya terdapat dua pilar yang ditempelkan ke tembok, kemudian ruangannya dibuat dengan cukup luas. Sebuah mimbar berukuran kecil dan sederhana berbentuk podium yang hias dengan ukiran lafadz “Allah” yang sangat besar diletakkan di dalam ruangan mimbar tersebut.

Pada bagian kanan, kiri, dan atas mihrab ini juga diberikan sentuhan sederhana dan beberapa hiasan menarik. Karena terletak di lingkungan yang padat penduduk, Masjid Darul Falah ini selalu ramai jamaah terutama pada saat jamaah maghrib dan isya. Dan juga terdapat beberapa kegiatan keagamaan seperti belajar membaca Al Qur’an dan lain sebagainya setiap setelah maghrib.

Masjid Jami Al Muttaqin Cikarang Selatan Jawa Barat

Masjid Jami Al Muttaqin

Masjid Jami Al Muttaqin ini juga terletak di daerah Kampung Kukun RT 09/05 Ds. Ciantra, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Lebih tepatnya terletak di sekitar Villa Mutiara, hanya beberapa meter saja dari Villa tersebut.

Masjid Raya Al Muttaqin ini bangunan nya masih terlihat baru, cat dinding nya masih terawat dengan baik. Bangunan masjid nya terlihat mencorong berada di tengah Kampung Ciantra di dominasi warna kuning, cream dan biru. Masjid Jami ini dibangun dengan kubah utama yang berukuran besar, dengan balutan warna biru, ditambah dengan ornamen bulan bintang khas sebuah masjid.

Pada bagian timur menara masjid terdapat sebuah plakat dengan tulisan Masjid Jami Al Muttaqin yang dibuat dengan berbentuk setengah lingkaran. Dan pada keempat sudut menara masjid ini juga terdapat 4 menara kecil yang berbentuk ramping. Kemudian, pilar-pilar segi empat dengan lengkungan setengah lingkaran dan bentuk kubah menghiasi bagian sisi bangunan masjid tersebut.

Masjid Jami Al Muttaqin Cikarang Selatan

Bangunan Masjid Jami’ Al-Muttaqin ini memiliki angka unik pada setiap bangunannya yang selalu berhubungan dengan aka tiga. Yang pertama dapat kita lihat adalah undakan anak tangga yang berjumlah tiga. Dan pada bagian atap masjid di desain dengan 3 undakan pada 4 menara disetiap sudutnya.

Angka 3 disini ternyata sangat erat kaitannya dengan pedoman hidup seorang muslim yaitu Islam, Iman, dan Ihsan yang harus senantiasa dimiliki oleh seorang muslim agar hidupnya bahagia di dunia dan di akhirat.

Arsitektur Bangunan Masjid Jami Al Muttaqin

Semua interior bangunan Masjid Jami Al Muttaqin ini dilapisi dengan keramik bersih, mulai dari lantai masjid hingga seluruh dinding bagian dalamnya. Keramik masjid ini berwarna coklat, yang menjadi pembeda yaitu pada 4 soko gurunya yang di desain dengan keramik berbagai warna yaitu coklat, putih dan hitam.

Tiang penyangga yang jumlahnya 4 tersebut di desain bundar dan menopang langsung atap masjid serta kubah dan menaranya. Pada sekitar kubah masjid diberi beberapa jendela sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan alami untuk ruangannya. Rongga kubah masjid yang bagian dalam di desain segi delapan yang setiap seginya dilukis dengan kaligrafi yang sangat indah.

Untuk tempat wudhu dan toilet diletakkan di bagian selatan bangunan utama, namun terpisah. Pada halaman parkir masjid ini cukup luas, karena masjid ini merupakan masjid Agung yang menjadi pusat untuk kegiatan keagamaan masyarakat sekitar bekasi. Lantai parkirnya juga sudah dilapisi dengan susunan batu bata merah, sehingga pemandangan klasik dapat terlihat dari masjid ini.

Yang unik disini adalah antara atap dan bangunan masjid utama dibuat semacam jarak untuk sirkulasi udara dan sinar matahari, sehingga jika pada siang hari jarak tersebut justru akan terlihat seperti lampu. Untuk sirkulasi cahaya masjid ini dari bagian kubah juga sudah cukup memadai.

Pada bagian mihrabnya terlihat sangat luas, yang memiliki 2 pilar yang saling berjauhan namun disambungkan dengan lengkungan kecil. Pada bagian atas mihrab ada lukisan kaligrafi yang melengkung dan terkesan sangat indah.

Interior Masjid Al Muttaqin Cikarang Selatan

Pada tembok mihrab bagian depan diberikan satu jendela fiber sebagai sirkulasi cahaya matahari, kemudian disamping kanan kiri jendela tersebut diberikan keramik bermotif ka’bah. Mimbar masjid ini yang berbentuk podium juga diletakkan pada bagian samping imam, namun karena ruangannya sudah cukup lebar maka ruangan ini sudah dinilai cukup maksimal untuk melakukan ibadah.

Jamaah dimasjid ini akan selalu padat apalagi pada saat sholat maghrib dan isya karena masyarakat sekitar sudah banyak yang pulang dari hiruk pikuk pekerjaan mereka. Sehingga jamaahnya hingga ke serambi masjidnya.

Puncak keramaian akan terjadi pada saat perayaan hari-hari besar islam dimana jamaah bahkan akan sampai pada bagian pelatarannya.

Masjid Jami Al Barkah Karawang

Masjid Jami Al Barkah

Masjid Jami Al Barkah – Kota Karawang hingga saat ini sangat terkenal sampai ke mancanegara tentang wilayahnya yang memang mempunyai industri terbesar. Saat ini pemerintah terus mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi untuk ke berbagai daerah dan termasuk juga Karawang. Dikatakan bahwa kota Karawang mempunyai potensi yang besar untuk memperkuat daya saing di kawasan industri. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Akses Industri Internasional Kementrian Perindustrian yaitu I Gusti Putu Suryawirawan. Kawasan industri karawang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Jawa Barat yang sama dijelaskan dalam data Kementerian Perindustrian. Disebutkan juga bahwa ada sekitar 2.381.97 hektar lahan yang kini sedang dikembangkan menjadi sepuluh kawasan industri baru yang bertaraf nasional dan juga internasional di wilayah provinsi Jawa Barat dan sebanyak 35% dari lahan tersebut tepatnya berada di Karawang.

Maka tak heran jika kedepannya lagi kota Karawang semakin maju dan terkenal dengan industrinya yang begitu banyak. Padahal pada awalnya kota tersebut dikenal sebagai kota Lumbung Padi. Dimana Karawang sendiri merupakan salah satu kota penghasil beras yang begitu banyak dan melimpah karena memang banyak sekali wilayahnya yang memiliki area lahan hijau. Kebanyakan penduduk Karawang pada saat itu adalah petani dan sekarang masih berprofesi itu, walaupun sekarang kebanyakan adalah para pekerja yang bekerja di masing-masing industri di Karawang. Mereka para pengusaha sengaja memilih Karawang sebagai tempat perusahaannya berdiri karena disana memang lahannya begitu luas dan lokasinya yang cukup strategis di Jawa Barat.

Masjid Jami Al Barkah Karawang

Penduduk dari Karawang sendiri adalah mayoritasnya suku Sunda. Mereka biasa menggunakan bahasa sunda untuk kesehariannya. Walaupun dikenal sebagai kota industri, tetapi kota Karawang ini juga mempunyai berbagai macam bangunan dan pusat perbelanjaan lainnya yang menarik dan modern. Mulai dari objek wisata, wisata kuliner sampai berbagai macam bangunan dapat kita jumpai di karawang. Dan Karawang masih mempunyai sebuah pedesaan dan perkampungan yang mempunyai ciri khas. Jadi mereka penduduk Karawang tidak sepenuhnya mengikuti perkembangan zaman dengan adanya terus berkembang perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut. Tetapi juga mereka masih memiliki jati dirinya sebagai para petani dan juga seperti lainnya. Bahkan disebutkan kota Karawang juga memiliki cukup banyak pondok pesantren yang biasanya dipilih oleh para santri untuk menuntut ilmu disana dan biasanya pondok pesantren tersebut berada di sebuah perkampungan dan pedesaan,

Terlepas dari itu semua, Karawang memiliki nilai agama yang cukup kuat dan kental karena masih menjunjung ajarannya. Terbukti dengan adanya pondok pesantren dan juga bangunan masjid yang berada di setiap wilayah penjuru Karawang. Banyak juga bangunan masjid yang telah dibangun di kota tersebut tidak hanya di pusat kotanya saja tetapi juga di pedesaan dan perkampungan akan dengan mudahnya menemukan bangunan masjid. Salah satu bangunan masjid tersebut berlokasi di Jalan Raya Teluk Jambe, Pinayungan, Teluk Jambe Timur Kabupaten Karawang. Nama masjid tersebut adalah masjid Jami Al-Barkah.

Arsitektur Bangunan Masjid Jami Al Barkah Karawang

Masjid Raya Al Barkah merupakan salah satu bangunan masjid yang besar dan terkesan masih mempertahankan khas dari Nusantara. Bangunan masjid ini memiliki dua lantai yang sudah di keramik, sehingga menambah suasana yang dingin dan sejuk bagi para jamaahnya. Bangunan masjid ini mempunyai atap masjid limas bersusun dan pada bagian dinding luarnya didominasi dengan menggunakan warna krem.

Interior Masjid Jami Al Barkah Karawang

Ketika memasuki ruangan masjid pun akan terasa begitu sejuk dan nyaman karena memang selalu dirawat sebaik mungkin sehingga terkesan begitu apik dalam menjaganya. Dibagian ruangan utama masjid pun dapat ditemukan berbagai macam hiasan kaligrafi yang berwarna warni dan juga lampu hias namun bentuknya seperti tradisional. Berada di sisi jalan raya, membuat suasana di masjid Jami Al-Barkah selalu dipenuhi oleh para jamaah.

Pabrik Kubah Enamel Bekualitas

Pabrik Kubah Masjid Enamel – Badan usaha yang bergerak dalam bidang kerajinan kubah masjid. Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan industri kubah masjid juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu bentuk inovasi pada industri kubah masjid yaitu perkembangan Bahan baku alternatif untuk pembuatan kubah masjid. Selain itu juga banyak dikembangkan  teknik pelapisan cat warna pada permukaan kubah masjid. Salah satu metode yang banyak diaplikasikan pada pembuatan kubah masjid yaitu teknik pelapisan enamel coating.

Metode  coating berasal dari Jerman dan mulai dikembangkan pada tahun 1840. Metode enamel coating yang diterapkan pada pembuatan kubah masjid terdiri dari 2 sistem pelapisan warna yaitu lapisan dasar dan topcoat. Lapisan pada dasar permukaan kubah masjid berfungsi sebagai pelindung bahan logam dari peristiwa korosi. Lapisan dasar ini biasanya berwarna hitam pekat. Sedangkan pada lapisan topcoat terdiri dari lapisan warna yang dibuat sesuai dengan pemesanan. Produk kubah masjid yang menggunakan metode enamel coating sering disebut dengan kubah masjid enamel.

Kubah masjid dibuat dari bahan baku  yang merupakan bahan baku berkualitas terbaik dan memiliki karakteristik tekstur tidak rata dan warnanya yang menarik. Dengan metode pewarnaan dan bahan baku berkualitas ini menjadikan produk kubah masjid enamel memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan dapat menjadi alternatif kubah masjid pilihan anda. Setiap Pabrik Kubah Masjid Enamel memiliki standar tersendiri dalam menentukan harga kubah masjid enamel.

Harga dari produk kubah masjid enamel dipengaruhi oleh desain, proporsi warna, dan ornamen tambahan yang akan diaplikasikan pada kubah masjid pesanan Anda. Semakin rumit pengerjaan kubah masjid anda maka harga kubah masjid akan semakin mahal. Secara umum harga kubah masjid enamel berada pada kisaran 1 juta rupiah sampai dengan 2,6 juta rupiah. Harga tersebut merupakan harga per m2 dan belum termasuk biaya pengiriman. Apabila Anda ingin menambahkan ornamen dan kaligrafi maka anda harus menambahkan Rp700.000 untuk setiap motif ornamennya.

Dengan harga tersebut produk kubah masjid enamel relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk upah lainnya. Namun anda tidak perlu khawatir.

Pabrik Kubah Enamel Samjaya Utama Memiliki Keunggulan Sebagai Berikut:

1. Memiliki struktur konstruksi yang ringan sehingga tidak membutuhkan pondasi bangunan yang khusus.

Kubah masjid enamel dibuat dari bahan plat baja low karbon yang memiliki karakteristik ringa namun sangat kokoh. Dengan hasil akhir kubah masjid yang ringan maka anda tidak perlu memerlukan desain konstruksi bangunan masjid yang ekstra kuat untuk menopang kubah masjid enamel. Hal ini tentu saja akan menghemat rencana anggaran biaya pembuatan masjid anda.

2. Memiliki potensi kerusakan yang rendah apabila terjadi bencana alam gempa bumi.

Karena bangunan tidak memiliki beban yang sangat berat, maka apabila terjadi gempa bumi, bangunan tetap akan stabil dan tidak mudah roboh.

3. Kubah Masjid Enamel dapat tahan terhadap korosi dan perubahan cuaca.

Dengan bahan plat baja yang memiliki kandungan besi kurang dari 0,5% maka bahan logam pembuat kubah masjid enamel tidak akan mudah mengalami korosi. Selain itu kubah masjid enamel menggunakan metode pelapisan enamel coating yang dapat melindungi permukaan kubah masjid dari panas dan hujan.

4. Memiliki desain kubah masjid yang menawan futuristik.

Desain warna dan motif yang diaplikasikan padakubah masjid enamel sangat beragam dan futuristic, karena teknik enamel coating dapat diaplikasikan pada semua jenis kubah masjid.

5. Kualitas warna pada kubah masjid enamel bertahan hingga 20 tahun

Karena melalui proses enamel coating yang meggunakan oven bersuhu 800⁰ celcius, maka kualitas warna yang dihasilkan oleh kubah masjid enamel dapat awet hingga 20 tahun.

Apabila anda sedang mencari produk kubah masjid murah dengan kualitas terbaik, pabrik kubah masjid enamel Samjaya Utama dapat menjadi pilihan terbaik anda. Sebagai Pabrik Kubah Masjid memiliki banyak penawaran menarik dengan harga yang sangat terjangkau. Segera hubungi kami melalui layanan customer service pada nomor telepon 08122229385 atau  langsung datang kantor kami di  CV. Samjaya Utama RT 05 RW 02 Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari Trenggalek.

Masjid Agung Palabuhanratu Jawa Barat

Masjid Agung Palabuhanratu

Masjid Agung Palabuhanratu berlokasi di Tatar Pasundan, yang lebih tepatnya berada di Kota Palabuhanratu, Provinsi Jawa Barat. Bangunan Masjid Agung Palabuhanratu pertama kali didirikan pada tahun 1926, dan sampai saat ini sudah mengalami beberapa renovasi sehingga terlihat kemegahannya.

Bangunan Masjid Agung Palabuhanratu berdiri dengna sangat kokoh di Desa Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu Kota, atau tepatnya berada di Jalan Siliwangi Plabuhanratu, di sisi barta Alun-Alun Palabuhanratu.

Bangunan masjid ini sangat besar, yaitu sekitar 26 x 26 meter, yang memiliki 3 lantai, 2 menara masjid juga dibangun tepat di bagian depan sisi kanan dan kiri masjid tersebut. Terdapat sebuah menara yang lebih rendah dari kubah masjid, dan ada satu lagi lebih tinggi dari kubah masjid yang utama.

Keseluruhan bangunan Kubah dan juga menara dibaut dari beton. Kemudian sebagian besar bangunannya di kelilingi oleh bangunan dinding yang terbuat dari kaca, terutama di bagian belakang, dan sisi kanan dan kirinya. Langit-langit masjidnya dibuat dengan cukup tinggi sehingga panas dari atas tidak begitu terasa, dan hawa didalam bangunan masjid selalu terasa sejuk dan adem. Jika kita naik ke lantai tiga, maupun ke bagian menara yang lebih tinggi dari kubah, kita akan mendapatkan pemandangan langsung ke Laut Samudera Indonesia.

Masjid Agung Palabuhanratu

Pembangunan awal untuk masjid ini pada tahun 1926 pada masa penjajahan di Indonesia. Lahan tempat berdirinya masjid ini merupakan tanah wakaf dari warga Kampung Pakauman (nama kampung sebelum diberi nama Palapuhanratu saat dulu).

Bangunannya memiliki 3 lantai, sehingga jamaah yang dapat ditampung mencapai 1.300 jamaah. Kemudian 2 menara juga ikut dibangun, dengan ketinggian menara lebih tinggi dari kubah masjid yang berukuran sekitar 30 meter. Bangunan masjid juga dilengkapi dengan 20 anak tangga menuju ke lantai atas. Lantai yang kedua bisa menampung jama’ah sekitar 500 orang, yang sama dengan lantai pertama. Sedangkan lantai ketiga dibuat dengan denah lebih kecil, sehingga hanya dapat menampung sekitar 300 jamaah saja.

Masjid Agung Palabuhanratu yang terletak di Jantung Kota tersebut tidak hanya digunakan sebagai fasilitas tempat ibadah sholat lima waktu saja, namun juga di isi oleh berbagai kegiatan rohani lain seperti kegiatan belajar, TPA, dan juga pengajian, agar karakter masyarakat sekitar tumbuh dengan baik.

Arsitektur Bangunan Masjid Agung Palabuhanratu

Jika dilihat secara keseluruhan, bangunan Masjid Agugn Palabuhan Ratu ini terlihat memiliki seni arsitektur kolonial belanda. Bagaimana tidak, jika dilihat pada dasar-dasar menara, dan tiangnya, dibuat dengan semen kasar dibalut dengan warna hiijau, sangat khas dengan bangunan-bangunan lawas khas Belanda jaman dulu.

Menara masjid yang kecil dibangun cukup besar, dengan kubah putih dan puncak lancip dibagian atasnya. Kemudian terdapat beberapa jendela dibagian tengah dan atas yang di fungsikan sebagai sirkulasi cahaya matahari. Untuk menara masjid yang lebih tinggi dibuat sama seperti menara yang lebih rendah, hanya saja memiliki ketinggian yang lebih. Menara yang tinggi tersebut digunakan sebagai tempat untuk pengeras suara masjid.

Arsitektur Masjid Agung Palabuhanratu

Halaman parkir dan taman untuk masjid ini kecil, karena terletak di pinggir jalan. Sehingga, hanya beberapa kendaraan roda 4 dan roda 2 yang dapat masuk ke areal parkir, sedangkan sisanya parkir di pinggir jalan.

Yang paling unik adalah pada bagian kubah masjid yang sangat luas. Karena bangunan kubah dari beton tersebut dibuat dengan bertumpuk, artinya ada sela diantara kedua lapisan tersebut, dan terlihat seperti cangkang keong. Keseluruhan kubah diwarnai putih bersih, dengan ornamen lancip di bagian puncaknya.

Masjid Al Furqon di Universitas Pendidikan Indonesia

Masjid Al Furqon

Masjid Al Furqon yang terletak di Universitas Pendidikan Indonesia ini menjadi salah satu Masjid Kampus Terbesar dan Termegah di Indonesia. Bahkan masjid ini masuk nominasi masjid terbesar di Asia Tenggara. Pada awalnya, bangunan Masjid Al-Furqon UPI ini memiliki bentuk yang sederhana, dengan desain tanpa kubah dibagian atapnya, kemudian pola-pola yang diulang dan sederhana pada bangunan utamanya.

Sedangkan untuk penggunaan warna-warna Earth Tone (Warna Khas Tanah), serta fungsionalitas desainnya mengingatkan kita pada masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB). Tidak heran jika kemiripan juga terjadi karena antara Bangunan Masjid Al-Furqon, dan Masjid Salman juga dirancang sendiri oleh arsitektur kondang Achmad Noe’man.

Pada tahun 2004, bangunan masjid yang lama di renovasi secara total, sekaligus dirubah tampilan masjidnya secara keseluruhan. Proses pembangunan ulang Masjid ini dilakukan dalam rangka modernisasi fisik Kampung Universitas Pendidikan Indonesia (Jalan Dr. Setiabudhi, No. 229, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat). Pembangunan ulang tersebut didanai penuh oleh Islamic Development Bank (IDB), sehingga arsitekturalnya pun menyesuaikan dengan organisasi yang menjadi donatur tersebut, dan bahkan tidak lagi mirip dengan bangunan lawasnya.

Masjid Al Furqon

Renovasi tersebut di arsitekturi oleh Rektor UPI, Prof. Dr. H. Fakry Gaffar, M.Ed. dengan melakukan beberapa perubahan besar terhadap arsitektur bangunannya. Dengan bantuan dana pinjaman dari organisasi IDB, melalui Dirjen Pendidikan Tinggi.

Beberapa gedung yang megah dan mewah juga turut dibangun dan direnovasi, sehingga renovasi total ini menjadikan bangunan komplek Masjid Al-Furqon menjadi lebih megah dan mewah seperti yang dapat kita lihat saat ini. Saat selesai pembangunan, Masjid Al Furqon ini juga dijadikan sebagai Islamic Tutorial Center untuk Unversitas Pendidikan Indonesia. Sehingga, Kampus ini menjadi sebuah Universitas Islam dengan diadakannya program kegiatan Tutorial PAI – SPAI.

Kepengurusan untuk Masjid ini juga semakin apik dan rapi, karena susunan pengurus mulai dari Komisariat, Pengurus, Pelaksana Harian, Biro Sekretariat dan Kerumahtanggaan Masjid, Biro Ta’mir Masjid dan Ubudiah serta semua pengurus yang lain juga ikut dibentuk untuk kemashlahatan masjid ini. Pengurus masjid ini sepenuhnya dipegang oleh Dosen dan Pembimbing di Universitas Pendidikan Islam.

Bentuk Bangunan Masjid Al Furqon UPI

Pada bagian depan masjid dibangun areal parkir yang cukup lega. Kemudian dibangun pula koridor panjang yang biasa kita kenal dengan selasar masjid yang mengitari bangunan utamanya. Terdapat empat akses masuk ke dalam bangunan masjid Al-Furqon, yaitu dibagian depan terdapat sebuah tangga yang melintas di sayap kiri dan kanan. Sayap Kanan dikhususkan untuk jamaah wanita, sedangkan sayap kiri dikhususkan untuk Pria. Demikian juga di bagian belakang, sebuah tangga di kiri dan kanan juga terlihat membentang sebagai akses masuknya.

Arsitektur Masjid Al Furqon

Keunikannya adalah, lantai di masjid ini tidak menggunakan keramik seperti pada masjid-masjid modern umumnya, namun menggunakan kayu agar lantai tidak menjadi dingin. Hal unik lainnya adalah bentuk atap yang tidak memiliki kubah, dan hanya dibangun dengan bentuk limasan seperti masjid tradisional, padahal bagian bawahnya merupakan bangunan modern. Pada puncak atap masjid tersebut juga diberi sebuah ornamen berlafadzkan Allah yang memiliki ukuran besar dan mencolok. Ketinggian masjid Al Furqon hampir sama dengan gedung-gedung perkuliahan lain di komplek UPI, dengan bangunan masjid ini memiliki 4 lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai pusat kegiatan mahasiswa, Kantor pengurus DKM dan juga tempat berwudhu untuk para jama’ah. Sedangkan untuk lantai kedua hingga ke empat di khususkan untuk tempat sholat berjamaah, yang dapat menampung hingga 10.000 jamaah sekaligus.

Gratis Konsultasi 08122229385