Category Archive Kubah Masjid

Masjid Lama Gang Bengkok – Produsen Kubah Masjid Medan

Masjid Lama Gang Bengkok Kota Medan

Masjid Lama Gang Bengkok diprediksikan dibangun pada tahun 1874. Bangunan masjid itu berdiri di atas tanah wakaf dari Haji Muhammad Ali. Akan tetapi beliau lebih diketahui dengan nama Datuk Kesawan. Saat proses pembangunannya, Tjong A Fie yakni seseorang saudagar Tionghoa yang pindah ke kota Medan pada awal era ke 19. Tjong A Fie sendiri memikul semua pembangunan masjid itu. Masjid itu belokasi di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat Kota Medan Sumatera Utara.

Masjid Lama Gang Bengkok itu mempunyai sentuhan kental dari budaya Tionghoa serta Melayu. Kombinasi dari sentuhan tersebut membuahkan satu bangunan masjid yang unik. Masjid Gang Bengok pula adalah masjid paling tua ke-2 di Kota Medan. Awal mulanya masjid Al Osmani adalah masjid paling tua yang ada di Kota Medan dibangun pada tahun 1854. Lalu 20 tahun sesudahnya, dibuatlah masjid Gang Bengkok yang mempunyai satu riwayat pada orang melayu dengan orang Tionghoa.

Persisnya masjid Lama Gang Bengkok dibangun pada tahun 1874. Mempunyai nama yang aneh sebab pada awal pembangunannya ada dalam suatu gang sempit. Lalu ada satu belokan atau tikungan cocok di muka masjid itu. Ditambah lagi belum pernah terdapatnya nama sah yang ada pada masjid itu hingga masjid itu dinamakan masjid Lama Gang Bengkok. Pendiri masjid Gang Bengkok ialah Sultan Deli yang tidak memberi nama sah pada masjid itu hingga penduduk seputar memberikan nama dengan Masjid Lama Gang Bengkok.

Masjid Lama Gang Bengkok Kota Medan

Arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok

Dilihat dari arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok, masjid ini bukan adalah satu bangunan untuk melakukan beribadah. Tetapi seperti satu Klenteng buat umat Khonghucu. Tapi sebetulnya saat masuk masjid Lama Gang Bengkok maka tampak jelas dan akan terasa sangat situasi masjid yang demikian kental. Bangunan seperti Klenteng itu tidak bingung sebab yang membangunnya sendiri ialah seseorang tokoh Medan dari etnis Thionghoa. Tapi bila disaksikan lebih didominasi dengan bentuk Kelenteng, akan tetapi masjid Gang Bengkok masih mempunyai sentuhan Melayu dan Islam.

Sentuhan dari style Melayu bisa diketemukan di bagian plafon masjid yang ada hiasan pula dimaksud dengan ‘Lebah bergantung’. Hiasan itu dibikin dari kayu membuahkan ukiran yang begitu unik serta memesona hingga membuahkan seperti gorden dengan warna kuning. Warna kuning sendiri adalah warna ciri khas dari Melayu. Lalu di bagian gapura masjid Lama Gang Bengkok memperoleh sentuhan dari style Islam Persia.

Walau sudah alami perbaikan, persisnya di bagian dinding, pintu serta atap masjid, bentuk bangunan masjid itu masih tetap menjaga dari bagian keasliannya. Pada ruangan utamamasjid ini mempunyai ukuran 18 x 18 mtr. dengan tiang penyangga yang sejumlah empat berdiameter 2.1 sentimeter. Keempat tiang penyangga itu sama dengan dengan tiang penyangga yang dipunyai oleh rumah Tjong A Fie yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Medan. Disebutkan jika tukang yang membangunmasjid Lama Gang Bengkok ialah tukang yang bangun rumah Tjong A Fie.

Masjid Lama Gang Bengkok tidak mempunyai kubah besar tapi ada satu menara selain masjid. Atapnya yang demikian luas seperti Kelenteng jadikan masjid ini mempunyai keunikannya sendiri. Tidak hanya dipakai menjadi tempat melaksanakan ibadah, masjid ini pula mempunyai kegiatan yang lain seperti pengajian teratur dan beberapa keagamaan yang lain. Di dalam masjid itu pula sudah disiapkan perpustakaan dengan seputar 500 judul buku pengetahuan umum serta agama. Ada di tepi jalan tidak bingung masjid ini tetap ramai oleh pengunjung selain bentuk bangunannya yang unik.

Interior Masjid Lama Gang Bengkok Medan

Produsen Kubah Masjid Medan

Kami Produsen Kubah Masjid berkonsentrasi dibagian produksi kubah masjid yang sudah mempunyai pengalaman dalam pembuatan kubah masjid. Beberapa bahan kubah masjid yang kami produksi seperti kubah masjid enamel serta kubah masjid galvalum, kami turut memberikan service konsultasi kepada anda mengenai pembuatan,pengiriman, service pemasangan. Kubah masjid yang kami produksi memiliki berbagai warna,berbagai ornamen dan design kubah masjid seperti kemauan anda. Kami memberikan harga kubah masjid sangat murah, terbaik, terjamin, amanah dan terpercaya. Kepercayaan dan Kesenangan anda adalah satu tentang yang penting untuk kami, oleh karena itu kami demikian memahami kepentingan kubah masjid anda.

Buat Anda yang tengah mencari produsen kubah masjid Medan, tidak butuh bingung karena PT Sam Jaya Utama adalah jalan keluar terbaik. Cukuplah cuma kerjakan pemesanan, jadi semua yang berkaitan dengan pembangunan kubah akan diselesaikan sama juga dengan waktu yang dijanjikan.

 

Masjid Islamic Center Prabumulih – Konstruksi Kubah Sumatera Selatan

Masjid Islamic Center Kota Prabumulih

Masjid Islamic Center Prabumulih terdapat di Jalan Lingkar, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Gunung Ibul, Kota Prabumulih, Propinsi Sumatera Selatan. Nama kota yang jadikan nama masjid ini mempunyai riwayat yang unik, sebelum jadi kota yang mandiri, nyatanya masjid ini sempat jadi Kota Administratif di lokasi kabupaten Muara Enim. Kota Prabumulih sempat juga jadikan kota pembantu di lokasi Gelumbang.

Masjid Islamic Center Prabumulih atau biasa dimaksud dengan singkatannya MICP, mulai dibuat pada tahun 2010 lantas serta membutuhkan waktu seputar 4 tahun untuk penyelesaian semua bangunannya. Pembangunan masjid ini diberitakan habiskan dana seputar Rp. 29,68 miliar.

Tender masjid dengan Budget mengagumkan itu diambil oleh PT Cindo Kekal Perkasa (CAP) dengan tenggang waktu yang dikasihkan ialah seputar 10 bulan. Ditambah Pihak Kontraktor yang memberi janji jika bangunan masjid akan tuntas dalam kurun waktu 10 bulan saja. Akan tetapi kenyataannya, prediksi itu meleset serta justru memerlukan waktu pembangunan seputar 4 tahun.

pintu gerbang islamic center prabumulih sumatera selatan

Sesudah tuntas, jadi masjid garapan PT Cindo Kekal Perkasa (CAP) ini diserahkan pada Komplek Perkumpulan Islam (Islamic Center) di daerah kota prabumulih di akhir tahun 2014 kemarin. Pada akhirnya, Masjid Islamic Center Prabumullih siap untuk dipakai menjadi tempat beribadah ataupun menjadi tempat musyawarah oleh kaum muslim seputar pada awal tahun 2015. Letak masjid ini ada di depan SMAN 7 Kota Prabumulih, hingga sehari-harinya masjid ini tetap ramai didatangi oleh beberapa murid, dan guru-guru dari sana untuk lakukan beribadah shalat berjamaah.

Arsitektur Masjid Islamic Center Kota Prabumulih

Ide arsitektur yang dianutnya memakai ide “Islam Sejuk Dilihat Mata” dengan ornament serta instrumen ciri khas negara timur tengah. Walau ambil style di luar negeri, akan tetapi estetika bangunan masjid dalam negeri ikut juga digbungkan.

Masjid Islamic Center kota Prabumulih pula sudah memperoleh predikat masjid paling besar serta terluas di daerah Propinsi Sumatera Selatan. Tidak hanya dipakai menjadi tempat beribadah, nyatanya ada banyak bangunan sekunder yang dibuat menjadi Kantor MUI serta Tubuh Zakat Nasional (Baznas) di lokasi Prabumulih.

Bangunan yang dipakai menjadi tempat MUI dan Baznas mempunyai aula yang cukup besar. Aula yang besar ini terkadang dipakai menjadi tempat acara yang terpenting, contohnya pertemuan antar anggota dewan atau penduduk seputar.

Sedang untuk arsitekturnya, masjid ini mempunyai ornamen-ornamen megah yang diadopsi dari masjid-masjid di daerah Timur Tengah. Warna menguasai yang dipakai ialah abu-abu serta kream, dan bentuk kubah yang dicat berwarna-warni serupa seperti corak batik.

Kubah yang dibuat di atas ruang penting masjid adalah kubah dengan 2 corak warna yang berlainan, hingga keindahan bisa dirasa. Sedang untuk mode membuatnya, kubah itu pula dibikin dengan panel enamel dengan hiasan warna yang bermacam, seperti lihat ukiran batik di kubah itu.

Bentuk kubah masjid benar-benar sangat bermacam, contohnya saja kubah dengan skema enamel iris ketupat, akan tetapi yang diadopsi oleh penduduk ditempat adalah kubah dengan motif batik untuk memberi keunikan pada Kota Prabumulih menjadi kota batik pula, tidak bingung bila sangat banyak beberapa orang dan wisatawan yang ingin tahu dengan Masjid Islamic Center Prabumulih.

masjid islamic center prabumulih sumatera selatan

Sedang untuk mitos yang tersebar, selain ruang masjid ada pemakaman dengan usia yang sangatlah tua. Menurut masyarakat ditempat, kompek pemakaman adalah kompleks pemakaman sesepuh yang membuat Kota Prabumulih.

Ditambah lagi, saat belum dibuat masjid, konon lokasi Masjid Islamic Center ini adalah rimba belantara yang di babat oleh pemerintah pusat Sulawesi Selatan, yang saat itu dipakai menjadi pelebaran lokasi Prabumulih.

Konstruksi Kubah Sumatera Selatan

Kami Konstruksi Kubah Masjid berkonsentrasi dibagian produksi kubah masjid yang sudah mempunyai pengalaman dalam pembuatan kubah masjid. Beberapa bahan kubah masjid yang kami produksi seperti kubah masjid enamel serta kubah masjid galvalum, kami turut memberikan service konsultasi kepada anda mengenai pembuatan,pengiriman, service pemasangan. Kubah masjid yang kami produksi memiliki berbagai warna,berbagai ornamen dan design kubah masjid seperti kemauan anda. Kami memberikan harga kubah masjid sangat murah, terbaik, terjamin, amanah dan terpercaya. Kepercayaan dan Kesenangan anda adalah satu tentang yang penting untuk kami, oleh karena itu kami demikian memahami kepentingan kubah masjid anda.

Buat Anda yang tengah mencari konstruksi kubah masjid prabumulih, tidak butuh bingung karena PT Sam Jaya Utama adalah jalan keluar terbaik. Cukuplah cuma kerjakan pemesanan, jadi semua yang berkaitan dengan pembangunan kubah akan diselesaikan sama juga dengan waktu yang dijanjikan.

Masjid Agung Padang – Produsen Kubah Masjid

Masjid Raya Sumatera Barat

Jika umumnya masjid dibuat dengan kubah diatasnya, lainnya perihal dengan masjid Raya Sumatera Barat yang tidak mempunyai kubah masjid tetapi cuma mempunyai atap ciri khas budaya Minangkabau dengan sisi atapnya mempunyai design rumah gadang dengan empat pojok lancip, serta sedang bangunannya berupa gonjong. Nama lainnya dari masjid ini ialah Masjid Mahligai Minang.

Selain itu rujukan lainnya menjelaskan jika atap bangunan sebetulnya memvisualisasikan bentuk bentangan kain yang dipakai untuk mengangkat batu Hajar Aswad, saat empat kabilah suku Quraisy di Mekah berselisih opini tentang siapa yang memiliki hak mengalihkan batu itu ke tempat sebelumnya sesudah Kabah tuntas diperbaiki. Nabi Muhammad SAW lalu menyarankan supaya Hajar Aswad ditempatkan diatas selembar kain supaya semasing dari empat kabilah itu bisa mengangkatnya bertepatan.

Masjid Raya Sumatera Barat

Arsitek masjid ini ialah Rizal Muslimin, juara pertama pertandingan arsitektur nasional pada tahun 2016 dalam topik religius. Design masjid ini di inspirasi dari tiga lambang: sumber mata air, bulan sabit, serta rumah gadang. Masjid ini desainnya coba menyatukan unsur riwayat Islam serta kebiasaan Padang, yaitu kebiasaan basandi syarak, syarak basandi kitabullah (kebiasaan bersendikan pada agama, serta agama bersendikan kitabullah [al-Quran]).

Konstruksi Masjid Raya Sumatera Barat

Kontruksi masjid bertingkat ini terbagi dalam tiga lantai, lantai pertama masjid dipakai menjadi tempat wudlu serta tempat penambahan bila pada lantai penting (lantai dua) beberapa jemaah tidak dapat dimuat. Lantai ke-2 ialah ruangan penting dalam masjid yang dipakai menjadi tempat penting shalat berjama’ah. Sedang lantai ke-3 dapat juga digunakan menjadi tempat pilihan untuk beberapa jemaah shalat, atau dapat dipakai menjadi tempat istirahat bila pengunjung sepi.

Bangunan penting masjid mempunyai luas ruang seputar 40.343 mtr. persegi dengan daya tampung sebesar 20.000 jemaah. Lantai basic masjid bisa menyimpan 15.000 jemaah, sedang lantai ke-2 serta ketiganya seputar 5.000 jamaah. Tidak cuma itu saja, masjid ini memang didesain spesial oleh Rizal Muslimin menjadi masjid yang tahan gempa bumi sampai 10 SR. Jadi tidak hanya menjadi tempat beribadah, masjid ini dapat juga dipakai untuk shelter atau tempat evakuasi jika setiap saat berlangsung musibah tsunami.

Arsitektur dalam Masjid Raya Sumatera Barat

Di bagian interior masjid, sisi mihrabnya dibikin mirip bentuk batu Hajar Aswad dengan atapnya yang dihiasi dengan ukiran Asma’ul Husna berwarna keemasan dalam suatu latar belakang berwarna putih. Selain itu karpet permadaninya yang berwarna merah yang dipakai untuk sajadah ini adalah hadiah dari pemerintah Turki.

Di bagian dindingnya, masjid ini dihiasi oleh ukiran tempat Al-Qur’an dengan empat pojok yang mempunyai filosofi yang datang dari kebiasaan budaya Minangkabau, yaitu tahu di nan ampek, atau empat wahyu dari Allah (al-Qur’an, Injil, Taurat, serta Zabur). Tidak hanya ukiran tempat Al-Qur’an, ada ukiran segitiga dengan enam pojok didalamnya yang berarti tiga tungku sajarangan, tiga tali sapilin (Ulama, Ninik Mamak, serta Cadiak Pintar), mereka ialah beberapa tokoh yang perlu menggenggam teguh enam rukun iman menjadi pengikat serta pemersatu komponen yang ada di dalam penduduk.

Masjid Syaichona Cholil -Produsen Kubah Masjid

Masjid Syaichona Cholil Bangkalan Madura

Pulau Madura memang sangat banyak menaruh tujuan tempat wisata religi, terutamanya di Kabupaten Bangkalan. Bila beberapa waktu lalu kami memposting tulisan mengenai Pesarean Rato Ebu kesempatan ini kami coba membahas hal Objek Wisata Religi Masjid Syaichona Cholil. Masjid seseorang guru dari semua guru di negeri ini.

Berjarak seputar 2 km dari pusat kota Bangkalan serta bersisihan dengan Pantai Sambilangan, berdiri satu masjid sekaligus juga lambang penduduk Bangkalan. Semuanya yang terkait dengan Pesarean serta masjid Syaichona Cholil jadi hubungan sosial serta budaya buat penduduk Bangkalan bukan sekedar menjadi bangunan biasa saja. Seperti ada jalinan yang begitu kuat pada makam Beliau, Masjid dengan penduduk seputar.

Masjid Syaichona Cholil

Akses jalan ke arah masjid juga begitu nyaman untuk dilewati oleh kendaraan, banyak penujuk jalan yang menyengaja disiapkan pemerintah daerah ditempat untuk mempermudah kehadiran beberapa peziarah. Dari arah Jembatan Suramadu ataupun pelabuhan Kamal anda cukuplah ikuti penunjuk jalan ke arah pusat kota Bangkalan

Masjid Syaichona Cholil terdapat di desa Martajasah Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan adalah masjid yang sangat diagungkan oleh penduduk Bangkalan. Bukan sebab bangunan arsitektur yang begitu megah akan tetapi di dekat masjid ada makam seseorang alim ulama yang begitu disegani. Bukan sekedar oleh penduduk Bangkalan saja bahkan juga hampir semua penduduk Pulau Madura serta negeri ini.

Masjid Waliyullah Bangkalan Madura

KH. Moch Cholil sudah diketahui menjadi Waliullah serta menjadi guru besar di Madura atau bahkan juga di Indonesia. Tidak hanya hadir untuk berziarah ke makam itu beberapa peziarah serta wisatawan pula hadir bertandang untuk rasakan sholat di Masjid Syaichona Moh. Cholil yang sudah alami perbaikan
Kesan-kesan megah serta elegan memang benar berasa pada Masjid ini. Mulai dari pelataran masjid, sisi dalam masjid serta terpenting tempat pengimaman. Beberapa type mode ukiran serta kaligrafi terunggul menghiasi exterior ataupun interior masjid. Pas di muka masjid terdapat makam Sang Guru, samping kanan pelataran samping tempat jemaah wanita bergabung untuk mengaji pula lakukan beribadah yang lain.

Masjid Bangkalan

Sehari-harinya tempat ini tetap dipenuhi dengan peziarah, belum pernah seharipun sepi. Jika hari kamis legi datang jadi makin beberapa orang yang hadir untuk berziarah serta sholat di masjid, baik dari penduduk seputar ataupun di luar Pulau Madura. Situasi tenang serta damai benar – benar berasa di masjid, nada peziarah yang hadir membacakan doa tahlil, membaca Al Qur’an serta lakukan beribadah sholat.

Tidak kurang dari seputar 20 bus pariwisata hadir bertandang membawa rombongan orang untuk berziarah serta berkunjung ke masjid ini. Belum juga ditambah kendaraan pribadi, seperti mobil serta sepeda motor. Dengan adanya banyak peziarah serta wisatawan yang hadir pihak pengelola Pesarean serta masjid memberi tarif parkir buat tiap-tiap kendaraan. Untuk kendaraan roda empat serta sejenisnya dipakai tarif parkir sebesar Rp. 20.000, untuk sepeda motor sebesar Rp. 1.000.

Fasilitas-fasilitas Masjid Syaichona Cholil

Bila anda bertandang ke Masjid Syaichona Cholil anda tak perlu kembali cemas dengan sarana – sarana umum yang sudah disiapkan pihak pengelola. Seperti kamar mandi, toilet, ruangan ubah baju dan lain-lain. Di sekitar masjid pula ada lokasi pertokoan serta satu supermarket yang nyaman buat anda untuk belanja keperluan yang dibutuhkan.

Anda juga tak perlu takut terasa lapar serta haus kembali sebab di dekat lokasi pertokoan banyak ada pedagang minuman dan makanan. Jumlahnya peziarah serta wisatawan yang hadir bertandang sehari-harinya jadi daya tarik kuat buat beberapa entrepreneur souvenir serta oleh – oleh ciri khas Madura buka lapak mereka untuk berjualan.

Masjid Syaichona Cholil demikian dijaga serta dihormati benar oleh penduduk seputar menjadi bentuk perasaan terima kasih pada sang alim ulama yang berjasa sebarkan Islam dibagian ujung selatan Pulau Madura ini. Oleh karenanya kami menginginkan selalu untuk mengawasi sikap serta kesopanan kita semua saat hadir bertandang.

Masjid Tegalsari Ponorogo – Produsen Kubah Masjid

Masjid Tegalsari

Masjid Tegalsari atau Masjid Kyai Muhammad Besari ialah salah satunya object wisata religi di Kabupaten Ponorogo, terdapat di RT. 01, RW. 01, Dukuh Gendol, Desa Tegalsari Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Persisnya, terdapat 10 km arah tenggara dari pusat kota (Searah dengan jalan Pondok Pesantren Walisongo, Desa Ngabar, Kecamatan Siman serta Al-Mawadah, Desa Coper, Kecamatan Jetis).

Konon, masjid ini diakui menjadi masjid cikal akan penyebaran Agama Islam di Bumi Reyog, Ponorogo, serta sempat didatangi bekas Presiden RI HM. Soeharto serta KH. Abdurahman Wachid. Masjid Tegalsari tuntas dipugar serta diresmikan oleh Presiden RI Ke 2 HM. Soeharto pada 2 Maret 1978.

Masjid Tegalsari

Masjid Tegalsari adalah sisi dari cagar budaya di Kabupaten Ponorogo adalah peninggalan Kyai Ageng Muhammad Besari di seputar tahun 1760, beliau ialah seseorang ulama’ yang konon adalah keturunan ke sebelas Nabi Muhammad SAW. Banyak kyai yang tumbuh serta berkembang dari keturunan ini baik di negeri ataupun di luar negeri.

Seseorang Pujangga Jawa yang masyhur Raden Ngabehi Ronggowarsito alias Bagus Burhan, tokoh Gerakan Nasional H.O.S. Cokroaminoto, Paku Buwana II atau Sunan Kumbul, penguasa Kerajaan Kartasura, ialah jejeran Alumni Pondok Tegalsari.

Warisan Unik di Masjid Tegalsari

Beberapa kekhasan Masjid Jami Kyai Muhammad Besari diantaranya ialah Kubah masjid yang terbuat dari tanah liat (semacam gerabah) yang masih tetap terbangun keasliannya sampai saat ini.

Kubah ini menurut narasi pada zaman Belanda sempat di tembak berulang-kali akan tetapi tidak rusak sedikitpun.

Kubah Masjid Kuno Kyai Ageng Muhammad Besari

Ada pula payung kebesaran, Batu Tangga peninggalan Kerajaan Majapahit memiliki ukuran 1 x 0,6 mtr. serta Ruangan Pertemuan Dalam Njero yang adalah tempat peristirahatan Kyai Ageng Muhammad Besari yang ada di seberang jalan. Dalam Njero ini sekarang ini digunakan oleh Yayasan Tegalsari untuk tempat pertemuan teratur pekerjaan yayasan.

Arsitektur Masjid Tegalsari

Dengan arsitektural, masjid ini mempunyai langgam Jawa kuno. Terbagi dalam tiga bangunan yang sama-sama berhimpit, fokus barat-rimur, bangunan masjid beratap tajug tumpang riga terdapat sangat barat. Di masjid penting ada empat buah saka guru, 12 sakarawa, serta 24 saka tepi penyangga atap tajug yang dipasang dengan skema ceblokan.

Ada mimbar kayu berukir, yang sebenarnya adalah tiruan dari mimbar asli yang sudah rusak. Mihrabnya adalah satu ceruk yang dibingkai kayu ukiran dengan bentuk serta stilirasi dari kalarnakara.
Di samping rimur masjid ada pendopo beratap limasan.

Masjid Kuno Kyai Ageng Muhammad Besari

Di samping timur pendopo ada bangunan penambahan beratap kubah metal dengan pembagian begitu pendek. Bangunan penambahan ini termasuk juga bangunan yang dibikin atas dana pertolongan dari Presiden Soeharto.

Bangunan kuno yang lain yang masih tetap terbangun ialah rumah Kyai Ageng Besari, yang ada di muka masjid. Rumah itu dikenali menjadi rumah kebiasaan hanya satu yang masih tetap ada. Oleh karena itu, pemerintah ditempat mengambil keputusan lokasi ini menjadi object wisata religi.

Di komplek ini pula ada bangunan masjid putri di samping kanan masjid penting, pula ada rumah Ronggowarsito sewaktu jadi santri. Disamping barat masjid ada makam keluarga besar Kyai Ageng Besari, Madrasah Tsanawiyah serta madrasah Aliyah Ronggowarsito.

Masjid Raya Bayur – Sumatera Barat

Masjid Raya Bayur

Masjid Raya Bayur adalah salah satunya masjid tua yang terdapat di sekitar Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat. Masjid ini dibuat pada awal era ke-20 yang berada tidak jauh dari jaln raya penghubung Kota Lubuk Basung, Ibukota Kabupaten Agam, dengan Kota Bukit Tinggi.

Masjid ini mempunyai kekhasan yang ciri khas seperti kubah yang berupa persegi empat yang ada di tengah atap bangunan pentingnya. Lalu empat menara dibuat serta ditempatkan disetiap pojok kubah penting, sedang kubah kecil persegi empat pula dibikin di atas atap mihrab.

Dinding masjid dilapis papan memiliki nuansa gelam yang diukir dengan berhati-hati hingga membuahkan karya seni yang unik. Tiang-tiang penyangga masjid dibikin demikian rupa serta dihiasi dengan warna lembut hingga kecocokan bisa berlangsung dengan prima.

Bentuk Masjid Raya Bayur banyak alami pergantian sampai sekarang ini. Perbaikan paling akhir dikerjakan pada awal tahun 2000, penduduk ditempat melakukan renovasi secara detail. Perbaikan masjid keseluruhannya itu cuma menghabiskan waktu seputar 4 tahun saja, sebab sangat banyak simpatisan yang datang dari beberapa tokoh penduduk Kenagarian Bayur, dan masyarakat di tahan rantau yang turut menolong dalam proses perbaikan.

Masjid Raya Bayur Kabupaten Agam

Perbaikan keseluruhan mencakup perbaikan bangunan dan pengaturan lingkungan di sekitar area masjid, seperti pembenahan ruang parkit, ruangan terbuka, dan perbaikan taman masjid. Perihal ini dikerjakan supaya masjid terlihat lebih asri serta beberapa jamaah akan kerasan untuk terlalu lama melaksanakan ibadah. Pada akhirnya, Perbaikan paling akhir yang diatasi oleh Arsitek Ir. Hendri Tanjung tuntas pada tanggal 8 September 2004.

Sebelum perbaikan dikerjakan, masjid ini terlihat indah dengan kombinasi style arsitektur yang datang dari Thailand, serta Gonjong, yakni rumah gadang ciri khas Minangkabau. Hal itu dapat disaksikan dari menara kecil yang berada di empat pojok atap bangunan penting. Sedang untuk susunan atap didesain demikian rupa ikuti skema bangunan rumah panggung dengan atap yang bersusun tiga, atau umumnya jadi keunikan bangunan masjid zamam dulu.

Arsitektur Masjid Raya Bayur Kabupaten Agam

Masjid Raya Bayur mempunyai beberapa kekhasan yang ciri khas, yakni kubah besar berupa persegi empat, di tengah atap bangunan penting, lalu empat menara disetiap pojok kubah penting, dan kubah kecil yang dibuat di atas mihrab. Diluar itu sisi atap diatur sampai 4 tingkat dari tingkat sangat bawah.

Saat berkunjung ke masjid ini, anda akan disajikan oleh panorama pohon palem di sekitar masjid, serta taman-taman bunga yang begitu indah ditambah lagi lampu-lampu di selama jalan masjid yang makin meningkatkan indah lingkungan masjid saat malam hari. Diluar itu pula ada kolam air mancur di samping depan masjid.

Lalu di belakang masjid ada kolam ikan yang teratur dengan begitu rapi. Di sekitar kolam itu ada tempat berwudlu, lalu hasil bekas air wudhu akan di buang ke kolam ikan.

Masjid Raya Bayur Sumatera Barat

Masjid ini mempunyai keseluruhnya luas bangunan sekitar 2.260 meter persegi dengan daya tampung lebih dari 1.000 orang jamaah. Lalu di seputar masjid ada banyak saung / cakruk / pos yang dapat dipakai menjadi tempat istirahat.

Kemudian, bila kita lihat samping utara masjid, ada satu pondok pesantren tua yang dipakai sampai sekarang ini menjadi alat evaluasi islam. Santri-santri masjid itu tetap memeriahkan masjid dengan beberapa pekerjaan berguna, seperti belajar khotbah, berceramah, sampai tata langkah shalat jenazah. Sampai sekarang ini, masjid itu masih tetap ramai didatangi oleh orangtua santri yang mondok.

Masjid Sultan Singapura

Masjid Sultan

Masjid Sultan yang berdiri dengan megahnya di Kampung Glam, Singapura jadi masjid ke-2 yang dibuat di Republik Singapura, persisnya sesudah 4 tahun berdirinya Masjid Omar Kampung Malaka. Masjid dengan design yang begitu megah serta menarik ini sampai saat ini jadi tempat wisata religius oleh wisatawan lokal ataupun mancanegara.

Riwayat pembangunan masjid ini bahkan juga begitu lekat dengan Indonesia. Bagaimana tidak, pertama-tama masjid ini dibuat dengan design sama seperti umumnya masjid lainnya di Indonesia, terutamanya jawa. Yakni mempunyai arsitektur atap bersusun dengan denah limas, sebab memang pada jaman dahulu Masjid Sultan ini dibuat oleh penduduk muslim yang datang dari Pulau Jawa yang tinggal dari sana.

Saudagar Muslim dari Pulau Jawa adalah Saudagar awal yang berdagang di Singapura, menjalankan kegiatan dagangnya dengan beberapa penduduk muslim dari Arab, Boyan serta Bugis. Lantas, mereka berada tinggal di daerah yang sekarang ini jadi tempat berdirinya Masjid Sultan Singapura.

Kubah Emas Masjid

Pada seputar tahun 1920-an, bangunan asli Masjid Sultan Singapura dibongkar serta dibangun kembali seperti yang dapat kita lihat sekarang ini. Sesudah dibangun lagi serta diputuskan menjadi salah satunya tempat wisata singapura, beberapa nama jalan di dekat masjid pun masih tetap diabadikan seperti sebelumnya tanpa pergantian untuk menghargai kaum muslim yang awal mulanya tempati lokasi itu, seperti Jalan Kandahar, Jalan Baghdad, serta Jalan Arab.

Sekarang ini, Masjid Sultan Singapura seperti terjepit di tengahnya gedung-gedung hotel serta perkantoran pencakar langit yang sarat dengan kehidupan metropolitan serta repot dengan hiruk-pikuk duniawi. Walau demikian, Masjid Sultan Singapura masih tetap menjaga auranya menjadi satu tempat kembalinya keseluruhnya jiwa pada Sang Maha Pencipta.

Sejarah Berdirinya Masjid Sultan Singapura

Pada jaman dulu, seputar era ke -18, saat Singapura di berikan ke pihak Inggris pada tahun 1819, Temenggong Abdul Rahman, penguasa Pulau Singapura kal itu, serta Sultan Hussain Shah pemilik asli pulau Singapura, memperoleh kelebihan dari pihak inggris atas penyerahan kekuasaan mereka pada Inggris.

Sir Stamford Raffles, pendiri negara Singapura memberi hak spesial pada Temenggong serta Sultan satu tunjangan hidup tahunan dan hak atas Kampung Glam yang mereka menempati. Daerah itu lalu dialokasikan untuk kaum muslim melayu.

Pada akhirnya pada thaun 1824 sampai 1826, Sultan Hussein akan memutuskan untuk bangun satu Istana serta satu bangunan Masjid yang sama-sama bersisihan keduanya. Bangunan masjid yang berdiri pertama-tama berpedoman arsitektur serta bentuk masjid tradisional nusantara dengan atap berdenah limas bersusun tiga. Dana pembangunan masjid itu saat itu datang dari East India Company, sebesar $3000 dolar, dan ditambah lagi swadaya penduduk setempat.

Interior Masjid Sultan Singapura

Kegiatan Masjid Sultan Singapura

Masjid Sultan Singapura sampai sekarang masih tetap dipakai untuk beberapa pekerjaan muslim ditempat, baik pekerjaan yang dikerjakan dengan teratur, ataupun saat momen-momen spesifik. Seperti diterangkan di situs resminya, masjid ini sehari-harinya lakukan pengajian teratur yang dikerjakan sesudah sholat fardhu.

Masjid ini pula terbuka untuk umum, berarti bahkan juga pengunjung / wisatawan yang beragama non-muslim masih dijinkan untuk bertandang ataupun menyimpan momen-momen mereka di masjid ini. Bahkan juga, disiapkan juga pemandu wisata gratis untuk berkeliling-keliling serta menerangkan semua susunan bangunan serta riwayat masjid ini pada beberapa wisatawan.

Pada tahun 2010 lantas, Masjid Sultan Singapura memperoleh satu anugrah dari Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) atas usaha beberapa pengurus dalam menarik wisatawan mancanegara. Perihal ini butuh dapat acungan jempol mengingat beberapa pengurus tidak memperoleh bayaran dari kegiatan tips wisata gratis itu.

Masjid Islamic Center Samarinda – CV. SAM JAYA UTAMA

Riwayat Masjid Islamic Center Samarinda – Kalimantan timur

Masjid Islamic Center Samarinda Provinsi Kalimantan Timur terdapat di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bagian depannya ada di Jl. Slamet Riyadi No 1 Samarinda, tengah kanan kirinya diapit oleh Jl. Anggi serta Jl. Meranti sedang sisi belakang ada di Jl. Ulin, pun menghadap ke sungai Mahakam. Begitu gampang untuk temukan Islamic Center Samarinda, tempatnya cuma +/- 2 km dari jembatan Mahakam.

Pembangunan Islamic Center diinginkan bisa menghidupkan semangat kebersamaan dalam usaha melawan masa global, tidak hanya adalah tuntutan penduduk untuk Samarinda mempunyai satu fasilitas tempat beribadah yang ideal.

Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda

Tempat tempat berdirinya ini awal mulanya adalah area penggergajian kayu punya PT. Inhutani I yang lalu dihibahkan pada Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Project Islamic Center Samarinda didanai dengan dana APBD Pemerintah provinsi Kalimantan Timur di bawah Gubernur Kalimantan timur (waktu itu) Suwarna Abdul Fatah.

Proses perencanannya menyertakan konsultan perencana arsitektur PT. Anggara Architeam, perencana susunan PT. Perkasa carista estetika, Perencana M&E oleh PT. Meco Systech Internusa serta perencana estetika Biro Arsitektur Achmad Noe’man.

Konsultan pengawas yang mengamati jalannya pembangunan ICS Kalimantan timur dipercayakan pada PT. Adiya Widyajasa sedang penerapan pembangunannya dipercayakan pada Kontraktor PT. Keseluruhan Bangun Persada Tbk.

Proses pembangunan Islamic Center Samarinda diawali pada tanggal 5 Juli 2001 diikuti dengan penekanan tombol pemancangan tiang pancang pertama project pembangunan islamic Center Samarinda oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 5 Juli 2001. Serta tujuh tahun lalu komplek Islamic Center Samarinda diresmikan oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 16 Juni 2008.

Arsitektural Masjid Islamic Center Samarinda

Perancangan menara MICS di-ilhami dari menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, serta kubah pentingnya di-ilhami masjid Haghia Sophia di Istambul – Turki. Tempati ruang seluas +/- 8 hektar, menyiapkan tempat terbuka buat penduduk kota Samarinda, termasuk juga ruang parkir serta taman yang luas komplet dengan pohon kurma yang ditanam di halaman depan lokasi masjid mendatangkan kesan-kesan Timur Tengah di kota Samarinda.

Luas bangunan penting Islamic Center Samarinda seluas 43.500 m2, luas bangunan 7.115 m2, luas lantai lantai dasar 10.235 m2, sesaat lantai basic masjid seluas 10.270 m2, serta lantai penting seluas 8.185 m2, sedang luas lantai mezanin 5.290 m2.

Angka Simbolis di Masjid Islamic Center Samarinda

MICS diperlengkapi dengan 7 menara terbagi dalam satu menara penting setinggi 99 mtr. terpisah dari bangunan penting masjid. Ketinggian 99 mtr. menara penting itu berarti 99 isim asmaul husna atau 99 beberapa nama Allah.

Menara penting itu terdiri atas bangunan 15 lantai semasing lantai setinggi rata-rata 6 mtr.. Empat menara pelosok setinggi 70 mtr. dibuat di empat pelosok masjid ditambah dua menara gerbang yang ada disamping kiri serta kanan gerbang penting masing masing setinggi 57 mtr.

Enam menara ini pula berarti menjadi enam rukun iman. Tidak hanya angka 99 serta angka 6 masih tetap ada angka 33 di masjid ini mewakili 33 biji tasbih yang diwakili oleh jumlahnya anak tangga ke arah lantai penting dari lantai basic MICS.

Masjid Islamic Center Samarinda

Lantai Lantai dasar MICS dipakai untuk ruang parkir kendaraan dengan kemampuan 200 mobil serta 138 buah sepeda motor, toilet pria serta wanita untuk beberapa jamaah. Serta Ground water Tank (GWT) menjadi penampungan air bersih untuk toilet serta tempat wudhu.

MICS pun diperlengkapi dengan Plaza Dalam (inner court yard) serta Plaza Luar dapat menyimpan jamaah sekitar 10.000 orang. Di samping kiri serta kanannya digunakan menjadi ruang parkir memiliki 391 mobil serta 430 sepeda motor. Di Plaza ini disiapkan keran keran air disamping kiri serta kanan yang berperan menjadi tempat wudhu.

Lantai basic Islamic Center Samarinda dipakai menjadi ruangan pertemuan. Umumnya digunakan untuk acara seminar serta resepsi pernikahan dengna daya tampung ruang sampai 5000 undangan. Permukaan lantai masjid ini ditutup dengan granit pilihan dengan bermacam macam corak tampilkan nuansa hangat tetapi masih sejuk dengan penggunaan AC di ruang.

Masjid Islamic Center Bekasi – CV. SAM JAYA UTAMA

Riwayat Pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi

Islamic center kota Bekasi ada di pusat lokasi usaha kota Bekasi. Riwayat pembangunan Islamic center ini tidak terlepas dari nama KH Nur Ali, Pahlawan Nasional yang disebut putra daerah Bekasi. Dibuat di waktu kota Bekasi masih tetap adalah sisi dari lokasi Kabupaten Bekasi.

Sekarang saat Kota Bekasi telah jadi salah satunya kota mandiri salah satunya kota penyanggah Ibukota negara, Islamic Center kota Bekasi seolah jadi oase di tengah belantara kota bekasi yang perlahan tetapi tentu berjalan jadi sisi dari perubahan megapolitan Jakarta.

Masjid Islamic Center Bekasi

Panitia pembangunan Islamic Center Bekasi dibuat berdasar pada Surat Ketetapan Bupati Kepala Daerah TK II Bekasi Nomer: 451.i/SK.394A/Kesra tertanggal 10 Juli 1990 mengenai Pembentukan Panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten daerah Tingkat II Bekasi.

Surat Ketetapan Bupati itu berisi dua perihal inti, yakni: Pertama, tentang formasi panitia Pelaksana Pembangunan dengan terpadu. Ke-2, tentang dasar Pelaksana Pembangunan Islamic Centre Bekasi.

Kepanitiaan terbagi dalam Pelindung, Penasehat, Pengurus Harian serta Pengurus Pleno. Pelindung terbagi dalam beberapa petinggi teras pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sedang penasehat di isi oleh tidak hanya beberapa petinggi, pun menyertakan ulama serta beberapa pemuka penduduk.

Formasi Pengurus harian serta Pengurus Pleno pun adalah kombinasi unsur aparat pemerintah, ulama serta pemuka penduduk. Duduk menjadi Ketua Umum Harian, H. Roesmin (Ketua DPRD), Ketua I dijabat oleh Drs. H. Dede Satibi (Sekwilda), Ketua II dipercayakan pada H.. Saady Muchsin (tokoh penduduk), Ketua III dipegang oleh dr. H. SubkiAbdul Kadir (Cendekiawan/Ulama) serta Ketua IV H. Abdul Manan (Ketua DPD Golkar).

Cost Pembangunan Islamic Center Kota Bekasi

Arsitektur Masjid Islamic Center Bekasi

Di salah satunya diktum SK Bupati Tanggal 10 Juli 1990 itu dimaksud jika, “Segala cost yang disebabkan oleh penentuan surat ketetapan ini ditanggung pada usaha swadaya panitia serta pertolongan dari APBD Tingkat II Bekasi.”

Dalam Dasar Penerapan Pembangunan, digariskan juga panduan pentahapan penerapan serta pengawasannya yang mencakup pertama, Tingkatan Pembangunan yang terbagi dalam bangunan Auditorium, Kantor Pengelola, Perpustakaan, Mesjid, Bangunan Asrama, Bangunan selasar serta Plaza dan lapangan parkir. Ke-2, Penerapan Pembangunan tidak hanya dipantau Direktur Tehnis pun dikerjakan pengawasan berkala oleh Konsultan Perencana PT. Arsy Wastuady.

Penentuan Tempat Islamic Center Kota Bekasi

Berdasar pada peninjauan serta bahasan panitia yang di pimpin oleh Drs. H. Dede Satibi (saat itu Sekwilda Bekasi, saat ini Bupati Garut), H. Roesmin serta H. Saady Muchin, tempat di mana Islamic Centre berdiri saat ini ialah tempat sangat pas.

Tempat seluas 3,6 hektar tempat Islamic Centre Bekasi yang sekarang berdiri dahulunya adalah rawa rawa yang mempunyai kedalaman sampai empat mtr.. Tempat itu adalah tanah Hak Pengelola/beberapa dari sertifikat HPL No.I/Marga jaya atas nama PERUM PERUMNAS dengan surat izin pemakaian tanah No. 593.3/1898/Perkot.

Atas basic perizinan pemakaian tanah yang ditertibkan Pemerintah Daerah, jadi dibuatlah Site Rencana Islamic Centre Bekasi dengan penandatanganan Ketua Panitia serta beberapa petinggi Kepala Dinas PUK Kab.

Bekasi yang saat itu dijabat Bambang Supardi, Kabag Pemerintah Umum DT II Bekasi Drs. S. Sihotang, kabag Kesra DT II Bekasi (H.M. Syaiin Sahid), Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi (Ir. Widiana Ces), didapati Ketua Bappeda TK II Bekasi yang saat itu dijabat oleh Drs H. Nonon Sonthanie (sekarang ini Wali Kota Bekasi) serta di setujui Bupati Daerah Tingkat II Bekasi (H. Suko Martono).

Bertindak selaku Konsultan Rencana PT. ARSYWASTUADY pimpinan Ir. Winarto yang sebagai Pengawas Berkala. Penerapan pembangunannya dipantau Direktur Tehnis. Pelaksana pembangunan fisik gedung dikerjakan oleh PT. Sadari Putra pimpinan Ir. Winarto dengan pelaksana hariannya Tjetjep Kadaruddin. Spesial tentang pembangunan mesjid Nurul Islam, Realisasinya diatasi oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila.

Masjid Agung Cilegon – CV. SAM JAYA UTAMA

Masjid Agung Nurul Ikhlas

Merupakan masjid agung buat kota Cilegon propinsi Banten. Tempat masjid ini ada disamping ruas jalan Sultan Ageng Tirtayasa 2 di pusat kota Cilegon berseberangan dengan rumah dinas walikota Cilegon, di antara deretan pertokoan pusat perniagaan di kota yang wilayahnya membentang sampai ke pelabuhan penyeberang Merak yang disebut gerbang penting pulau Jawa dari arah laut dari arah pulau Sumatera. Empat menaranya yang unik serta menjulang plus kubah hijau ala masjid Nabawi nya itu jadi feature penting bangunan masjid agung Kota Cilegon ini.

Masjid Agung Cilegon

Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon berdiri diatas tempat seluas 3600 m2. Berdasar sebagian sumber masjid ini telah berdiri semenjak waktu penjajahan Belanda dengan bentuk yang tidak semegah, sebesar serta seindah sekarang ini. Saat itu masjid ini telah mempunyai menara akan tetapi tidak setinggi menaranya sekarang ini, lalu dikerjakan perombakan, menara tunggalnya dibikin tambah tinggi dalam perombakan ke-2 bangunannya.

Pembangunan Masjid Agung Cilegon

Pembangunan lagi masjid ini dikerjakan oleh Pemkot Cilegon diawali pada tanggal 2 Februari 2006, dengan waktu pembangunan saat hampir tiga tahun habiskan dana seputar 23 milyar Rupiah bangunan Masjid Agung Nurul Ikhlas beralih keseluruhan dari memiliki bentuk sebelumnya ke memiliki bentuk sekarang ini, daya tamping Jemaahpun bertambah sampai dapat menyimpan 2000 jemaah sekaligus juga. Peresmian masjid ini dikerjakan pada tanggal 27 Maret 2009 oleh Agama RI H. Maftuh Basuni serta Walikota Cilegon H. Tb. Aat Syafa’at.

Masjid Agung Nurul Ikhlas terbagi dalam tiga lantai, lantai basemen (1.175 m2), lantai basic (1.372) serta lantai satu (1.073 m2). Lantai basemen adalah ruang simpatisan tempat wudlu serta toilet ada di lantai ini. Ruangan sholat penting ada di lantai basic.

Arsitektur Masjid Agung Cilegon

Sesaat lantai satu dipakai untuk ruangan sholat wanita atau penambahan saat sholat jumat atau Idul Fitri serta Idul Adha dikerjakan. Dari pintu gerbang, kita langsung bisa dapat lihat pintu penting masuk ke masjid.

Tangga, jembatan serta jalan akses langsung ke arah ke lantai satu masjid ini disiapkan dibagian luar masjid ke arah keempat buah pintu besar yang langsung tersambung ke ruangan sholat penting. Ruang parkir masjid ini tidaklah terlalu luas hingga daya tampung kendaraanpun pun hanya terbatas juga.Penentuan material untuk masjid ini memang cukuplah bagus.

Interior serta ekterior masjid ini di dominasi oleh marmer bewarna putih hitam abu abu sampai ke ruangan dalamnya mendatangkan situasi yang sejuk di tengah kota Cilegon yang panas. Masjid ini memang didesain menjadi satu bangunan moderen sama dengan kondisi kota Cilegon yang berjalan menjadi satu kota moderen.

Gratis Konsultasi 08122229385