Category Archive Kubah Masjid

Masjid Agung Cilegon – CV. SAM JAYA UTAMA

Masjid Agung Nurul Ikhlas

Merupakan masjid agung buat kota Cilegon propinsi Banten. Tempat masjid ini ada disamping ruas jalan Sultan Ageng Tirtayasa 2 di pusat kota Cilegon berseberangan dengan rumah dinas walikota Cilegon, di antara deretan pertokoan pusat perniagaan di kota yang wilayahnya membentang sampai ke pelabuhan penyeberang Merak yang disebut gerbang penting pulau Jawa dari arah laut dari arah pulau Sumatera. Empat menaranya yang unik serta menjulang plus kubah hijau ala masjid Nabawi nya itu jadi feature penting bangunan masjid agung Kota Cilegon ini.

Masjid Agung Cilegon

Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon berdiri diatas tempat seluas 3600 m2. Berdasar sebagian sumber masjid ini telah berdiri semenjak waktu penjajahan Belanda dengan bentuk yang tidak semegah, sebesar serta seindah sekarang ini. Saat itu masjid ini telah mempunyai menara akan tetapi tidak setinggi menaranya sekarang ini, lalu dikerjakan perombakan, menara tunggalnya dibikin tambah tinggi dalam perombakan ke-2 bangunannya.

Pembangunan Masjid Agung Cilegon

Pembangunan lagi masjid ini dikerjakan oleh Pemkot Cilegon diawali pada tanggal 2 Februari 2006, dengan waktu pembangunan saat hampir tiga tahun habiskan dana seputar 23 milyar Rupiah bangunan Masjid Agung Nurul Ikhlas beralih keseluruhan dari memiliki bentuk sebelumnya ke memiliki bentuk sekarang ini, daya tamping Jemaahpun bertambah sampai dapat menyimpan 2000 jemaah sekaligus juga. Peresmian masjid ini dikerjakan pada tanggal 27 Maret 2009 oleh Agama RI H. Maftuh Basuni serta Walikota Cilegon H. Tb. Aat Syafa’at.

Masjid Agung Nurul Ikhlas terbagi dalam tiga lantai, lantai basemen (1.175 m2), lantai basic (1.372) serta lantai satu (1.073 m2). Lantai basemen adalah ruang simpatisan tempat wudlu serta toilet ada di lantai ini. Ruangan sholat penting ada di lantai basic.

Arsitektur Masjid Agung Cilegon

Sesaat lantai satu dipakai untuk ruangan sholat wanita atau penambahan saat sholat jumat atau Idul Fitri serta Idul Adha dikerjakan. Dari pintu gerbang, kita langsung bisa dapat lihat pintu penting masuk ke masjid.

Tangga, jembatan serta jalan akses langsung ke arah ke lantai satu masjid ini disiapkan dibagian luar masjid ke arah keempat buah pintu besar yang langsung tersambung ke ruangan sholat penting. Ruang parkir masjid ini tidaklah terlalu luas hingga daya tampung kendaraanpun pun hanya terbatas juga.Penentuan material untuk masjid ini memang cukuplah bagus.

Interior serta ekterior masjid ini di dominasi oleh marmer bewarna putih hitam abu abu sampai ke ruangan dalamnya mendatangkan situasi yang sejuk di tengah kota Cilegon yang panas. Masjid ini memang didesain menjadi satu bangunan moderen sama dengan kondisi kota Cilegon yang berjalan menjadi satu kota moderen.

Masjid Terbaik di Indonesia

7 Masjid Terbaik di Indonesia

Menjadi negara yang penduduknya sebagian besar beragama Islam, tentu saja maklum bila di Indonesia sangat banyak tempat beribadah kaum muslim, dari mulai yang kecil seperti Mushola (Surau) sampai yang besar seperti Masjid. Ada banyak masjid di Indonesia yang dibuat dengan style arsitektur yang begitu indah serta megah, ada pula masjid di Indonesia yang mencerminkan beberapa kebudayaan seperti budaya China, India, serta Arab.

Tetapi sayang kemegahan masjid-masjid di Indonesia ini tidak dibarengi dengan penambahan jamaahnya, terkecuali di bulan Ramadhan, di mana masjid-masjid di Indonesia tetap penuh dengan beberapa jamaah. Lalu, dimanapun masjid terindah di Indonesia itu? berikut penjelasannya :

1. Masjid Islamic Centre di Samarinda

Masjid Islamic Centre di Samarinda

Masjid yang berada di kelurahan Telok Lerong Ulu di kota Samarinda, Kalimantan Timur ini ialah masjid paling besar ke-2 se Asia Tenggara sesudah Masjid Istiqlal yang berada di ibukota negara Indonesia yakni Jakarta.

Luas bangunan penting Masjid Islamic Centre Samarinda seputar 43.500 meter persegi, mempunyai 7 menara dengan menara pentingnya setinggi 99 meter, serta dinding luar menara itu dikelilingi dengan lafadz Asmaul Husna.

Menara di Masjid Islamic Centre Samarinda ini di inspirasi dari menara Masjid Nabawi di Madinah, sedang kubahnya di inspirasi dari kubah Masjid Haghia Sophia di Istanbul. Dua menara di pintu gerbang dijuluki ” menara kembar satu serta dua “.

2. Masjid Raya Baiturrahman di Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid terindah di Indonesia selanjutnya yakni Masjid Raya Baiturrahman di Aceh. Masjid ini ialah salah satunya situs bersejarah yang masih tetap bertahan sampai sekarang ini, sebab masjid ini dibuat pada saat Kesultanan Aceh yakni tahun 1612.

Pada saat penjajahan, masjid ini sempat dibakar oleh Belanda pada tahun 1873, sampai memunculkan perlawanan dari penduduk Aceh pada Belanda. Tetapi masjid ini dibuat kembali ke tahun 1879 – 1881 atas perintah Jenderal Van Der Heijden.

Sedang style bangunan masjid ini berpedoman style Moghul (India). Diluar itu, masjid ini pula seringkali alami pelebaran yakni pada tahun 1936, tahun 1958 – 1965, tahun 1992, serta diperbaiki kembali ke tahun 2008.

3. Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Setelah itu ialah Masjid Agung di Semarang, Jawa Tengah. Masjid yang ada di jalan Gajah Raja, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari ini mulai dibuat pada bulan Semptember 2002 serta sah dibuka untuk umum pada bulan November 2006.

Style arsitektur masjid yang dibuat di atas tempat seluas 10 hektar ini ialah kombinasi style bangunan Jawa serta Yunani. Style bangunan Yunani diwakili 25 pilar dengan warna ungu di plaza pentingnya, sedang style bangunan Jawa tergambarkan dari design tanjung dibawah pilar utama-nya.

Diluar itu, di Masjid Agung ini ada juga enam payung raksasa hidrolik yang begitu megah, di mana payung-payung ini dapat buka serta tutup dengan otomatis.

4. Masjid Istiqlal di Jakarta

Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal ialah masjid paling besar di Asia Tenggara sekaligus juga salah satunya masjid terindah di Indonesia. Pembangunan masjid ini digagas oleh presiden pertama Indonesia Ir Soekarno yang mulai dibuat pada tanggal 24 Agustus 1951.

Uniknya, masjid ini diarsiteki oleh seseorang Kristiani yakni Frederich Silaban serta tidak jauh disampingnya berdiri pun Gereja Katedral Jakarta.

Style bangunannya berpedoman arsitektur modern dengan lantai serta dinding berlapiskan marmer yang dihiasi ornament geometrik. Sedang kubah pentingnya berdiameter 45 meter dengan didukung 12 tiang besar, serta menara tunggalnya mempunyai tinggi seputar 96,99 meter.

Masjid Istiqlal ini berada di timur laut Lapangan Medan Merdeka yakni tempat berdirinya Monas. Tuturnya, masjid seluas 7 hektar ini dapat menyimpan 200.000 jemaah.

5. Masjid Dian Al-Mahri di Depok

Masjid Dian Al Mahri Depok

Masjid Dian Al-Mahri atau seringkali pun dimaksud dengan Masjid Kubah Emas ini begitu wajar dimasukan ke salah satunya rincian masjid terindah di Indonesia, karena masjid yang ada di Depok ini dapat membuat siapa saja kagum dengan kubahnya yang dilapis emas.

Kubah berlapis emas itu terbagi dalam satu kubah penting serta empat kubah kecil, sedang di dalamnya bergantung lampu kristal dengan berat 8 ton yang dihadirkan langsung dari Italia, serta ada banyak relief di dalamnya pun dilapis emas.

Pada umumnya, masjid yang berdiri di atas tanah seluas 50 hektar ini berpedoman style arsitektur masjid-masjid di timur tengah. Masjid yang dapat menyimpan seputar 20.000 jemaah ini mulai dibuka untuk umum semenjak tanggal 31 Desember 2006 yang lalu.

6. Masjid Agung An-Nur di Pekanbaru

Masjid Agung An Nur Pekanbaru

Karena sangat indahnya masjid yang ada di Pekanbaru ini, sampai beberapa orang menyebutnya ” Taj Mahal Riau “. Masjid ini didesain oleh Ir Suseno, mulai dibuat pada tahun 1963, serta baru tuntas pada tahun 1968.

Pada tahun 2000, masjid ini diperbaiki, di mana luas awalannya yang sebelumnya cuma 4 hektar, sekarang jadi 12,6 hektar. Diluar itu, masjid ini pula mempunyai 3 lantai dengan 3 buah tangga, di mana sisi bawah ada 4 buah pintu, sedang sisi atas ada 13 buah pintu.

Di masjid ada kaligrafi karya Azhari Nur dari Jakarta. Diluar itu, Masjid Agung An-Nur pun diperlengkapi dengan sarana pendidikan playgroup seperti sekolah, perpustakaa, aula, ruangan pertemuan, sampai kantor.

7. Masjid Rahmatan Lil-Alamin di Indramayu

Masjid Rahmatan Lil-Alamin di Indramayu

Masjid terindah di Indonesia yang paling akhir yakni Masjid Rahmatan Lil-Alamin di Indramayu, di mana ide Rahmatan Lil Alamin tercermin dari bentuk delapan pelosok mata angin, mulai bentuk bangunan masjid serta jumlahnya kubah kecil yang melingkari kubah pentingnya.

Uniknya, dilihat dari pojok mana saja, baik dari utara, selatan, barat, ataupun di timur, kita tidak paham manakah sisi depan atau sisi belakang dari masjid ini, sebab bentuk bangunan ini begitu serupa di tiap-tiap sisinya.

Masjid Jami’ Muntok – Kontraktor Kubah Bangka Belitung

Masjid Tertua di Bangka Belitung

Masjid Jami’ Muntok terdapat di Jalan Imam Bonjol No.1, Kampung Tanjung, Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat, Propinsi Bangka-Belitung. Bila bertandang ke pulau Bangka-Belitung seyogyanya silakan bertandang ke kota Muntok untuk lihat satu kekentalan serta kerukunan umat beragama dari sana yang telah tersambung saat beberapa puluh sampai beberapa ratus tahun kemarin.

Salah satunya bukti riil kerukunan umat beragama di Muntok ialah terdapatnya satu masjid yang berdekatan dengan satu Kelenteng. Yakni Masjid Jami ‘ Muntok yang berdekatan dengan Kelenteng Kung Fuk Min, Kampung Tanjung, Muntok. Tempatnya tidak jauh dari pelabuhan lama kota itu, masjid ini pula disebutkan menjadi masjid paling tua di kota itu sebab memang tampak dari keunikan bangunannya ataupun dari bangunan Kelenteng di sebelahnya. Bahkan juga sampai sekarang ini, masjid ini masjid eksis serta kuat dan digunakan dengan baik.

Menurut riwayat, Masjid Jami’ Muntok ini telah ada semenjak tahun 1879 Masehi, dibuat atas inspirasi dari Tumenggung Kartanegara II. Inspirasi itu lalu di terima dengan baik oleh beberapa tokoh serta penduduk ditempat, dan beberapa tokoh penduduk Tionghoa kaya sebagai muallaf, Mayor Chung A Thiam.

Lalu masjid ini berdiri di atas tempat tanah wakaf dari dua orang tumenggung yakni Arifin serta H. Muhammad Nur dengan luas 7,500 mtr. persegi. Entahlah disengaja ataupun tidak, akan tetapi saat itu tempat berdirinya masjid pas berdekatan dengan satu Kelenteng bernama Kung Fuk Min. Memang tidak biasa, akan tetapi ke-2 bangunan itu sampai sekarang ini jadi lambang kerukunan umat beragama yang pasti sampai sekarang ini.

Tempat Masjid Jami’ Muntok serta Kelenteng Kung Fuk Min ini bisa di raih dari kota Palembang saat 2 jam memakai kapal melalui sungai musi, lantas menyebrangi Selat Bangka. Bila memakai perjalanan darat, anda dapat menempuhnya saat 2 jam, dari Kota Pangkal Pinang.

Masjid Jami' Muntok Bangka Belitung

Sekilas Sejarah Masjid Jami’ Muntok

Pada tahun 1724-1725 Masehi, Sultan Mahmud Badaruddin I memerintah beberapa pejabat kerajaan untuk mengecheck tempat yang akan jadikan rumah keluarga dari Siantan. Lantas Sultan Badaruddin juga memerintah Wan Akub untuk membangun rumah untuk keluarga dari Siantan di lokasi itu.

Sesudah pada tahun 1756 Masehi Sultan Mahmud Badaruddin I Meninggal dunia, pada akhirnya kesultanan Palembang digantikan oleh beberapa keturunannya, sampai pada saat penjajahan belanda. Persisnya pada tahun 1856 penjajah belanda mulai invasinya pada lokasi Muntok dengan bangun beberapa mercusuar di lokasi tepi pantainya.

Pada akhirnya saat itu, ajaran agama Islam mulai menebar di daerah itu, pada akhirnya Masjid Jami’ Muntok juga dibangun pada saat penjajahan belanda itu, yakni seputar tahun 1879 Masehi. Pembangunan Masjid Jami’ Muntok dikerjakan pada saat pemerintahan H. Abang Muhammad Ali, atau biasa diketahui dengan Tumenggung Karta Negara II.

Pembangunan masjid ini pula dibantu oleh beberapa tokoh penduduk Muntok seperti H. Nuh, H. Yakub, dan sebagian orang Cina kaya yang telah jadi muallaf. Masjid Jami’ Muntok dibuat pas disamping Kelenteng Kuang Fuk yang telah terlebih dulu berdiri dari 83 tahun yang lalu.

Kelenteng itu pun adalah yang pertama-tama dibuat pada lokasi Muntok, dibuat oleh beberapa orang keturunan China Tionghoa yang telah tinggal dari sana semenjak tahun 1820 Masehi. Walau telah alami perbaikan pada tahun 1977, akan tetapi kita pun masih tetap dapat lihat sebagian besar bangunan asli pada Kelenteng itu.

Interior Masjid Jami' Muntok Bangka Belitung

Kontraktor Kubah Bangka Belitung

Kami Kontraktor Kubah Masjid berkonsentrasi di bagian produksi kubah masjid yang telah memiliki pengalaman dalam pembuatan kubah masjid. Beberapa bahan kubah masjid yang kami produksi seperti kubah masjid enamel dan kubah masjid galvalum, kami ikut memberi service konsultasi pada anda tentang pembuatan,pengiriman, layanan pemasangan. Kubah masjid yang kami produksi mempunyai bermacam warna,bermacam ornament serta design kubah masjid seperti keinginan anda. Kami memberi harga kubah masjid paling murah, terunggul, terjamin, amanah serta terpercaya. Keyakinan serta Kenikmatan anda ialah satu perihal yang terpenting buat kami, oleh karenanya kami begitu mengerti keperluan kubah masjid anda.

Buat Anda yang tengah mencari kontraktor kubah masjid Bangka Belitung, tak perlu bingung sebab PT Sam Jaya Utama ialah jalan keluar terunggul. Cukup hanya lakukan pemesanan, jadi semuanya yang terkait dengan pembangunan kubah akan dituntaskan sama dengan waktu yang dijanjikan.

Masjid Raya Al-Munawaroh – Jasa Pembuat Kubah Ternate

Masjid Raya Al-Munawaroh, Maluku Utara

Satu bangunan masjid yang unik dan begitu memesona diantaranya ada di Ternate, Maluku Utara. Masjid itu jadi kebanggaan sendiri buat penduduk Ternate sebab memang mempunyai keunikan serta daya tarik sendiri. Hal itu karena bangunan masjid tersebt berdiri dalam suatu pinggir pantai. Maka bila tampak dari terlalu jauh, masjid itu begitu indah serta berkesan megah. Masjid Ternate pun adalah bangunan yang dibangun oleh Pemerintah kota Ternate di bibir pantai. Kehadiran masjid ditepian pantai ini begitu unik sebab umumnya masjid-masjid yang ukurannya besar sekali umumnya diketemukan di pusat kota besar.

Keindahan dari masjid ini begitu makin bertambah sebab ada di bibir pantai yang alami serta luas. Hingga umumnya sesudah melakukan ibaah shalat jadi beberapa jamaah serta pengnjung akan nikmati pemandangan keindahan alam yang mengagumkan pada laut terlepas.

Masjid Raya Al-Munawaroh

Proses pembangunannya sendiri memerlukan waktu kira-kira tujuh tahun. Di mana pada tahun 2003 mulai pertama penempatan batu yang memberikan akan dibuatnya satu masjid lalu selesai pada tahun 2010. Dalam pembangunannya juga dana yang didapat datang dari APBD ( Biaya Penghasilan serta Berbelanja Daerah). Tidak tanggung-tanggung Pemerintah kota Ternate habiskan cost sebesar hamper 48 miliar rupiah. Jumlahnya yang banyak itu membuahkan satu bangunan masjid yang begitu mengagumkan megah serta berdiri kuat di bibir pantai. Persisnya tuntas dibuat pada 6 Agustus 2010 selanjutnya diteruskan dengan shalat Jum’at berjamaah sekaligus juga karenanya ada takbir besar untuk menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1431 H. Meski begitu, sebetulnya saat itu keseluruhnya bangunan Masjid Raya Al-Munawaroh belumlah tuntas, tapi ketertarikan dari Pemerintah kota Ternate dan masyarakat seputar jadikan semangat yang mengagumkan supaya masjid itu selekasnya dibuka serta diresmikan. Lebih saat itu pun bertepatan dengan datangnya bulan Suci Ramadhan.

Sekilas Sejarah Masjid Raya Al-Munawaroh

Pada tanggal 6 Agustus 2010 pun didatangi oleh orang terpenting dari Ternate yakni Syamsir Andili yang disebut walikota Ternate. Ditambah lagi beberapa jamaah serta penduduk yang ikut juga ingin lihat dengan cara langsung dari masjid itu sekitar beberapa ribu kaum muslim. Perlu untuk diketahui pun saat proses pembangunannya, masjid itu sempat alami keterlambatan waktu hingga Pemerintah Kota Ternate menanyakan serta menyapa pada beberapa tukang dan pelaksana pembangunan Masjid Raya Al-Munawaroh. Lalu nyatanya sesudah dikerjakan kontrol oleh BPK atau Tubuh Pemeriksa Keuangan nyatanya ada hasil yang kurang memuaskan di mana mengakibatkan beberapa pelaksana pembangunan itu mesti ganti rugi sampai sampai lima ratus juta rupiah. Hal itu dikerjakan menjadi referensi hasil dari audit BPK sendiri di tahun 2007 kemarin.

Bangunan masjid Raya Al-Munawaroh berdiri di atas tempat seluas 6 Hektar. Luas dari masjidnya sendiri sampai 9512 mtr. persegi. Dengan luas semacam itu masjid Raya Al-Munawaroh bisa menyimpan jamaah sampai sampai 15.000 jamaah sekaligus juga. Hal itu adalah begitu lumrah di mana kota Ternate memang bervisi menjadi kota madani dengan jumlahnya penduduknya yang sampai 650 ribu jiwa serta sebagian besar dari sana beragama islam yakni sampai prosentase lebih dari 95% dari jumlahnya populasi itu.

Interior Masjid Raya Al-Munawaroh

Masjid Raya Al-Munawaroh begitu menonjol dengan keempat menaranya yang berdiri menjulang tinggi yang sampai 44 meter. Lebih ke-2 menara masjid itu sengaja dibuat diatas laut. Ditambah lagi satu kubah besar pada bagian tengah atap masjid itu dengan warna yang menarik yakni gabungan dari warna kuning serta hijau. Hingga bila disaksikan dari terlalu jauh masjid ini betul-betul begitu mengagumkan indah,megah serta unik sebab ada di bibir pantai. Masjid ini termasuk juga dari kelompok bangunan monumental dengan detail spesial sebab beberapa bahan dari bangunannya sendiri dihadirkan langsung dari Turki yakni keramik serta lampu yang begitu indah.

Kubah Masjid Bulat – Kontraktor Kubah Masjid

Masjid Schwetzingen

Jika anda berpikir bangunan megah ini ialah satu istana, anda salah !. Ini ialah satu masjid yang letak nya memang ada di dalam komplek istana Schwetzingen, Istana Jerman di waktu kemarin. Sayangnya masjid tua, megah, indah serta elegan ini sekarang tak akan digunakan menjadi masjid.

Pemerintah ditempat mengubah jadi tidak lebih dari satu musium masjid dari waktu lantas, menjadi bangunan bersejarah serta tempat wisata, seperti dalam bangunan yang lain yang ada di kompleks Istana Schwetzingen. Terkecuali hari Senin, bangunan Masjid Schwetzingen terbuka buat kunjungan penduduk umum.

Kehadiran bangunan masjid di di Kota Schwetzingen, Jerman telah ada semenjak akhir era ke-18. Adalah masjid pertama yang dibuat di Jerman. Pada 1740, Raja Frederick II, pemegang kekaisaran Roma serta Raja Yerusalem serta Sicilia berkata, ”Semua agama ialah sama serta baik, bila beberapa orang yang memeluknya jujur, apabila Turki hadir kemari serta ingin tinggal di negara ini, jadi kita akan dirikan buat mereka masjid-masjid.”

Masjid pertama di Jerman ini cukuplah unik, mengingat tempat pembangunannya yang ada di dalam kompleks Istana Schwetzingen. Konon masjid Schwetzingen dibuat untuk menghargai toleransi. Tapi banyak rumor riwayat yang tersebar di kelompok penduduk Schwetzingen mengatakan jika masjid ini menyengaja dibuat menjadi hadiah buat salah satunya istri raja yang datang dari Turki serta beragama Islam. Rumor lainnya yang berkembang luas di dalam penduduk ialah jika salah satunya bangsawan yang hidup di sini pada saat itu ada yang Muslim.

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Masjid Kubah Bulat Schwetzingen adalah bangunan paling besar pertama yang memprioritaskan style arsitektur oriental dalam suatu negeri berbahasa Jerman. Pigage (sang arsitek) menyatukan komponen-komponen dari arsitektur Islam Moor dengan eksotisme dari kisah-kisah dongeng Seribu Satu Malam.

Tidak cuma hanya itu. Oleh sang arsitek, Masjid Schwetzingen pun didesain serta dibuat dengan memakai ide taman. Karena itu masjid ini jadi masjid taman pertama yang dibuat pada era ke-18, serta sampai sekarang masih tetap berdiri megah di lokasi Eropa. Taman yang ada di sekitar bangunan masjid mengambil ide taman-taman di Turki.

Pesona arsitektur Timur dengan jelas bisa diamankan pada saat pengunjung lihat sisi luar dari bangunan Masjid Schwetzingen. Dampak arsitektur Timur ini makin terlihat jelas, waktu masuk sisi tengah masjid, yang berupa kubah bulat, yang diapit oleh ruangan-ruangan berupa persegi. Style oriental pun terlihat kental pada interior masjid, dengan pemakaian mosaik marmer pada lantai di ruangan sisi tengah.

Masjid Schwetzingen – Kontraktor Kubah Asia Tenggara

Kubah Bulat Masjid Schwetzingen

Jika anda berpikir bangunan megah ini ialah satu istana, anda salah !. Ini ialah satu masjid yang letak nya memang ada di dalam komplek istana Schwetzingen, Istana Jerman di waktu kemarin. Sayangnya masjid tua, megah, indah serta elegan ini sekarang tak akan digunakan menjadi masjid.

Pemerintah ditempat mengubah jadi tidak lebih dari satu musium masjid dari waktu lantas, menjadi bangunan bersejarah serta tempat wisata, seperti dalam bangunan yang lain yang ada di kompleks Istana Schwetzingen. Terkecuali hari Senin, bangunan Masjid Schwetzingen terbuka buat kunjungan penduduk umum.

Masjid Schwetzingen

Kehadiran bangunan masjid di di Kota Schwetzingen, Jerman telah ada semenjak akhir era ke-18. Adalah masjid pertama yang dibuat di Jerman. Pada 1740, Raja Frederick II, pemegang kekaisaran Roma serta Raja Yerusalem serta Sicilia berkata, ”Semua agama ialah sama serta baik, bila beberapa orang yang memeluknya jujur, apabila Turki hadir kemari serta ingin tinggal di negara ini, jadi kita akan dirikan buat mereka masjid-masjid.”

Masjid pertama di Jerman ini cukuplah unik, mengingat tempat pembangunannya yang ada di dalam kompleks Istana Schwetzingen. Konon masjid Schwetzingen dibuat untuk menghargai toleransi. Tapi banyak rumor riwayat yang tersebar di kelompok penduduk Schwetzingen mengatakan jika masjid ini menyengaja dibuat menjadi hadiah buat salah satunya istri raja yang datang dari Turki serta beragama Islam. Rumor lainnya yang berkembang luas di dalam penduduk ialah jika salah satunya bangsawan yang hidup di sini pada saat itu ada yang Muslim.

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Masjid Schwetzingen adalah bangunan paling besar pertama yang memprioritaskan style arsitektur oriental dalam suatu negeri berbahasa Jerman. Pigage (sang arsitek) menyatukan komponen-komponen dari arsitektur Islam Moor dengan eksotisme dari kisah-kisah dongeng Seribu Satu Malam.

Tidak cuma hanya itu. Oleh sang arsitek, Masjid Schwetzingen pun didesain serta dibuat dengan memakai ide taman. Karena itu masjid ini jadi masjid taman pertama yang dibuat pada era ke-18, serta sampai sekarang masih tetap berdiri megah di lokasi Eropa. Taman yang ada di sekitar bangunan masjid mengambil ide taman-taman di Turki.

Pesona arsitektur Timur dengan jelas bisa diamankan pada saat pengunjung lihat sisi luar dari bangunan Masjid Schwetzingen. Dampak arsitektur Timur ini makin terlihat jelas, waktu masuk sisi tengah masjid, yang berupa kubah bulat, yang diapit oleh ruangan-ruangan berupa persegi. Style oriental pun terlihat kental pada interior masjid, dengan pemakaian mosaik marmer pada lantai di ruangan sisi tengah.

Masjid Dua Kiblat – Produsen Kubah Masjid

Masjid Dua Kiblat – Qiblatain

Arsitektur Masjid Qiblatain

Kota Madinah tidak cuma menaruh banyak riwayat serta nilai filosofi yang terdapat dalam tiap-tiap masjid yang berdiri. Tidak hanya Masjid Nabawi, terdapat beberapa masjid lainnya yang di jaman Rasulullah SAW, jadi saksi riwayat perubahan penyebaran Islam di kota itu.

Diantaranya ialah Qiblatain. Masjid ini mempunyai riwayat teristimewa karena miliki dua kiblat pada sebuah masjid. Saat itu, masjid yang awal mulanya diberi nama Bani Salamah itu mempunyai letak tempat kiblat mengarah Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, Palestina.

Menurut narasi salah seseorang petugas masjid, konon sejarahnya Nabi Muhammad SAW saat itu mendapatkan ejekan dari golongan Nasrani serta Yahudi jika beribadah umat muslim sangat mengikuti ajaran nenek moyang Yahudi yang mengarahkan tempat ibadahnya ke Baitul Maqdis.

Mendapatkan banyak gunjingan dari mereka, Rasulullah SAW juga minta pada Allah supaya arah kiblat bisa ditukar menghadap ke Masjidil Haram, Ka’bah tempat golongan Ibrahim.

Masjid Dua Kiblat

Menjawab kegundahan Rasulullah atas cemoohan golongan Yahudi itu, Allah turunkan firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 144 yang berarti:

“Sungguh Kami (seringkali) lihat mukamu (Muhammad) menengadah ke langit, jadi benar-benar Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu gemari. Palingkanlah mukamu mengarah Masjidil Haram. Serta dimana-mana kamu ada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Serta sebenarnya, beberapa orang (Yahudi serta Nasrani) yang dikasih Al-Kitab (Taurat serta Injil) memang tahu jika berpaling ke Masjidil Haram ialah benar dari Allah. Serta Allah sesekali tidak meleng dari apakah yang mereka lakukan.”

Masjid Qiblatain Madinah

Diambil dari beberapa sumber, perintah Allah untuk memalingkan arah salat beberapa orang mukmin itu turun saat Rasulullah serta beberapa sahabatnya tengah kerjakan dua rakaat salat Dzuhur di Masjid Bani Salamah, atau yang sekarang diberi nama Masjid Qiblatain.

Demikian Rasulullah terima perintah Allah itu, beliau serta beberapa sahabatnya langsung berputar-putar arah 180 derajat. Perpindahan arah kiblat itu tidak menggagalkan salat atau mengulang-ulang salat dua rakaat awal mulanya.

Perintah Allah untuk memalingkan arah salat beberapa orang mukmin itu turun saat Rasulullah serta beberapa sahabatnya itu tengah kerjakan dua rakaat salat Dzuhur di Masjid Bani Salamah.

Momen itu yang lalu jadi semula Masjid Bani Salamah diketahui menjadi Masjid Qiblatain atau masjid yang mempunyai dua kiblat.

Masjid Qiblatain Madinah

Masjid Qiblatain

Kota Madinah tidak cuma menaruh banyak riwayat serta nilai filosofi yang terdapat dalam tiap-tiap masjid yang berdiri. Tidak hanya Masjid Nabawi, terdapat beberapa masjid lainnya yang di jaman Rasulullah SAW, jadi saksi riwayat perubahan penyebaran Islam di kota itu.

Diantaranya ialah Qiblatain. Masjid ini mempunyai riwayat teristimewa karena miliki dua kiblat pada sebuah masjid. Saat itu, masjid yang awal mulanya diberi nama Bani Salamah itu mempunyai letak tempat kiblat mengarah Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, Palestina.

Masjid Qiblatain

Menurut narasi salah seseorang petugas masjid, konon sejarahnya Nabi Muhammad SAW saat itu mendapatkan ejekan dari golongan Nasrani serta Yahudi jika beribadah umat muslim sangat mengikuti ajaran nenek moyang Yahudi yang mengarahkan tempat ibadahnya ke Baitul Maqdis.

Mendapatkan banyak gunjingan dari mereka, Rasulullah SAW juga minta pada Allah supaya arah kiblat bisa ditukar menghadap ke Masjidil Haram, Ka’bah tempat golongan Ibrahim.

Penjelasan Surat Al-Baqarah tentang Masjid Qiblatain

Menjawab kegundahan Rasulullah atas cemoohan golongan Yahudi itu, Allah turunkan firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 144 yang berarti:

“Sungguh Kami (seringkali) lihat mukamu (Muhammad) menengadah ke langit, jadi benar-benar Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu gemari. Palingkanlah mukamu mengarah Masjidil Haram. Serta dimana-mana kamu ada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Serta sebenarnya, beberapa orang (Yahudi serta Nasrani) yang dikasih Al-Kitab (Taurat serta Injil) memang tahu jika berpaling ke Masjidil Haram ialah benar dari Allah. Serta Allah sesekali tidak meleng dari apakah yang mereka lakukan.”

Masjid Qiblatain Madinah

Diambil dari beberapa sumber, perintah Allah untuk memalingkan arah salat beberapa orang mukmin itu turun saat Rasulullah serta beberapa sahabatnya tengah kerjakan dua rakaat salat Dzuhur di Masjid Bani Salamah, atau yang sekarang diberi nama Masjid Qiblatain.

Demikian Rasulullah terima perintah Allah itu, beliau serta beberapa sahabatnya langsung berputar-putar arah 180 derajat. Perpindahan arah kiblat itu tidak menggagalkan salat atau mengulang-ulang salat dua rakaat awal mulanya.

Perintah Allah untuk memalingkan arah salat beberapa orang mukmin itu turun saat Rasulullah serta beberapa sahabatnya itu tengah kerjakan dua rakaat salat Dzuhur di Masjid Bani Salamah.

Momen itu yang lalu jadi semula Masjid Bani Salamah diketahui menjadi Masjid Qiblatain atau masjid yang mempunyai dua kiblat.

Masjid Putra – Pembuat Kubah Masjid

Masjid Putra

Satu lagi masjid megah yang ada di pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya. Yaitu Majid Putra. Majid Putra cuma terpisah kurang lebih 2,2 km. dari Masjid Besi / Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Sama dengan masjid Besi, Masjid Putra ini pula dibuat buat pegawai pemerintah, pegawai kantor perwakilan negara teman dekat di Putrajaya, duta besar serta korp diplomatik dan penduduk muslim yang tinggal tidak jauh dari tempat itu.

Masjid Putrajaya

Masjid megah ini adalah salah satunya sarana yang disiapkan oleh pemerintah federal Malaysia buat kota pusat pemerintahan baru Malaysia di Putrajya, serta tentunya jadi salah satunya simbol dari sederetan gedung gedung indah di Putrajaya. Nama Masjid Putra diambil dari nama Bekas Perdana Menteri Malaysia pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj, adalah satu bentuk penghormatan rakyat serta pemerintah Malaysia pada beliau.

Sama dengan Masjid Besi / Tuanku Mizan Zainal Abidin, Masjid Putra pun ada di tepian danau bikinan yang dibuat melingkari Putrajaya. Membuat terlihat seperti masjid terapung jika disaksikan dari terlalu jauh seberang danau.

Riwayat Pembangunan Masjid Putra, Putrajaya

Kebijaksanaan pemerintah Malaysia yang jadikan Islam menjadi agama sah negara, jadikan ciri ciri serta lambang simbol Islam demikian kental di negeri tetangga yang satu ini. Lumrah jika saat pemerintah Malaysia akan memutuskan mengalihkan ibukota pemerintahan federal, dua masjid megah juga dibuat di lokasi pemerintahan baru itu.

Masjid putra mulai dibuat pada bulan Juni 1997, saat tuntas ditangani, dua tahun lalu diserahterimakan pada JAKIM pada tanggal 1 September 1999, untuk mengangani pengendalian Masjid itu. Masjid Putra didesain oleh Y. Bhg. Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood dari Himpunan Senireka Sdn. Bhd. Pembangunan masjid ini habiskan cost sebesar RM 250 juta (dua ratus lima puluh juta Ringgit Malaysia) sedang cost perawatannya habiskan dana RM 100 ribu Ringgit Malaysia.

Kubah Masjid Putrajaya

Masjid putra dibuat dengan menggabungkan arsitektur timur tengah serta arsitektur tradisionil Melayu dibuat di dengan luas sampai seluas 1.37 hektar, dihitung sejak dari pintu masuk penting masjid sampai bangunan masjid nya sendiri. Bangunan masjid ini demikian indah. Dilihat dari terlalu jauh terlihat jelas masjid dengan arsitektural masjid universal komplet dengan kubah serta menara yang terpisah dari bangunan penting masjid. oranmen memiliki nuansa melayu hiasi eksterior ataupun interior masjid ini.

Ruangan sholat penting Masjid Putra berciri minimalis serta menarik, luas serta tiada sekat benar-benar. Bangunan masjid didukung 12 tiang penting. Ruangan sholat penting ini ada di lantai G serta dapat menyimpan 8000 jemaah lelaki sedang jemaah wanita diletakkan di ruangan sholat lantai 1 dengan kemampuan 2000 jemaah.

Masjid Putrajaya – Produsen Kubah Masjid

Masjid Putrajaya

Satu lagi masjid megah yang ada di pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya. Yaitu Majid Putra. Majid Putra cuma terpisah kurang lebih 2,2 km. dari Masjid Besi / Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Sama dengan masjid Besi, Masjid Putra ini pula dibuat buat pegawai pemerintah, pegawai kantor perwakilan negara teman dekat di Putrajaya, duta besar serta korp diplomatik dan penduduk muslim yang tinggal tidak jauh dari tempat itu.

Masjid Putra

Masjid megah ini adalah salah satunya sarana yang disiapkan oleh pemerintah federal Malaysia buat kota pusat pemerintahan baru Malaysia di Putrajya, serta tentunya jadi salah satunya simbol dari sederetan gedung gedung indah di Putrajaya. Nama Masjid Putra diambil dari nama Bekas Perdana Menteri Malaysia pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj, adalah satu bentuk penghormatan rakyat serta pemerintah Malaysia pada beliau.

Sama dengan Masjid Besi / Tuanku Mizan Zainal Abidin, Masjid Putra pun ada di tepian danau bikinan yang dibuat melingkari Putrajaya. Membuat terlihat seperti masjid terapung jika disaksikan dari terlalu jauh seberang danau.

Riwayat Pembangunan Masjid Putra, Putrajaya

Kebijaksanaan pemerintah Malaysia yang jadikan Islam menjadi agama sah negara, jadikan ciri ciri serta lambang simbol Islam demikian kental di negeri tetangga yang satu ini. Lumrah jika saat pemerintah Malaysia akan memutuskan mengalihkan ibukota pemerintahan federal, dua masjid megah juga dibuat di lokasi pemerintahan baru itu.

Masjid putra mulai dibuat pada bulan Juni 1997, saat tuntas ditangani, dua tahun lalu diserahterimakan pada JAKIM pada tanggal 1 September 1999, untuk mengangani pengendalian Masjid itu. Masjid Putra didesain oleh Y. Bhg. Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood dari Himpunan Senireka Sdn. Bhd. Pembangunan masjid ini habiskan cost sebesar RM 250 juta (dua ratus lima puluh juta Ringgit Malaysia) sedang cost perawatannya habiskan dana RM 100 ribu Ringgit Malaysia.

Kubah Masjid Putrajaya

Masjid putra dibuat dengan menggabungkan arsitektur timur tengah serta arsitektur tradisionil Melayu dibuat di dengan luas sampai seluas 1.37 hektar, dihitung sejak dari pintu masuk penting masjid sampai bangunan masjid nya sendiri. Bangunan masjid ini demikian indah. Dilihat dari terlalu jauh terlihat jelas masjid dengan arsitektural masjid universal komplet dengan kubah serta menara yang terpisah dari bangunan penting masjid. oranmen memiliki nuansa melayu hiasi eksterior ataupun interior masjid ini.

Ruangan sholat penting Masjid Putra berciri minimalis serta menarik, luas serta tiada sekat benar-benar. Bangunan masjid didukung 12 tiang penting. Ruangan sholat penting ini ada di lantai G serta dapat menyimpan 8000 jemaah lelaki sedang jemaah wanita diletakkan di ruangan sholat lantai 1 dengan kemampuan 2000 jemaah.

Gratis Konsultasi 08122229385