Category Archive Kubah Masjid

Masjid Qiblatain Madinah

Masjid Qiblatain

Kota Madinah tidak cuma menaruh banyak riwayat serta nilai filosofi yang terdapat dalam tiap-tiap masjid yang berdiri. Tidak hanya Masjid Nabawi, terdapat beberapa masjid lainnya yang di jaman Rasulullah SAW, jadi saksi riwayat perubahan penyebaran Islam di kota itu.

Diantaranya ialah Qiblatain. Masjid ini mempunyai riwayat teristimewa karena miliki dua kiblat pada sebuah masjid. Saat itu, masjid yang awal mulanya diberi nama Bani Salamah itu mempunyai letak tempat kiblat mengarah Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, Palestina.

Masjid Qiblatain

Menurut narasi salah seseorang petugas masjid, konon sejarahnya Nabi Muhammad SAW saat itu mendapatkan ejekan dari golongan Nasrani serta Yahudi jika beribadah umat muslim sangat mengikuti ajaran nenek moyang Yahudi yang mengarahkan tempat ibadahnya ke Baitul Maqdis.

Mendapatkan banyak gunjingan dari mereka, Rasulullah SAW juga minta pada Allah supaya arah kiblat bisa ditukar menghadap ke Masjidil Haram, Ka’bah tempat golongan Ibrahim.

Penjelasan Surat Al-Baqarah tentang Masjid Qiblatain

Menjawab kegundahan Rasulullah atas cemoohan golongan Yahudi itu, Allah turunkan firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 144 yang berarti:

“Sungguh Kami (seringkali) lihat mukamu (Muhammad) menengadah ke langit, jadi benar-benar Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu gemari. Palingkanlah mukamu mengarah Masjidil Haram. Serta dimana-mana kamu ada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Serta sebenarnya, beberapa orang (Yahudi serta Nasrani) yang dikasih Al-Kitab (Taurat serta Injil) memang tahu jika berpaling ke Masjidil Haram ialah benar dari Allah. Serta Allah sesekali tidak meleng dari apakah yang mereka lakukan.”

Masjid Qiblatain Madinah

Diambil dari beberapa sumber, perintah Allah untuk memalingkan arah salat beberapa orang mukmin itu turun saat Rasulullah serta beberapa sahabatnya tengah kerjakan dua rakaat salat Dzuhur di Masjid Bani Salamah, atau yang sekarang diberi nama Masjid Qiblatain.

Demikian Rasulullah terima perintah Allah itu, beliau serta beberapa sahabatnya langsung berputar-putar arah 180 derajat. Perpindahan arah kiblat itu tidak menggagalkan salat atau mengulang-ulang salat dua rakaat awal mulanya.

Perintah Allah untuk memalingkan arah salat beberapa orang mukmin itu turun saat Rasulullah serta beberapa sahabatnya itu tengah kerjakan dua rakaat salat Dzuhur di Masjid Bani Salamah.

Momen itu yang lalu jadi semula Masjid Bani Salamah diketahui menjadi Masjid Qiblatain atau masjid yang mempunyai dua kiblat.

Masjid Putra – Pembuat Kubah Masjid

Masjid Putra

Satu lagi masjid megah yang ada di pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya. Yaitu Majid Putra. Majid Putra cuma terpisah kurang lebih 2,2 km. dari Masjid Besi / Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Sama dengan masjid Besi, Masjid Putra ini pula dibuat buat pegawai pemerintah, pegawai kantor perwakilan negara teman dekat di Putrajaya, duta besar serta korp diplomatik dan penduduk muslim yang tinggal tidak jauh dari tempat itu.

Masjid Putrajaya

Masjid megah ini adalah salah satunya sarana yang disiapkan oleh pemerintah federal Malaysia buat kota pusat pemerintahan baru Malaysia di Putrajya, serta tentunya jadi salah satunya simbol dari sederetan gedung gedung indah di Putrajaya. Nama Masjid Putra diambil dari nama Bekas Perdana Menteri Malaysia pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj, adalah satu bentuk penghormatan rakyat serta pemerintah Malaysia pada beliau.

Sama dengan Masjid Besi / Tuanku Mizan Zainal Abidin, Masjid Putra pun ada di tepian danau bikinan yang dibuat melingkari Putrajaya. Membuat terlihat seperti masjid terapung jika disaksikan dari terlalu jauh seberang danau.

Riwayat Pembangunan Masjid Putra, Putrajaya

Kebijaksanaan pemerintah Malaysia yang jadikan Islam menjadi agama sah negara, jadikan ciri ciri serta lambang simbol Islam demikian kental di negeri tetangga yang satu ini. Lumrah jika saat pemerintah Malaysia akan memutuskan mengalihkan ibukota pemerintahan federal, dua masjid megah juga dibuat di lokasi pemerintahan baru itu.

Masjid putra mulai dibuat pada bulan Juni 1997, saat tuntas ditangani, dua tahun lalu diserahterimakan pada JAKIM pada tanggal 1 September 1999, untuk mengangani pengendalian Masjid itu. Masjid Putra didesain oleh Y. Bhg. Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood dari Himpunan Senireka Sdn. Bhd. Pembangunan masjid ini habiskan cost sebesar RM 250 juta (dua ratus lima puluh juta Ringgit Malaysia) sedang cost perawatannya habiskan dana RM 100 ribu Ringgit Malaysia.

Kubah Masjid Putrajaya

Masjid putra dibuat dengan menggabungkan arsitektur timur tengah serta arsitektur tradisionil Melayu dibuat di dengan luas sampai seluas 1.37 hektar, dihitung sejak dari pintu masuk penting masjid sampai bangunan masjid nya sendiri. Bangunan masjid ini demikian indah. Dilihat dari terlalu jauh terlihat jelas masjid dengan arsitektural masjid universal komplet dengan kubah serta menara yang terpisah dari bangunan penting masjid. oranmen memiliki nuansa melayu hiasi eksterior ataupun interior masjid ini.

Ruangan sholat penting Masjid Putra berciri minimalis serta menarik, luas serta tiada sekat benar-benar. Bangunan masjid didukung 12 tiang penting. Ruangan sholat penting ini ada di lantai G serta dapat menyimpan 8000 jemaah lelaki sedang jemaah wanita diletakkan di ruangan sholat lantai 1 dengan kemampuan 2000 jemaah.

Masjid Putrajaya – Produsen Kubah Masjid

Masjid Putrajaya

Satu lagi masjid megah yang ada di pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya. Yaitu Majid Putra. Majid Putra cuma terpisah kurang lebih 2,2 km. dari Masjid Besi / Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Sama dengan masjid Besi, Masjid Putra ini pula dibuat buat pegawai pemerintah, pegawai kantor perwakilan negara teman dekat di Putrajaya, duta besar serta korp diplomatik dan penduduk muslim yang tinggal tidak jauh dari tempat itu.

Masjid Putra

Masjid megah ini adalah salah satunya sarana yang disiapkan oleh pemerintah federal Malaysia buat kota pusat pemerintahan baru Malaysia di Putrajya, serta tentunya jadi salah satunya simbol dari sederetan gedung gedung indah di Putrajaya. Nama Masjid Putra diambil dari nama Bekas Perdana Menteri Malaysia pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj, adalah satu bentuk penghormatan rakyat serta pemerintah Malaysia pada beliau.

Sama dengan Masjid Besi / Tuanku Mizan Zainal Abidin, Masjid Putra pun ada di tepian danau bikinan yang dibuat melingkari Putrajaya. Membuat terlihat seperti masjid terapung jika disaksikan dari terlalu jauh seberang danau.

Riwayat Pembangunan Masjid Putra, Putrajaya

Kebijaksanaan pemerintah Malaysia yang jadikan Islam menjadi agama sah negara, jadikan ciri ciri serta lambang simbol Islam demikian kental di negeri tetangga yang satu ini. Lumrah jika saat pemerintah Malaysia akan memutuskan mengalihkan ibukota pemerintahan federal, dua masjid megah juga dibuat di lokasi pemerintahan baru itu.

Masjid putra mulai dibuat pada bulan Juni 1997, saat tuntas ditangani, dua tahun lalu diserahterimakan pada JAKIM pada tanggal 1 September 1999, untuk mengangani pengendalian Masjid itu. Masjid Putra didesain oleh Y. Bhg. Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood dari Himpunan Senireka Sdn. Bhd. Pembangunan masjid ini habiskan cost sebesar RM 250 juta (dua ratus lima puluh juta Ringgit Malaysia) sedang cost perawatannya habiskan dana RM 100 ribu Ringgit Malaysia.

Kubah Masjid Putrajaya

Masjid putra dibuat dengan menggabungkan arsitektur timur tengah serta arsitektur tradisionil Melayu dibuat di dengan luas sampai seluas 1.37 hektar, dihitung sejak dari pintu masuk penting masjid sampai bangunan masjid nya sendiri. Bangunan masjid ini demikian indah. Dilihat dari terlalu jauh terlihat jelas masjid dengan arsitektural masjid universal komplet dengan kubah serta menara yang terpisah dari bangunan penting masjid. oranmen memiliki nuansa melayu hiasi eksterior ataupun interior masjid ini.

Ruangan sholat penting Masjid Putra berciri minimalis serta menarik, luas serta tiada sekat benar-benar. Bangunan masjid didukung 12 tiang penting. Ruangan sholat penting ini ada di lantai G serta dapat menyimpan 8000 jemaah lelaki sedang jemaah wanita diletakkan di ruangan sholat lantai 1 dengan kemampuan 2000 jemaah.

Sejarah Masjid Kristal Malaysia – Produsen Kubah Masjid

Masjid Kristal Kuala Trengganu

Crystal Mosque atau masjid Kristal ialah masjid di Kuala Trengganu, Negeri Trengganu, Malaysia. Masjid ini ada di Taman Tamadun atau taman Budaya Islam (Islamic Heritage Park) di pulau Wan Man, Kuala Trengganu. Pulau Wan Man ini ada di tepian pantai timur Trengganu, salah satunya pulau kecil dari beberapa ratus pulau kecil di Malaysia.

Masjid Kristal Trenggganu

Dimaksud Masjid Kristal, sebab memang sangat banyak Kristal yang dipakai untuk pembangunan masjid ini. Walau tentunya material bangunan biasanya seperti baja serta beton bertulang masih dipakai untuk pembangunan masjid ini. Cuma sebab dominasi material Kristal di bagian ekteriornya yang jadikan masjid ini dimaksud dengan Masjid Kristal.

Pembangunannya dikerjakan pada tahun 2006 sampai tahun 2008 serta dibuka dengan resmi oleh Raja Malaysia ke 13 Yang di-Pertuan Agong, Sultan Mizan Zainal Abidin yang juga merupakan Sultan Terengganu, pada tanggal 8 Februari 2008.

Sejarah Masjid Kristal Malaysia

Turut hadir dalam upacara peresmian itu Perdana Menteri Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi. Sedang Yang Di-Pertuan Agong, Tuanku Mizan Zainal Abidin ada bersama dengan Raja Permaisuri Agong, Tuanku Nur Zahirah pergi ke Peresmian Masjid Kristal di Pulau Wan Man, Kuala Terengganu pada 8 Februari 2008 jam 6.00 petang.

Pembangunan masjid ini dimaksud ucap habiskan dana seputar The RM250 juta ringgit Malaysa, bersisihan dengan masjid ini ada beberapa tiruan bangunan bangunan masjid populer dunia.

Arsitektur kubah kristal

Masjid ini mempunyai luas 2.146 meter persegi serta memiliki 700 jamaah. Diluar itu, masjid ini pula diperlengkapi dengan fasilitas tehnologi serta jaringan WiFi menjadi koneksi internet untuk membaca al-Qur’an elektronik.

Pemakaian tehnologi yang lain pada masjid ini ialah pada sistem tata cahayanya yang memungkinkannya terlihat cemerlang pada malam hari dalam dominasi warna hijau yang menyejukkan mata.

Masjid Kristal Malaysia – Kontraktor Kubah Masjid

Masjid Kristal Kuala Trengganu

Crystal Mosque atau masjid Kristal ialah masjid di Kuala Trengganu, Negeri Trengganu, Malaysia. Masjid ini ada di Taman Tamadun atau taman Budaya Islam (Islamic Heritage Park) di pulau Wan Man, Kuala Trengganu. Pulau Wan Man ini ada di tepian pantai timur Trengganu, salah satunya pulau kecil dari beberapa ratus pulau kecil di Malaysia.

Masjid Kristal Trenggganu

Dimaksud Masjid Kristal, sebab memang sangat banyak Kristal yang dipakai untuk pembangunan masjid ini. Walau tentunya material bangunan biasanya seperti baja serta beton bertulang masih dipakai untuk pembangunan masjid ini. Cuma sebab dominasi material Kristal di bagian ekteriornya yang jadikan masjid ini dimaksud dengan Masjid Kristal.

Pembangunannya dikerjakan pada tahun 2006 sampai tahun 2008 serta dibuka dengan resmi oleh Raja Malaysia ke 13 Yang di-Pertuan Agong, Sultan Mizan Zainal Abidin yang juga merupakan Sultan Terengganu, pada tanggal 8 Februari 2008.

Peresmian Masjid Kristal Malaysia

Masjid Kristal Trengganu

Turut hadir dalam upacara peresmian itu Perdana Menteri Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi. Sedang Yang Di-Pertuan Agong, Tuanku Mizan Zainal Abidin ada bersama dengan Raja Permaisuri Agong, Tuanku Nur Zahirah pergi ke Peresmian Masjid Kristal di Pulau Wan Man, Kuala Terengganu pada 8 Februari 2008 jam 6.00 petang.

Pembangunan masjid ini dimaksud ucap habiskan dana seputar The RM250 juta ringgit Malaysa, bersisihan dengan masjid ini ada beberapa tiruan bangunan bangunan masjid populer dunia.

Arsitektur kubah kristal

Masjid ini mempunyai luas 2.146 meter persegi serta memiliki 700 jamaah. Diluar itu, masjid ini pula diperlengkapi dengan fasilitas tehnologi serta jaringan WiFi menjadi koneksi internet untuk membaca al-Qur’an elektronik.

Pemakaian tehnologi yang lain pada masjid ini ialah pada sistem tata cahayanya yang memungkinkannya terlihat cemerlang pada malam hari dalam dominasi warna hijau yang menyejukkan mata.

Masjid Menara Kudus – Kontraktor Kubah Masjid

Masjid Kudus

Penyebaran agama Islam di Jawa dikerjakan oleh beberapa pedagang, yang dipelopori oleh Maulana Maghribi, yang lebih dikenal dengan nama Maulana Malik Ibrahim. Beliau menyebarkan Islam bukan sekedar sendiri, tetapi bersama dengan yang lainnya atau biasa dimaksud dengan Wali Songo.

Wali-wali itu mengemukakan risalah Islam lewat cara yang berlainan, salah salah satunya ialah yang kita kenal dengan Ja’far Shodiq atau biasa dimaksud dengan Kanjeng Sunan Kudus. Banyak penduduk yang bertandang ke mesjid ini, lebih dihari-hari besar agama Islam.

Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus adalah salah satunya peninggalan riwayat, menjadi bukti proses penyebaran Islam di Tanah Jawa. Masjid ini termasuk unik sebab design bangunannya, yang disebut penyatuan pada Budaya Hindu serta Budaya Islam.

Seperti kita kenali, sebelum Islam, Di Jawa sudah berkembang agama Budha serta Hindu dengan peninggalannya berbentuk Candi serta Pura. Diluar itu ada penyembahan pada Roh Nenek Moyang (Animisme) serta keyakinan pada beberapa benda (Dinamisme).

Masjid Menara Kudus jadi bukti, bagaimana satu kombinasi pada Kebudayaan Islam serta Kebudayaan Hindu sudah membuahkan satu bangunan yang termasuk unik serta bergaya arsitektur tinggi. Satu bangunan masjid, akan tetapi dengan menara berbentuk candi serta beberapa ornament lainnya yang bergaya Hindu.

Sejarah Berdirinya Masjid Menara Kudus

Menurut riwayat, Masjid Menara Kudus dibangun oleh Sunan Kudus atau Ja’far Shodiq adalah putera dari R.Usman Haji yang bergelar dengan Sunan Ngudung di Jipang Panolan (ada yang menjelaskan tempat itu terdapat di samping utara Blora).

Sunan Kudus kawin dengan Dewi Rukhil, puteri dari R.Makdum Ibrahim, Kanjeng Sunan Bonan di Tuban. R.Makdum Ibrahim ialah putera R.Rachmad (Sunan Ampel) putera Maulana Ibrahim. Dengan begitu Sunan Kudus ialah menantunya Kanjeng Sunan Bonang.

Sunan Kudus tidak hanya diketahui seseorang pakar agama dikenal juga menjadi pakar pengetahuan tauhid, pengetahuan hadist serta pengetahuan fiqh. Karenanya, di antara ke-9 wali, cuma beliau yang populer menjadi “Waliyil Ilmi”.

Masjid Kudus

Sejarah Berdirinya Masjid Menara Kudus

Mengenai langkah Sunan Kudus sebarkan agama Islam ialah dengan jalan kebijakan, hingga mendapatkan simpati dari masyarakat yang waktu itu masih tetap memeluk agama Hindu.

Salah satunya perumpamaannya ialah, Sapi adalah hewan yang begitu dihormati oleh agama Hindu, satu saat kanjeng Sunan mengikat sapi di pekarangan masjid, sesudah mereka hadir Kanjeng Sunan bertabligh, hingga di antara mereka banyak yang memeluk Islam.

Serta sampai saat ini juga di lokasi Kudus, terutamanya Kudus Kulon dilarang menyembelih sapi menjadi penghormatan pada agama Hindu s/d sekarang ini.

Budaya – Mesjid Kudus

Menara mesjid Kudus yang bercorak Hindu, mirip bentuk candi. Konon di bawah menara Kudus, dulunya ada satu sumber mata air kehidupan.

Penghormatan lainnya ialah diwujudkan berbentuk bangunan menara masjid yang bercorak Hindu. Menurut riwayat, masjid Kudus dibuat oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H. Perihal ini tampak dari batu catat yang terdapat di Pengimaman masjid, yang bertuliskan serta berupa bahasa Arab, yang sulit dibaca sebab sudah banyak huruf-huruf yang rusak.

Batu itu berperisai, serta ukuran perisai itu ialah dengan panjang 46 cm, lebar 30 cm. Konon beritanya batu itu datang dari Baitulmakdis ( Al Quds ) di Yerussalem – Palestina. Dari kata Baitulmakdis itu muncul nama Kudus yang berarti suci, hingga masjid itu diberi nama masjid Kudus serta kotanya diberi nama dengan kota Kudus.

Masjid Menara Kudus ini terbagi dalam 5 buah pintu samping kanan, serta 5 buah pintu samping kiri. Jendelanya semua ada 4 buah. Pintu besar terbagi dalam 5 buah, serta tiang besar di masjid yang datang dari kayu jati ada 8 buah.

Akan tetapi masjid ini tidak cocok aslinya, semakin besar dari sebelumnya sebab pada tahun 1918 – an sudah diperbaiki. Di dalamnya ada kolam masjid, kolam yang berupa “padasan” itu adalah peninggalan zaman purba serta jadikan menjadi tempat wudhu.

Masih tetap jadi pertanyaan sampai saat ini, apa kolam itu peninggalan zaman Hindu atau menyengaja dibikin oleh Sunan Kudus untuk mengambil budaya Hindu. Di masjid ada 2 buah bendera, yang terdapat di kanan serta kiri tempat khatib membaca khutbah.

Di serambi depan masjid ada satu pintu gapura, yang biasa dimaksud oleh masyarakat menjadi “Lawang kembar”, konon beritanya gapura itu datang dari sisa kerajaan Majapahit dulu, gapura itu dahulu digunakan menjadi pintu spion.

Masjid At-Taqwa Kutacane – Aceh

Masjid At-Taqwa Nangroe Aceh Darussalam

Aceh adalah salah satunya propinsi yang populer dengan kereligiusannya pada agama Islam. Bahkan juga di Aceh sudah mengaplikasikan hukum islam menjadi hukum dari sana. Sedang Kutacane adalah ibukota Aceh Tenggara propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Sisi Aceh Tenggara mempunyai situasi yang begitu sejuk sebab ada dalam lokasi daerah pegunungan dengan ketinggian 1000 mtr. diatas permukaan laut.

Sebab Aceh adalah propinsi yang begitu menjunjung agama Islam tidak bingung dari sana ada banyak bangunan masjid. Serta salah satunya masjid yang begitu popular di Ace terutamanya Aceh Tengggara yakni masjid At-Taqwa. Tempat Masjid At-Taqwa persisnya ada di Jalan Cut Nyak Dhien, Kute Kutacane Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara Propinsi Aceh.

Masjid Agung At Taqwa

Sejarah Pembangunan Masjid At Taqwa

Masjid At-Taqwa sudah dibangun pada tahun 1956 serta selesai pada tahun 1962. Masjid ini dibuat dengan gotong royong oleh beberapa penduduk muslim dari sana. Sebab dibuat saat waktu terdahulu, bangunan masjid juga tampak begitu simpel akan tetapi sekarang ini masjid At-Taqwa sudah berdiri kuat, moderen serta begitu menarik untuk didatangi. Disaksikan dari arsitekturnya, masjid At-Taqwa mempunyai style Eropa tidak tertinggal dengan sentuhan dari seni islami Aceh.

Sebab masjid At-Taqwa ada dilokasi yang startegis yakni di tengahnya kota, masjid ini tetap ramai tiap-tiap waktunya. Lebih panorama keindahan masjid At-Taqwa bisa disaksikan dari dataran tinggi di pegunungan Mbarung serta puncak Gunung Pokhkisen. Keindahan serta kemegahan masjid At-Taqwa akan makin terpancar bila disaksikan saat malam hari sebab masjid itu mempunyai tata sinar yang begitu memikat serta ditata sebaik-baiknya.

Masjid At-Taqwa awalannya dibangun cuma berbentuk bangunan yang begitu simpel. Akan tetapi bersamaan dengan perubahan jaman, pada akhirnya masjid At-Taqwa sudah bermetamorfosis jadi satu bangunan yang begitu memikat. Tapatnya pada tahunn 2009 lantas pada bulan Oktober, masjid ini dibuat lagi diatas tempat seluas 1,5 hektar pada saat pemerintahan Bupati H. Hasanuddin B. Tempatnya pun ada dekat dengan psat perkantoran Kabupaten Aceh Tenggara. Saat peletakkan batu pertama menjadi sinyal akan dibuatnya masjid yang megah, seseorang Gubernur Propinsi Nangroe Aceh Darussalam turut terlibat untuk meletakkannya. Dalam pembangunan masjid At-Taqwa dana yang diperlukan sekitar Rp. 72 miliar. Jumlahnya yang banyak itu membuahkan satu tempat beribadah kaum muslim mengagumkan megah. Dana itu datang dari beberapa sumbangan diantaranya dari Gubernur Aceh, APBK serta beberpa sumbangan dari entrepreneur populer seperti Abu Rizal Bakrie.

Lantas saat 7 tahun pembangunan masjid, pada akhirnya masjid At-Taqwa diresmikan di hari jum’at 8 April 2006 serta didatangi oleh beberapa tokoh terpenting serta pemerintahan dari sana. Peresmian masjid At-Taqwa diikuti dengan pemukulan beduk serta penandatangan prasasti dari sana.

Interior Masjid Agung At Taqwa

Arsitektur Masjid At-Taqwa

Dari arsitekturnya, masjid At-Taqwa begitu kental dengan style Eropa. Akan tetapi bagian keislamannya sangat kental serta ditambah lagi keunikan dari bangunnan masjid-masjid dinasti Usmaniyah Turki. Seperti kubah nya yang besar sekali dengan berwarna emas serta bagian-bagian dari bangunan megah dan menjulang tinggi menempel pada masjid At-Taqwa. Ada pun satu perancangan geometris kota-kotak serta beberapa jendelanya yang begitu minimalis adalah keunikan yang dipunyai masjid At-Taqwa. Disaksikan dari denah bangunannya, masjid At-Taqwa dibikin simetris dengan empat bentuk teras di keempat sisinya serta diperlengkapi oleh kubah kecil dibagian atapnya. Hingga masjid ini bila keseluruhnya mempunyai beberapa kubah serta empat menara disetiap pelosok bangunan masjid.

Diluar itu ada kaca patri dibagian interior masjid ditambah lagi satu lampu besar nan megah ada di tengahnya ruang masjid jadikan masjid At-Taqwa lebih mengagumkan. Masjid At-Taqwa mempunyai halaman serta tempat parkir yang begitu luas, jadi pengunjung atau jamaah bisa memarkiran kendaraan mereka tiada terasa cemas minimnya ruang tempat parkir.

Masjid Jami’ Bengkulu – Konstruksi Kubah Masjid Bengkulu

Masjid Jami’ Bengkulu Peninggalan Bung Karno

Masjid Jami’ Bengkulu ini begitu populer dengan sejarahnya yang disebut hadiah kenang-kenangan dari Almarhum Sang Proklamator Kemerdekaan RI, Bung Karno. Arsitektur bangunan Masjid Jami’ Bengkulu sekarang ini memang datang dari guratan tangan asli dari Bung Karno sendiri saat beliau diasingkan ke pulau Bengkulu. Walau Masjid Jami’ Bengkulu telah berdiri sebelum Bung Karno di asingkan ke pulau itu, akan tetapi sampai sekarang ini nama serta riwayat yang menempel ialah satu kenang-kenangan manis dari Sang Proklamator RI.

Menurut sejarah, Bung Karno diasingkan di Bengkulu seputar tahun 1938 sampai 1942. Saat itu, Bung Karno masih tetap jadi salah satunya pejuang kemerdekaan RI. Selama saat pengasingan itu, Bung karno meluangkan diri untuk membuat lagi arsitektur serta bentuk dari Masjid Jami’ Bengkulu serta akhirnya dapat kita lihat sampai sekarang ini.

Konstruksi Kubah Masjid Jami' Bengkulu

Sekilas Sejarah Masjid Jami’ Bengkulu

Awalannya, Masjid Jami’ Bengkulu telah diketemukan semenjak era ke 18 Masehi dengan bentuk bangunan yang begitu simpel. Masjid ini saat diketemukan ada di Kelurahan Kampung Membajak, Bengkulu, bersisihan dengan tempat makam Sentot Ali Basya, yakni rekan seperjuangan Pangeran Diponegoro yang diasingkan di Bengkulu. Lantas pada seputar tahun 1930-an, sangat banyak tokoh perjuangan Indonesia yang lalu diasingkan ke daerah Bengkulu, perihal ini mengakibatkan keperluan beribadah makin besar, hingga Masjid yang semua ada di Kelurahan Kampung Membajak lalu di pindahkan ke tempat sekarang ini.

Saat pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno manfaatkan saatnya dengan mengajar di Sekolah Muhammadiyah Bengkulu dan berinisiatif untuk melakukan renovasi masjid yang telah termasuk begitu tua dengan bangunan yang begitu simpel itu. Pada akhirnya, Inspirasi serta Ide dan Arsitektural bangunan yang baru di terima dengan baik oleh penduduk, lalu dikerjakan pembangunan lagi dengan swadaya penduduk ditempat saja.

Pada pertama kalinya dibuat, Masjid Jami’ Bengkulu ini cuma adalah satu konstruksi bangunan yang begitu simpel, dengan atap rumbia, dan sebagian besar bahan material masjid adalah bahan yang gampang bocor serta becek terpenting pada musim hujan. Sedang bangunan masjid yang sekarang ini masih tetap berdiri adalah bentuk dari arsitektur Bung Karno, bagian-bagian masjid seperti dinding serta lantai memang masih tetap dipertahankan, sedang sisi yang lain telah di ubah dengan memakai beberapa bahan yang lebih tahan serta awet.

Perancangan Atap dari Bung Karno ialah Atap Bersusun Tiga, yang mempunyai dasar kehidupan seperti Iman, Islam, serta Ihsan. Interior masjid ini juga sebagian besar dihiasi oleh ukiran serta kaligrafi ayat Al-Qur’an dengan beberapa pahatan berupa sulur-suluran dengan cat warna keemasan.

Interior Masjid Jami' Bengkulu

Arsitektur Bangunan Masjid Jami’ Bengkulu

Bangunan Masjid Jami’ Bengkulu sendiri terbagi dalam tiga sisi yakni : Ruangan Penting untuk Sholat, Serambi masjid, serta Tempat Berwudhu. Bangunan Penting di dirikan seluas 14,65 x 14,65 meter, dengan 3 pintu masuk dari depan, kanan, serta kiri.Di dalam ruangan sholat ada satu ruangan Mihrab memiliki ukuran 1,60 meter serta panjang 2,5 meter, disebelahnya ada Mimbar dengan corak ciri khas kota Istanbul, Turki.

Lalu di bagian luar ada serambi yang berupa persegi panjang dengan ukuran 11.46 x 7,58 meter. Lantas ada juga bedug yang berdiameter 80 cm yang telah berusia cukuplah tua. Lalu bangunan paling akhir ialah tempat berwudhu yang dibuat dengan denah persegi panjang memiliki ukuran 8,8 x 5,55 meter, dengan bahan baku batu biasa serta batu karang.

Seperti masjid-masjid lainnya biasanya, masjid ini pula mempunyai halaman yang cukuplah luas dengan pagar besi dan beberapa pilar dari batu. Dihalaman itu pun ada taman yang ditumbuhi oleh beberapa pohon dan beberapa tanaman bunga, hingga hawa seputar berasa sejuk serta fresh serta beberapa jamaah juga makin kerasan untuk terlalu lama di masjid.

Konstruksi Kubah Masjid Bengkulu

Kami Konstruksi Kubah Masjid berkonsentrasi dibagian produksi kubah masjid yang sudah mempunyai pengalaman dalam pembuatan kubah masjid. Beberapa bahan kubah masjid yang kami produksi seperti kubah masjid enamel serta kubah masjid galvalum, kami turut memberikan service konsultasi kepada anda mengenai pembuatan,pengiriman, service pemasangan. Kubah masjid yang kami produksi memiliki berbagai warna,berbagai ornamen dan design kubah masjid seperti kemauan anda. Kami memberikan harga kubah masjid sangat murah, terbaik, terjamin, amanah dan terpercaya. Kepercayaan dan Kesenangan anda adalah satu tentang yang penting untuk kami, oleh karena itu kami demikian memahami kepentingan kubah masjid anda.

Buat Anda yang tengah mencari konstruksi kubah masjid Bengkulu, tidak butuh bingung karena PT Sam Jaya Utama adalah jalan keluar terbaik. Cukuplah cuma kerjakan pemesanan, jadi semua yang berkaitan dengan pembangunan kubah akan diselesaikan sama juga dengan waktu yang dijanjikan.

Masjid Sendang Dhuwur – Produsen Kubah Masjid Lamongan

Masjid Sendang Dhuwur, Masjid Tertua di Lamongan

Masjid Sendang Dhuwur telah berumur lebih dari 470 tahun, serta jadi masjid paling tua di Lamongan. Terdapat di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Propinsi Jawa Timur. Masjid ini adalah saksi riwayat perjuangan penyebaran Islam di daerah Lamongan yang dikerjakan oleh “Sunan Sendang Dhuwur”. Walau usianya yang telah lebih dari 4,5 era, bangunan masjid ini sampai saat ini masih tetap berdiri kuat, hingga bukti penyebaran Islam di Lamongan serta Tuban dapat di ingat-ingat sampai saat ini.

Walau telah alami tahap perbaikan pada tahun 1920-an, arsitektur masjid ini masih tetap terlihat seperti aslinya, sebab memang penduduk sekitara tidak mau peninggalan Sunan Sendang Dhuwur itu hilang. Beberapa peninggalan sejaranh yang telah berumur beberapa ratus tahun di masjid ini ialah Mimbar, Gentong tempat air minum serta Beduk Kulit.

Masjid Sendang Dhuwur Lamongan

Sejarah Masjid Sendang Dhuwur

Konon menurut cerita penduduk sekitar, dipercaya jika masjid ini dibuat dalam tempo satu malam saja oleh Sunan Sendang Dhuwur, beliau mengalihkan bangunan masjid dari Mantingan, Jepara, Jawa Tengah ke Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Lamongan Jawa Timur. Masjid ini pula sering dimaksud dengan Masjid Tiban, sebab dari cerita itu masjid ini seperti betul-betul muncul demikian saja pada sebuah malam. Masjid Sendang Dhuwur pun jadi salah satunya masjid Wali yang masih tetap tertangani dengan baik serta digunakan sampai sekarang ini tidak hanya Masjid Sunan Ampel serta Masjid Sunan Giri.

Lantas siapakah Sunan Sendang Dhuwur ini? Sunan Sendang Dhuwur mempunyai nama asli Raden Noer Rahmad, yakni putra dari Abdul Kohar Bin Malik Bin Sultan Abu Yazid kelahiran Baghdad (Irak). Raden Nur Rahmad meninggal dunia pada tahun 1585 M, dapat diyakinkan dengan mellihat ukiran yang ada pada dinding makam beliau di samping Masjid Sendang Dhuwur. Beliau adalah tokoh yang begitu dihormati sebab kharismanya yang demikian tinggi, konon dapat dijajarkan dengan Wali Songo saat itu.

Ada banyak versi yang menjelaskan jika Sunan Sendang Dhuwur ialah murid dari Sunan Drajat, akan tetapi ada juga vs yang menjelaskan jika beliau bukan adalah wali dari sunan itu. akan tetapi selanjutnya rangkuman sama disetujui yakni beliau di akui oleh Sunan Drajat menjadi Sunan Sendang Dhuwur.

Saat telah jadi sunan, Raden Noer ingin bangun satu masjid di Desa Sendang Dhuwur, akan tetapi tidak mempunyai bahan bangunan apa pun. Permasalahan itu lalu dikatakan pada Sunan Kalijogo, lalu sang sunan memberi sarannya serta tunjukkan mengarah Ratu Kalinyamat / Retno Kencono di Mantingan, Jepara, yang saat itu telah mempunyai masjid.

Sesudah itu, Sunan Drajat lalu memerintah Sunan Sendang Dhuwur untuk Sowan / Berkunjung ke Mbok Rondo Mantingan (panggilan Ratu Kalinyamat saat itu). lalu sang ratu berkata (dalam vs bahasa indonesia, sebab awalannya bahasa yang dipakai ialah bahasa indonesia), “Saya akan tidak jual masjid ini, akan tetapi suamiku memberi pesan jika siapa saja yang mampu membawa masjid ini saat itu juga dalam tempo satu malam saja dalam kondisi utuh, orang itu bisa memilikinya”.

Dengar jabawan dari sang ratu, pada akhirnya Sunan Sendang Dhuwur ditantang, lantas minta izin Allah SWT agar bisa membawa masjid itu ke Desa Sendang Dhuwur dalam tempo tidak lebih dari satu malam saja. Pada akhirnya doa itu terkabul, serta atas Izin Allah SWT, masjid itu beralih di desa Sendang Dhuwur pada tahun 1561 Masehi.

Sampai sekarang ini, masjid Sendang Dhuwur telah berusia lebih dari 470 tahun, sebab usianya yang telah tua, bagian-bagian bangunan masjid yang terbuat dari kayu, harus terpaksa di ubah, akan tetapi bahan aslinya masih di taruh di tempat itu. Sampai sekarang ini, beberapa peziarah masih tetap dapat lihat arsitektur asli dari masjid yang dibuat 4 era yang kemarin.

Interior Masjid Sendang Dhuwur

Produsen Kubah Masjid Lamongan

Kami Produsen Kubah Masjid berkonsentrasi di bagian produksi kubah masjid yang telah memiliki pengalaman dalam pembuatan kubah masjid. Beberapa bahan kubah masjid yang kami produksi seperti kubah masjid enamel dan kubah masjid galvalum, kami ikut memberi service konsultasi pada anda tentang pembuatan,pengiriman, layanan pemasangan. Kubah masjid yang kami produksi mempunyai bermacam warna,bermacam ornament serta design kubah masjid seperti keinginan anda. Kami memberi harga kubah masjid paling murah, terunggul, terjamin, amanah serta terpercaya. Keyakinan serta Kenikmatan anda ialah satu perihal yang terpenting buat kami, oleh karenanya kami begitu mengerti keperluan kubah masjid anda.

Buat Anda yang tengah mencari produsen kubah masjid Lamongan, tak perlu bingung sebab PT Sam Jaya Utama ialah jalan keluar terunggul. Cukup hanya lakukan pemesanan, jadi semuanya yang terkait dengan pembangunan kubah akan dituntaskan sama dengan waktu yang dijanjikan.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa – Produsen Kubah Masjid

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid tua bersejarah yang dibuat oleh beberapa wali di waktu Sunan Gunung Jati menyuruh menjadi sultan pertama di Kesultanan Cirebon. Tempat masjid ini persis di muka komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, berdekatan dengan Alun Alun Keraton Kasepuhan.

Baik Masjid ataupun Alun Alun-nya masih tetap adalah lokasi territorial Keraton Kasepuhan. Ada sangat banyak bukti menarik mengenai masjid tua satu ini, tersebut aku petikkan 10 salah satunya.

Sebelumnya masjid Sang Cipta Rasa Cirebon dimaksud Masjid Pakungwati sebab ada di komplek Keraton Pakungwati (sekarang Keraton Kasepuhan). Pakungwati diambil dari nama Nyi Mas Pakungwati puteri tunggal Pangeran Cakrabuana (Raden Walang Sungsang) bin Raden Pamanah Rasa (Prabu Siliwangi / Sri Baduga Maharaja / Jaya Dewata).

Nyi Mas Pakungwati ialah pewaris tunggal tahta Keraton Caruban Larang, oleh ayahandanya dinikahkan dengan sepupunya sendiri yang tidak lainnya ialah Sunan Gunung Jati yang lalu naik tahta menjadi Sultan Pertama Kesultanan Cirebon. Beberapa Sumber riwayat pun menyebutkan Nyi Mas Pakungwati menjadi penggagas pembangunan masjid ini yang lalu diwujudkan oleh suaminya.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa Dibuat oleh Beberapa Wali

Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah salah satunya masjid di pulau Jawa yang dibuat oleh beberapa wali. Di masjid ini di tempat mihrabnya ada tiga buah batu tegel lantai spesial yang dulunya dipasang oleh masing masing Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang serta Sunan Kalijaga. Tiga buah tegel itu masing masing melambangkan Iman, Islam serta Ikhsan, simbolisasi yang sama juga dengan tiga susun atap-nya.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa Didesain Arsitek Majapahit

Ialah Raden Sepat yang di utus Raden Fatah Sultan Demak untuk ikut menolong pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Raden Sepat ialah seseorang bekas Panglima Pasukan Majapahit yang pimpin pasukannya menggempur Demak saat Demak baru berdiri menjadi Kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa.

Penyerbuan yang berahir dengan kekalahan. Raden Sepat tidak sempat kembali pada Majapahit bersama dengan bekas pasukannya beliau mengikrarkan diri masuk Islam serta masuk dengan kesultanan Demak.

Masjid Agung Cirebon

Masjid Agung Sang Cipta Rasa mempunyai Sembilan pintu.

Bangunan penting (asli) Masjid Agung Sang Cipta Perasaan mempunyai Sembilan Pintu melambangkan Sembilan Wali (Wali Songo) yang ikut berperan aktif dalam proses pembangunannya. Pintu penting nya ada disamping timur sejajar dengan mihrab, akan tetapi pintu penting ini hampir tidak sempat dibuka terkecuali saat sholat Jum’at, sholat hari raya serta peringatan hari hari besar Islam.

Delapan pintu yang lain diletakkan disamping kanan serta kiri. Delapan pintu itu memiliki ukuran begitu kecil dibanding ukuran normal satu pintu, memaksa orang dewasa untuk menunduk waktu akan masuk ke masjid, meyimbolkan penghormatan serta merendahkan diri serta hati pada saat masuk masjid.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa mempunyai sokoguru bukan sekedar empat tetapi dua belas. Semua tiang itu terbuat dari kayu jati dengan diameter seputar 60cm serta tinggi sampai 14 mtr.. Mengingat usianya yang sangatlah tua, semua sokoguru di masjid ini telah didukung dengan serangkaian besi baja untuk kurangi beban dari masing masing pilar itu, akan tetapi kedatangan besi besi baja itu dikit kurangi estetika.

Gratis Konsultasi 08122229385