Category Archive Kubah Masjid

Masjid Negeri Sarawak

Arsitektur Masjid Negeri Sarawak

Aroma arsitektur India terasa sangat di masjid ini. menara menara kecil lansing, menyatu dengan bangunan penting masjid, kubah bentuk bawang di puncak bangunan penting masjid, mendatangkan situasi bangunan bangunan dinasti mughal Indida di tanah melayu Malaysia Timur.

Selain kubah penting ada empat kembali kubah bawang dengan ukuran lebih kecil di atap masjid ini mengitarai kubah utama. Empat menara ramping di kempat pelosok bangunan penting masjid. Ditambah kembali empat menara di masing masing mengapit dua pintu penting bagian kiri serta kanan masjid.

Sentuhan Eropa pada bangunan masjid awal mulanya yang usai dibuat tahun 1880 benar-benar menghilang dari bangunan baru ini. kesemua kubah yang berada di cat dengan warna ke emasan. Warna ke emasan dalam kebiasaan melayu adalah perlmabang kemakmuran, kebesaran serta kemegahan.

Itu penyebabnya umumnya kesultanan Melayu memakai warna emas atau warna kuning menjadi warna kebesaran. Walau manfaat menjadi masjid negeri telah berubah ke masjid besar di Petra Jaya tetapi masjid ini masih tetap menjalankan fungsinya menjadi tempat beribadah penting buat muslim di lokasi itu.

Pengendalian Masjid Negeri Sarawak

Masjid Lama Negeri Sarawak atau dulunya dimaksud Masjid Besar Negeri Sarawak diurus oleh Instansi Amanah Kebajikan Masjid Negeri Sarawak (LAKMNS), instansi ini dibangun tahun 1958 dengan nama Instansi Amanah Kebajikan Masjid Besar Kuching. Instansi ini dikukuhkan menjadi tubuh hokum dengan nama The Masjid Besar (Kuching) Charitable Trust tahun 1960.

Masjid Negeri Sarawak

7 Januari 1981 instansi itu menjadi Masjid Negeri Sarawak Charitable Trust atau Instansi Amanah Kebajikan Masjid Negeri Sarawak. 19 Mei 1994 permintaan untuk pengesahan dari parlemen diserahkan ke Parlemen Sarawak (Dewan Undangan Negeri) serta pada 3 Juni 1994 Dewan Undangan Negeri mengesahkan ketentuan baru mengenai instansi lembaga sosial di Sarawak.

Ketentuan baru itu memberi kesempatan buat instansi lembaga social termasuk juga LAKMNS untuk membetuk tubuh usaha serta ikut serta berkecipung dalam bagian ekonomi. Tentunya ini memberi implikasi positif buat perubahan instansi lembaga Islam yang telah berbadan hokum di semua Negeri Sarawak.

Riwayat Masjid Negeri Sarawak

Bangunan masjid pertama dibuat tahun 1847

Masjid Lama Negeri Sarawak adalah masjid pertama yang dibuat di Sarawak. Pertama-tama dibuat tahun 1847 atau 6 tahun sesudah pengangkatan James Brooke menjadi Gubernur Sarawak oleh Sultan Brunai. Masjid pertama ini dibuat oleh tokoh penduduk melayu Sarawak Datuk Patinggi Ali. Masjid pertama itu benar-benar sangat simpel, memiliki bahan kayu, berdinding papan serta beratap limas dari kayu bulian.

Imam pertama di Masjid Negeri Sarawak ini semenjak tahun 1847 sampai tahun 1890 ialah Datuk Patinggi Haji Abdul Gafur yang disebut menantu dari Datuk Patinggi Ali. Pekerjaan menjadi imam dilanjutkan oleh imam ke-2, Datuk Bandar Haji Bolhassan, putra dari Datuk Patinggi Ali. Imam ke-3 masjid ini ialah Datuk Imam Abdul Karim serta diteruskan oleh imam ke –empat, Abang Haji Mataim yang putra Datuk Patinggi Ali.

Masjid Lama Negeri Serawak – Pakar Kubah Masjid

Masjid Lama Negeri Serawak Malaysia

Sarawak atau Negeri Sarawak ialah satu diantaranya Negara sisi Malaysia. Terdapat dibagian barat pulau Kalimantan bersebelahan langsung dengan Provinsi Kalimantan barat disamping selatan, Kalimantan Timur disamping timur, sedang lokasi lautnya disamping barat bersebelahan langsung dengan Provinsi Kepulauan Riau. Negeri Sarawak beribukota di Bandaraya (Kotamadya) Kuching.

Sungai Sarawak yang membelah Bandaraya Kuching telah jadi satu diantaranya simbol buat kota ini. Nama Kuching sendiri menurut beberapa sumber memang diambil nama hewan kucing. Konon pada saat lampau saat lokasi itu masih tetap berbentuk belantara terdapat beberapa kucing rimba yang berkeliaran di lokasi di sekitar sungai itu.

Masjid Sarawak Malaysia

Menjadi satu Negara yang berazaskan Islam, Tiap-tiap Negeri (Negara Sisi) di Malaysia mempunyai Masjid Negeri, Masjid Negeri dibuat dimasing masing pusat pemerintahan Negeri. (di Indonesia kita mengatakan dengan Masjid Agung Provinsi). Begitupula dengan Negeri Sarawak.

Sarawak mempunyai dua Masjid Negeri. Ini berlangsung sebab pemerintahan Negeri Sarawak bangun lokasi pusat pemerintahan baru di Petra Jaya, termasuk juga bangun Masjid Negeri yang baru. Manfaat menjadi masjid Negeri Sarawak sudah dipindahkan ke Masjid Negeri yang baru di lokasi Petra Jaya itu. Tulisan kesempatan ini membahas Masjid Lama Negeri Sarawak, sedang masjid Negeri Sarawak di Petra Jaya, Insya Allah akan di bahas dalam tulisan selanjutnya.

Selintas Riwayat Masjid Negeri Sarawak

Di era ke 19 Sarawak adalah sisi dari kesultanan Brunai tetapi lalu dihadiahkan pada seseorang pengembara Inggris James Brooke atas jasanya menumpas pemberontakan di lokasi itu. James Brooke diangkat jadi gubernur Sarawak pada 24 September 1841 serta dikasih titel Rajah oleh Sultan Brunei pada 18 Agustus 1842.

Masjid Sarawak

Brooke cuma kuasai lokasi Sarawak yang sangat barat, di seputar Kuching. Fakta selanjutnya Brooke jadikan Sarawak menjadi kerajaan Pribadi dengan Kuching Menjadi ibukota pemerintahannya. Dia berkuasa sampai kematiannya pada 1868. Serta dilanjutkan oleh anggota keluarganya yang berkuasa sampai tahun 1946.

Alternatif James diantaranya sepupunya, Charles Anthony Johnson Brooke, serta anak Anthoni, Charles Vyner Brooke. Lokasi yang dikuasai oleh keluarga Brooke makin luas, dengan kuasai lokasi yang semula punya Brunei sampai Brunei cuma kuasai sungai strategis serta benteng di lokasi pesisir, Brookes sebetulnya sudah merebut tanah beberapa pejuang Muslim serta suku lokal. Dinasti Brooke menyuruh Sarawak saat satu era serta dijuluki “Rajah Putih”,

Arsitektur Masjid Lama Negeri Sarawak

Aroma arsitektur India terasa sangat di masjid ini. menara menara kecil lansing, menyatu dengan bangunan penting masjid, kubah bentuk bawang di puncak bangunan penting masjid, mendatangkan situasi bangunan bangunan dinasti mughal Indida di tanah melayu Malaysia Timur.

Selain kubah penting ada empat kembali kubah bawang dengan ukuran lebih kecil di atap masjid ini mengitarai kubah utam. Empat menara ramping di kempat pelosok bangunan penting masjid. Ditambah kembali empat menara di masing masing mengapit dua pintu penting bagian kiri serta kanan masjid.

Sentuhan Eropa pada bangunan masjid awal mulanya yang usai dibuat tahun 1880 benar-benar menghilang dari bangunan baru ini. kesemua kubah yang berada di cat dengan warna ke emasan. Warna ke emasan dalam kebiasaan melayu adalah perlmabang kemakmuran, kebesaran serta kemegahan.

Itu penyebabnya umumnya kesultanan Melayu memakai warna emas atau warna kuning menjadi warna kebesaran. Walau manfaat menjadi masjid negeri telah berubah ke masjid besar di Petra Jaya tetapi masjid ini masih tetap menjalankan fungsinya menjadi tempat beribadah penting buat muslim di lokasi itu.

Masjid Negeri Perlis

Masjid Negeri Perlis

Perlis atau negeri Perlis, adalah negara sisi Malaysia yang ada di tempat sangat utara semenanjung Malaya, sekaligus juga negeri dengan lokasi sangat kecil di Federasi Malaysia dengan luas keseluruhnya cuma seluas 810 km persegi. Jika di Indonesia, luas itu lebih luas dikit dibanding DKI Jakarta (664 km persegi) atau kurang lebih seperempat luas lokasi Daerah Spesial Yogyakarta (3133 km persegi).

Sampai sekarang Negeri Perlis masih tetap berupa kesultanan, sisi Kerajaan Federal Malaysia. Pada awalnya Perlis adalah kerajaan bawahan dari Kesultanan Kedah, lalu dicaplok oleh Negeri Siam (sekarang jadi Thailand).

Pencaplokan itu memunculkan kemarahan rakyat Kedah yang lalu pundak membahu lakukan perlawanan atas penindasan Siam, jadi awal terbentuknya Negeri Perlis yang di masa datang masuk dengan 11 Negeri yang lain di semenanjung Malaya membuat Negara Federasi Malaysia.

Setiap negeri/kesultanan di Malaysia mempunyai satu masjid Negeri sebagai masjid sentra di masing masing negeri, seperti masjid raya provinsi di Indonesia. Begitu halnya Negeri Perlis dengan Masjid Negeri Perlis. Masjid Negeri Perlis pertama-tama dibuat tahun 1873 di waktu pemerintahan Raja Syed Ahmad Jamalullail. Masjid lama itu lalu digantikan dengan masjid baru di tahun 1973 di waktu pemerintahan Raja Syed Putra Jamalullail.

Masjid Negeri Perlis Malaysia

Masjid Negeri Perlis terdapat di Arau. Penempatan batu pertama pembangunannya dikerjakan oleh Tuanku Syed Putra Ibni Almarhum Syed Hasan Jamalullail, pada tanggal 2 Safar 1392 Hijriah bersamaan dengan tanggal 18 Maret 1972 Miladiyah, bertepatan dengan hari ulangtahun beliau yang ke 54.

Masjid Negeri

Peresmian masjid ini dikerjakan pada tanggal 6 Safar 1396 Hijriah bersamaan dengan tanggal 6 Februari 1976 Miladiyah oleh Tuanku Syed Putra Ibni Almarhum Syed Hasan Jamalullail bertepatan dengan ulangtahun beliau yang ke-58, kurang lebih empat tahun sesudah upacara penempatan batu pertama pembangunannya. Sebelum pembangunan masjid ini usai, Masjid Alwi yang terdapat di Kangar adalah masjid pertama yang sempat jadikan menjadi Masjid Negeri buat negeri Perlis.

Kubah Setengah Bulat Masjid Negeri Perlis

Masjid Negeri Arau

Masjid ini berkonsepkan seni bina classic Arab Moor (Maroko). Bercirikan atap yang datar serta kubahnya jadi satu diantaranya komponen yang bisa disaksikan dari jauh. Kubah ini terdapat di ketinggian kurang lebih 20 mtr. dari permukaan tanah. Memiliki bentuk 1/2 bulat berwarna biru yang sesuai dengan warna dinding masjid.

Ada dua kubah kecil dibuat pada bagian depan. Ujung menara masjidini dibuat dengan reka bentuk mirip bentuk kubah Masjid Negara di Kuala Lumpur berbentuk bentuk payung yang tengah kuncup. Pada bagian dalam masjid ini dihias dengan kaligrafi Al-Qur’an pada tiang pintu mimbar, dan pemakaian warna warna emas menjadi warna kebesaran.

Masjid Raya Mujahidin – Kontraktor Kubah Pontianak

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Hadirnya bangunan masjid raya mujahidin Pontianak memang jadikan daya tarik tertentu buat penduduk seputar. Bangunan masjid ini disesain dengan style masjid Nabawi yang di dukung dengan tata ruangan mencukupi. Ini menajdikan masjid banyak didatangi oleh wisatawan baik muslim atau non muslim.

Bangunan Masjid Raya Mujahidin ada diatas tempat seputar 4 hektar hingga dapat menyimpan sampai 9 ribu Jemaah yang hadir. Pada umumnya dibagi jadi tiga bangunan utama yaitu ; pada bangunan utama Masjid mempunyai ukuran 60 x 60 meter, sedang bangunan menara utama dibuat terpisah dengan bangunan utama, dan ruang plaza berupa sisi empat dikelilingi oleh koridor panjang di antara bangunan utama masjid ataupun menara utama.

Kombinasi beberapa unsur arsitektur Islami peradaban Islam mana saja yang dipadukan terdapatnya ornament ciri khas dari penduduk Pontianak jadikan masjid ini tampak begitu megah. Bangunan penting masjid dibuat dua lantai, untuk ruangan sholat penting berada di lantai dua serta lantai basic dipakai dalam banyak kegiatan simpatisan. Bila anda melalui ruang plaza ada tangga besar yang akan menyambungkan ke arah ke ruang sholat yang ada di lantai dua.

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Bangunan Kubah Masjid Raya Mujahidin

Terdapatnya kubah penting yang besar sekali bewarna keemasan ialah satu keindahan ditambah lagi mozaik ciri khas Kalimantan yang disematkan pada bagian permukaan kubah sampai membuahkan kubah yang bermotif. Sebetulnya sangat banyak motif kubah yang berada di Indonesia. Salah satunya motif kubah kotak, iris ketupat atau motif umum lainnya yang banyak dipakai oleh masjid-masjid di Indonesia. Tetapi kadang, untuk lokasi tersendiri, kubah masjid tampilkan motif yang sesuai cirri ciri khas lokasi itu. Contohnya saja untuk masjid Pontianak ini bangun kubah masjid yang bermotif seperti cirri ciri khas budayanya.

Mereka memberi warna emas serta motif batik untuk kubahnya. Sama perihal nya dengan kain songket warna emas yang begitu indah sama dengan budaya bangsa melayu. Bila dari terlalu jauh kubah penting ini akan tampak seperti kain songket emas yang banyak dipakai oleh penduduk Pontianak. Pada bagian ujung kubah pula dikasihkan ornament simpel meruncing mirip tegaknya hurup alif. Ada empat menara yang menjulang tinggi pada ke empat pelosok memiliki bentuk serta tinggi yang sama.

Dibagian ujung menara pula sudah diperlengkapi oleh kubah bewarna keemasan tetapi tanpa ornament atau cuma polosan saja. Sama seperti dengan kubah pentingnya, di puncak menara pula sudah diperlengkapi oleh ornament yang sama juga dengan kubah utama masjid. Masjid yang mempunyai bentuk ini memperingatkan pada bangunan masjid dari dinasti Usmaniyah sebab diikuti terdapatnya menara yang menjulang dibarengi kubah yang mempunyai ukuran besar.

Pada sekitar bangunan utama juga dilengkapi dengan beberapa pilar tinggi yang besar sekali ditambah lagi terdapatnya lengkungan 2 warna. Bangunan itu ialah keunikan bangunan Masjid di Cordova ataupun Istana Alhambra. Sedang motif ciri khas Kalimantan sangat berasa dibagian interior masjid sebab terdapatnya balutan warna emas pada tiap-tiap mozaik penghias interior masjidnya. Pembangun masjid itu sangat cermat saat menggabungkan beberapa unsur peradaban Islam pada pembangunan masjid ini.

Interior masjid pula tampak begitu luas serta sejuk. Sisi lantai masjid berbentuk keramik warna cokelat muda yang menyatu begitu cantik serta warna dindingnya pula seirama yaitu berwarna emas. Pilar-pilar yang sudah menyokong bangunan begitu kuat berdiri. Bila anda melihat ke atas, jadi ada kubah megah yang berhiaskan kaligrafi berwarna emas sisi dalamnya. Di pinggir bangunan penting ada juga 4 menara yang berdiri.

Masjid Negeri Arau – Pembekal Kubah Masjid

Masjid Negeri Arau,Perlis Malaysia

Perlis atau negeri Perlis, adalah negara sisi Malaysia yang ada di tempat sangat utara semenanjung Malaya, sekaligus juga negeri dengan lokasi sangat kecil di Federasi Malaysia dengan luas keseluruhnya cuma seluas 810 km persegi. Jika di Indonesia, luas itu lebih luas dikit dibanding DKI Jakarta (664 km persegi) atau kurang lebih seperempat luas lokasi Daerah Spesial Yogyakarta (3133 km persegi).

Sampai sekarang Negeri Perlis masih tetap berupa kesultanan, sisi Kerajaan Federal Malaysia. Pada awalnya Perlis adalah kerajaan bawahan dari Kesultanan Kedah, lalu dicaplok oleh Negeri Siam (sekarang jadi Thailand).

Masjid Negeri

Pencaplokan itu memunculkan kemarahan rakyat Kedah yang lalu pundak membahu lakukan perlawanan atas penindasan Siam, jadi awal terbentuknya Negeri Perlis yang di masa datang masuk dengan 11 Negeri yang lain di semenanjung Malaya membuat Negara Federasi Malaysia.

Setiap negeri/kesultanan di Malaysia mempunyai satu masjid Negeri sebagai masjid sentra di masing masing negeri, seperti masjid raya provinsi di Indonesia. Begitu halnya Negeri Perlis dengan Masjid Negeri Perlis. Masjid Negeri Perlis pertama-tama dibuat tahun 1873 di waktu pemerintahan Raja Syed Ahmad Jamalullail. Masjid lama itu lalu digantikan dengan masjid baru di tahun 1973 di waktu pemerintahan Raja Syed Putra Jamalullail.

Masjid Negeri Arau

Masjid Negeri Perlis terdapat di Arau. Penempatan batu pertama pembangunannya dikerjakan oleh Tuanku Syed Putra Ibni Almarhum Syed Hasan Jamalullail, pada tanggal 2 Safar 1392 Hijriah bersamaan dengan tanggal 18 Maret 1972 Miladiyah, bertepatan dengan hari ulangtahun beliau yang ke 54.

Masjid Negeri Arau

Peresmian masjid ini dikerjakan pada tanggal 6 Safar 1396 Hijriah bersamaan dengan tanggal 6 Februari 1976 Miladiyah oleh Tuanku Syed Putra Ibni Almarhum Syed Hasan Jamalullail bertepatan dengan ulangtahun beliau yang ke-58, kurang lebih empat tahun sesudah upacara penempatan batu pertama pembangunannya. Sebelum pembangunan masjid ini usai, Masjid Alwi yang terdapat di Kangar adalah masjid pertama yang sempat jadikan menjadi Masjid Negeri buat negeri Perlis.

Kubah Masjid Negeri Arau

Masjid ini berkonsepkan seni bina classic Arab Moor (Maroko). Bercirikan atap yang datar serta kubahnya jadi satu diantaranya komponen yang bisa disaksikan dari jauh. Kubah ini terdapat di ketinggian kurang lebih 20 mtr. dari permukaan tanah. Memiliki bentuk 1/2 bulat berwarna biru yang sesuai dengan warna dinding masjid.

Ada dua kubah kecil dibuat pada bagian depan. Ujung menara masjidini dibuat dengan reka bentuk mirip bentuk kubah Masjid Negara di Kuala Lumpur berbentuk bentuk payung yang tengah kuncup. Pada bagian dalam masjid ini dihias dengan kaligrafi Al-Qur’an pada tiang pintu mimbar, dan pemakaian warna warna emas menjadi warna kebesaran.

Kemegahan Masjid Agung Lumajang

Masjid Agung Lumajang

Letak Masjid Agung Lumajang dimaksud dengan Masjid K.H Anas Mahfudz, ada di pusat kota samping barat alun – alun kota Lumajang. Bangunan yang dulunya mempunyai arsitektur jawa kuno beratap joglo saat ini sudah dirubah jadi satu bangunan masjid moderen yang beratap kubah besar setengah lingkaran.

Pada saat pemerintahan Haji Syamsi Ridwan tahun (1988 – 1993) sudah bangun menara penambahan disamping utara masjid. Sesaat pada saat pemerintah Bupati Tamrin Hariadi tahun (1993-1998) sudah dikerjakan peresmian Masjid Agung Lumajang sebab pada saat awal mulanya sudah diketahui dengan nama Masjid Jami’. Setelah itu di tahun 2002 – 2003 pula dikerjakan perbaikan dengan besar- besaran pihak Bupati Fauzi. Perbaikan ini dikerjakan karenanya ada pergantian penampilan sisi depan masjid dan menambahkan 2 menara dengan tinggi 30 mtr. ada di samping selatan sisi masjid.

Masjid Agung Lumajang

Arsitektur Masjid Agung Lumajang

Ide arsitektur masjid itu berciri ciri khas timur tengah. Disaksikan dari bangunan kubah lengkung panjang ataupun bentuk kusennya. Terdapatnya kolom yang berderet cukup panjang bermodel besar ialah sisa perbaikan ke-2 tetapi tidak di bongkar yang jadikan keunikan bangunan masjid ini lebih indah.

Pada bagian ke-2 bagian masjid pula dibangun menara sebagai simbol masjid ini. Perihal yang unik pada arsitektur masjid itu adalah terdapatnya kubah tumpuk sebab bangunan kubah lama tidak dibongkar saat perbaikan. Hingga kubah itu langsung di tumpuk di atas kubah lama.

Umumnya kubah masjid yang sudah memprioritaskan tampilan eklusif condong menggunakan sistem panel atau kotak. Kotak yang dipasang menjadi penutup kubah. Sesaat bahan yang di gunakan adalah plat baja yang mempunyai ketebalan mulai 0.7 sampai 1 mm dibarengi warna yang interaktif. Umumnya satu perusahaan akan memakai Micro Sistem menjadi (proses patent) untuk mendukung agunan serta kualitas ketahanan kubah itu. Untuk skema pemasangan kubah type Panel Enamel pun tidak menggunakan paku drilling.

Kontruksi bangunan kubah mempunyai 3 lapis penutup, pada susunan pertama adalah kubah panel warna, yang ke-2 kedap air, serta ke-3 adalah menjadi penutup berbahan Karet Membran, kuat, mudah, serta tahan karat. Ke-3 kontruksi itu pula sama-sama terkait hingga ditanggung akan tidak ada kebocoran. Pada susunan ke-3 plafon motif yang dibikin dari lembaran GRC.

Sisi interior masjid pula memiliki perputaran yang begitu luas dan pembagian saf untuk wanita berada di jejeran kiri belakangnya saf lelaki. Sesaat pembagian tempat wudlu untuk wanita berada di samping selatan dengan lelaki berada di samping utara jadi, pada wanita serta pria akan tidak berbenturan saat mereka berwudhu di tempat ini.

Pencahayaan dalam masjid sangat baik sebab pencahayaannya dengan alami yang datang dari kubah atas ataupun dari jendela lebar yang ada pada dinding masjid samping selatan juga utara. Suhu di tempat ini sebetulnya sangatlah baik walau tidak memakai AC sebab di tempat ini telah ada ventilasi yang berada di sekitar dinding masjid. Ventilasi itu pula berupa unik seperti perulangan bentuk persegi yang memberikan kesan-kesan simetris.

Untuk ruang Lobby serta ruangan tunggu masjid ini pula didesain terdapatnya penyatuan 2 unsur, yaitu unsur budaya Islam dengan kota Lumajang. Penggunaan bentuk ornament islam pada dinding pula digabungkan sebab terdapatnya signage dari transformasi motif batik ciri khas Lumajang di backdrop lobby yang memberikan kesan-kesan lebih unik.

Design ruang juga tampak dinamis dengan berupa lengkung pada furniture dan pertemuan antar dinding dengan plafon hingga memberikan kesan-kesan ruang yang tidak monoton. Kesan-kesan warna hijau yang ciri khas islam pula digabungkan pada warna emas dan warna alami kayu akan meningkatkan kesan-kesan yang lebih alami pada masjid ini.

Masjid Faisal – Produsen Kubah Masjid

Masjid Shah Faisal

Masjid ini didanai oleh Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz menjadi hadiah untuk rakyat Pakistan. Masjid ini dibuat demikian rupa supaya mirip tenda suku Bedouin yang biasa tinggal di daerah gurun dengan nomaden.”
Masjid Faisal (atau dikenal juga dengan panggilan Masjid Shah Faisal) ialah masjid yang besar sekali juga unik, terdapat di Islamabad, Pakistan. Masjid ini didesain oleh seseorang arsitek asal Turki yang bernama Vedat Dalokay, yang sudah memenangi pertandingan design arsitektur internasional untuk pembangunan masjid ini.


Masjid ini terdapat di ujung Shaharah-e-Islamabad, jauh di belakang masjid, ada Bukit Margalla sebagai latar belakangnya yang indah. Masjid ini menyengaja diposisikan di kontur tanah berundak yang tinggi supaya bisa disaksikan dari terlalu jauh, baik waktu siang hari ataupun malam hari.

Gaya  Arsitektur Masjid Faisal

Tidak seperti masjid-masjid tradisionil yang lain dalam dunia yang umumnya diperlengkapi dengan kubah serta lengkungan-lengkungan, Masjid Faisal dibuat dengan bentuk kubah datar delapan bagian yang terbuat dari beton. Masjid ini dibuat demikian rupa supaya mirip tenda suku Bedouin yang biasa tinggal di daerah gurun dengan nomaden.

Diluar itu, memiliki bentuk yang condong bersudut-sudut adalah ide dari bentuk Ka’bah di Mekah yang simpel. Di luar masjid, ada empat buah menara yang ramping serta runcing, yang di inspirasi dari style arsitektur ciri khas Dinasti Ustmaniyah (Ottoman), semasing menara mempunyai tinggi 88 mtr.

Masjid Faisal

Pintu masuk masjid ada disamping timur, sebelum masuk ada halaman penting serta portico. Halaman masjid bisa menyimpan sekitar 40.000 orang, Portico bisa menyimpan 24.000 orang, serta aula di masjid penting bisa menyimpan 10.000 orang.

Konon, keseluruhnya area masjid ini bisa menyimpan sampai 100.000 orang. Dulunya, di halaman penting ada Kampus Islam Internasional, tetapi pada tahun 2.000 kampus itu dipindahkan ke tempat lainnya.

Aula Masjid Faisal

Masuk ke aula tempat shalat penting, atap datar delapan sisinya tinggi sekali, sampai ketinggian 40 mtr., ia didukung oleh empat kolom beton raksasa, diperlukan tehnik bangun dengan kecapakan tingkat tinggi agar bisa membangunnya.

Dinding-dinding masjid ditempeli oleh marmer putih dengan ornamen-ornamen mosaik yang digambar oleh kaligrafer Pakistan, Sadeqain. Diluar itu, di bagian-bagian dinding ada lampu-lampu bergaya Turki yang mengesankan.
Lalu, di dekat masjid ada makam Jenderal Zia-ul-Haq, Presiden Pakistan periode 1978-1988. Beberapa orang menyengaja ziarah ke makam itu serta mengemukakan surat Al-Fatihah untuk almarhum. Saat Jenderal Zia-ul-Haq disemayamkan di tempat ini pada tahun 1988, rakyat Pakistan berduyun-duyun mengahadirinya, acara itu adalah upacara pemakaman paling besar selama riwayat Pakistan.

Sejarah Masjid Faisal

Pada tahun 1966, dalam kunjungannya ke Pakistan, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz merekomendasikan pada Pakistan untuk bangun satu masjid. Tidak cuma itu, ia pula mendanai sejumlah besar cost pembangunan masjid itu menjadi hadiah untuk rakyat Pakistan. Sejak masjid itu masih juga dalam bentuk gagasan, dari pertama ia diperuntukkan menjadi masjid nasional Pakistan, juga jadi lambang keinginan serta inspirasi Pakistan menjadi negara baru.

Untuk menghargai Raja Faisal, masjid itu dinamakan sesuai namanya. Konon, cost pembangunan Masjid Faisal –apabila dikonversikan ke waktu kini—mencapai 120 juta dollar Amerika Serikat. Masjid ini pertama-tama dibuat pada tahun 1976 serta baru usai pada tahun 1986.

Siapa saja yang ingin bertandang ke masjid ini bisa di terima dengan baik, kecuali buat non-Muslim, mereka disuruh untuk hindari hari Jumat, serta di saat-saat shalat berjamaah di hari biasa, selebihnya disilahkan. Sebelum masuk halaman masjid, alas kaki mesti telah dilepaskan serta diberikan di konter. Pengunjung diharuskan memakai baju yang sopan, serta spesial untuk wanita, mereka diharuskan untuk memakai jilbab.

Masjid Agung Natuna – Produsen Kubah Masjid

Masjid Agung Pulau Natuna

Pulau Natuna ialah Kabupaten dari Propinsi Kepulauan Riau. Pulau ini terdapat di Laut Cina Selatan pada Semenanjung Malaysia, Borneo, Vietnam, serta Kamboja. Pulau Natuna memang dikelilingi lautan terlepas. Automatis pulau ini akan memberi wisata, terpenting wisata pantainya.

Tidak hanya tujuan pantai, Ada masjid agung yang kubahnya mirip kubah masjid Taj Mahal di India. Masjid Agung Natuna atau yang dikenal juga dengan Masjid Raya Natuna yang terdapat di Pulau Natuna, Propinsi Kepulauan Riau.

Masjid Agung Natuna

Masjid ini adalah kebanggaan rakyat Natuna sebab kemegahannya yang disebutkan menjadi masjid paling besar serta termegah di Kepulauan Riau. Masjid Agung Natuna dibuat menjadi sisi dari Kompleks Gerbang Utaraku di Kota Ranai, yang manakah ialah pusat pemerintahan serta usaha di lokasi ini. Masjid Agung Natuna dibuat pada tahun 2007 ini miliki banyak kekhasan. Arsitekturnya memiliki nuansa religius begitu kental rasanya.

Satu diantaranya yang membuat Masjid Agung Natuna terlihat menarik ialah kubahnya yang serupa dengan Kubah Taj Mahal di India. Dari beberapa bagian memang tampak begitu serupa sekali dengan Taj Mahal yang asli.

Masjid Natuna dapat menyimpan 180 jemaah dalam tiap-tiap baris atau shaf. Ornamen-ornamen di dalamnya ambil ide dari Al-Quran. Sisi tengah masjid terlihat diterangi sinar alami yang bersumber dari kubah berlukiskan kaligrafi serta bermotif bunga.

Ornamen Masjid Agung Natuna

Sisi pinggir pada lantai satu yang terteduhi lantai dua cukuplah gelap. Untuk meneranginya dibikin bukaan berbentuk karawang yang terdapat diatas pintu masuk yang memilliki dimensi lumayan besar. Ruang di bagian ini diterangi oleh dikit sinar dari atas seperti ruang-ruang gotik.

Dari sisi bentuk, pintu masuk ini mempunyai geometrika lengkung yang sisi atasnya lancip. Dua pintu penting yang terdapat disamping kiri serta kanan gedung menghadap ke kiblat, terlihat mengarahkan nuansa ruangan itu jadi terlalu fokus pada sumber yang seolah terlihat misalkan sinar Ilahi.

Masjid Agung Pulau Natuna

Latar belakang mihrab Masjid Raya Natuna dibikin berbahan kayu dengan bentuk yang lumayan besar. Geometrika nya pula tercipta dari lengkung atau busur dengan pertemuan lancip dibagian tengah di tempat atasnya.

Latar mihrab itu dibuat dengan labirin busur lancip sampai makin menguatkan kesan-kesan gotik yang ada sisi itu. Sisi plaza masjid mempunyai ukuran yang begitu luas yang sangat mungkin dipakai untuk tempat membuat acara-acara besar seperti MTQ, manasik haji, sholat ied, sholat idul adha serta acara-acara besar keagamaan yang lain.

Masjid Agung Natuna mempunyai kubah yang sejumlah 20 buah yang diatur dalam 3 tingkatan. Setiap tingkatan kubah pada Masjid Raya Natuna mempunyai arti filosofis yang berlainan. Pada tingkatan yang paling tinggi ada satu kubah penting yang terbesar.

Kubah Masjid Agung Natuna

Kubah penting ini melambangkan karakter ihsan, yang dalam agama Islam merupkan tingkatan keimanan yang paling tinggi. Pada tingkatan di bawahnya ada 6 buah kubah yang lebih kecil dari kubah penting. 6 kubah ini melambangkan rukun iman dalam agama Islam. Pada tingkatan yang sangat bawah ada 12 kubah yang melingkari kubah yang berada di atasnya. Ini adalah lambang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid nabi).

Bangunan penting masjid dikelilingi 4 menara di setiap bagian serta mempunyai 6 kubah berwarna hijau serta kuning jelas. Tidak cuma bangunannya, tempat berdirinya masjid ini membuat terlihat makin menarik. Masjid ini ada pas di dalam kepulauan indah.

Dari belakang masjid Anda bisa melihat hamparan pegunungan hijau yang seirama dengan warna kubah. Masjid itu adalah lambang kebangkitan Islam di Natuna serta kebangkitan awal buat pembangunan serta peningkatan Islam dan iman penduduk Natuna. Lokasi ini akan diperlengkapi dengan 8 pusat kegiatan penduduk, yakni Masjid Agung, Menara, Asrama Haji, Gedung Pertemuan, Gedung Pendidikan, Gedung Komersial, Gerbang, Plaza, dan taman kota.

Masjid Terapung Melaka – Pembekal Kubah Malaysia

Masjid Terapung Melaka Malaysia

Jika membahas tentang masjid terapung, pasti tidak aka nada habisnya. Pasalnya masjid terapung memang banyak ditemukan di Negara-negara yang memiliki wilayah laut didalamnya. Selain menambah keindahan pemandangan masjid, terkadang alasan lain telah membuat Negara-negara tersebut membangun masjid terapung kebanggaannya. Salah satu Negara yang memiliki masjid terapung ialah Negara Malaysia. Masjid terapung Melaka yang ada di Malaysia memang sangat indah tak kalah dengan masjid terapung yang ada di Negara lain.

Dengan lokasi yang berada di pinggir pantai, tentu akan menjadikan suasana masjid lebih sejuk dan sangat nyaman. Sehingga masjid ini juga sangat pas jika dijadikan wisata religi. Lokasinya memang sangat dekat dengan pulau Sumatra, anda bisa berkunjung kesini jika penasaran dengan keindahan masjidnya.

Lokasi Masjid Selat Melaka memang berada di wilayah Banda Hilir dengan kondisi menghadap langsung pada Selat Malaka. Ini termasuk selat tersibuk sekaligus terpanjang di dunia.

Masjid ini juga memiliki empat menara yang meniru gaya menara di Masjid Nabawi. Sementara bangunan kubah yang terdapat disampingnya diberi warna biru, yang menyerupai masjid-masjid yang terdapat di wilayah Timur Tengah. Dengan pembangunan yang terdapat di atas air laut, maka Masjid Melaka biasa dijuluki sebagai Masjid Terapung. Bangunan masjid yang telah diresmikan mulai di tahun 2006 lalu itu, telah berdiri diatas lahan yang memiliki luas hingga 1,8 hektar yang mampu menampung hingga 2000 jemaah. Bila dilihat sepintas, maka masjid ini mirip sekali dengan masjid terapung yang ada di Jeddah. Hal itu karena dari masjid itulah keluar inspirasi pembangunan masjid ini.

Masjid Terapung Melaka Malaysia

Luasnya Masjid ini karena mampu menampung sampai 12 ribu jamaah. Meskipun begitu, para turis juga dipersilakan menengoknya ke dalam masjid. Keindahan Masjid Melaka semakin terlihat mempesona jika dilihat ketika malam hari. Pancaran lampu yang serasi akan memberi efek penerangan yang sangat indah karena masjid tersebut tersorot lampu dan memantulkan warna yang sangat indah. Jadi, tak heran jika banyak sekali fotografer dunia yang menjadikan masjid tersebut sebagai objek fotonya. Selain itu, lampu dari menara masjid yang memiliki tinggi sekitar 30 meter tersebut telah digunakan juga untuk pedoman kapal yang sedang berlayar di wilayah Selat Malaka seperti lampu suar. Jadi, lampu ini sangat penting bagi para pelayar yang berlabuh di selat ini.

Sementara untuk kubah yang di pasang di masjid ini juga sangat indah. Di Indonesia sendiri ada banyak macam bahan kubah yang tak kalah indah dengan kubah yang dipasang di masjid Melaka. Pembuatan kubah masjid ada yang dari baja ringan, berupa Enamel dan juga Galvalum yang sekarang ini sedang trend di Indonesia. Karena kedua jenis bahan baja ringan itu termasuk bahan yang mudah, murah, dan praktis dijadikan untuk bahan pembuatan kubah masjid.

Kubah masjid Enamel dibuat dengan bahan plat baja namun mempunyai komposisi karbon sangat rendah. Disamping itu dilengkapi juga oleh porselin Enamel yang bertujuan agar tidak berkarat. Hasil yang akan ditampilkan oleh pembuatan kubah Enamel juga lebih menarik serta awet.

Untuk perbedaan yang terdapat pada kubah masjid Enamel dengan Galvalum ialah adanya kandungan pada bahan Enamel maupun Galvalum. Jika kubah berbahan Galvalum terdapat campuran bahan Silikon, Zinc, serta aluminium, tapi pada bahan Enamel, terdapat kandungan coating maupun porselin.

Namun kedua kubah ini mempunyai kelebihan yang sama. Yakni tahan terhadap cuaca panas sangat ekstrim sekalipun. Ketahanan kubah Enamel dalam menghadapi derajat panas lebih tinggi dibandingkan dengan kubah dari bahan Galvalum. Karena kubah Enamel, mampu bertahan hingga suhu yang mencapai 8000 Celcius namun pada kubah Galvalum Cuma bisa bertahan hingga suhu 3000 Celcius.

Masjid Jami’ Vientiane – Laos

Masjid Jami’ Vientiane

“Masjid Jami’ Vientiane” atau dalam bahasa Laos dimaksud dengan “Vientiane Jamia Masjid” berdiri di Ban Xengyen near The Fountain (Namphu), Downtown District Chanthaburi Vientiane, Vientiane, Laos. Sedang Republik Demokratik Rakyat Laos jadi satu diantaranya negara anggota Asean yang tempatnya terjepit di tengah semenanjung Indochina.

Dalam soal perpolitikan, Republik Demokratik Rakyat Laos (atau kita akan mengatakan Laos saja) memang cukuplah tertutup, sebab rezim yang menguasainya sampai sekarang ini ialah rezim Komunisme. Walau negara itu dengan totalitas ialah negara Komunisme / anti tuhan, tetapi ada sekumpulan kecil umat Islam yang tinggal dengan damai di antara penduduk di negara Laos. Nyatanya kebebasan beragama pula masih dikasihkan yang dituangkan dalam Dekrit Perdana Menteri Nomer 92, tahun 2002, yang berisi mengenai ketetapan kebebasan beragama di negara komunis itu. Begitu mengagetkan bukan, ada negara Komunis yang notabene anti tuhan, namun memberi kebebasan beragama di Negaranya.

masjid jami' vientiane

Masyarakat Laos keseluruhannya sejumlah sekitar 7 – 10 juta jiwa, lalu ada seputar 800 sampai 1000 jiwa yang memeluk agam islam. Dari sini dapat kita lihat jika dari semua negara Asean, cuma Laos saja yang mempunyai minoritas sangat kecil dari kaum muslim. Dari keseluruhnya lokasi Laos, cuma ada 2 masjid saja, serta kedua-duanya terdapat di Kota Vientiane. Masjid itu ialah Masjid Al-Azhar (yang telah diulas awal mulanya), serta Masjid Jami’ Vientiane (yang akan kita ulas kesempatan ini).

Tempat Masjid Jami’ Vientiane terdapat di jantung kota Vientiane, persisnya dibelakang Hotal Langxaneg, juga Restoran Fathima. Tempatnya pula tidaklah terlalu jauh dari Nam Phou Fountain (Air Mancur Nam Phou) sebagai kebanggaan kota Vientiane. Di lokasi itu pula ada banyak bangunan terpenting, seperti Kantor Polisi jalan raya, Perpustakaan Nasional, serta Kantor Konsulat Perancis. Akses untuk ke arah masjid pula cukup gampang, yakni dari Air Mancur Nam Phou cuma berjarak seputar 40 mtr. saja.

Masjid Jami’ Vientiane sempat juga jadi arah spesial buat beberapa Atlet Muslim dari semua asia yang ikuti pertandingan Sea Games Laos pada tahun 2009 kemarin. Seperti umumnya masjid yang ada di lokasi non-muslim, beberapa pengurus masjid serta beberapa jamaahnya begitu ramah pada tiap-tiap pengunjung yang hadir, walau pengunjung yang beragama non-muslim.

Walau ukurannya yang cukup kecil, tetapi masjid ini pun tidak cuma digunakan menjadi tempat beribadah saja, tetapi ada banyak pekerjaan terpenting yang lain seperti Pendidikan Membaca serta Menulis Al-Qur’an untuk anak-anak, lalu ada pendidikan Aqidah Islam serta pelajaran tata langkah sholat yang benar dan baik menurut syariat islam. Pekerjaan pendidikan itu diselenggarakan sehari-hari Sabutu serta Hari Kamis pada jam 19.00-20.30.

Arsitektur Masjid Jami’ Vientiane

Sedang untuk sisi arsitekturnya, Masjid Jami’ Vientiane dibuat dengan seni bina bangunan ciri khas mughal, tetapi dengan sisi menara yang kecil ditempatkan di atap masjid. Masjid ciri khas semacam ini hampir sama dengan masjid-masjid yang lain di semua lokasi Asia Tenggara. Pada lantai basic masjid, disiapkan ruangan dapur umum, sedang untuk ruang sholat ditempatkan di lantai atas. Papan nama yang diperuntukkan untuk masjid ini pula cukup unik, sebab dituliskan dalam 4 bahasa sekaligus juga, yakni Bahasa Laos, Bahasa Inggris, Bahasa Arab juga Bahasa Tamil.

interior masjid jami' vientiane

Masjid Jami’ Vientiane pula mempunyai riwayat yang hampir serupa dengan Masjid Al-Azhar, yakni dibuat oleh beberapa saudagar yang telah sukses diwilayah laos pada seputar era ke-19 yang datang dari banyak wilayah seperti India, Bangladesh dan lain-lain.

Gratis Konsultasi 08122229385