Masjid Agung Rata-Rata

Masjid Agung Rata-Rata

Peresmian Masjid Agung Rata-rata serta MTQ Sumut 2015

Masjid ini sah dipakai menjadi tempat beribadah kali pertamanya di hari Rabu 5 Agustus 2015, bersamaan dengan penerapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Propinsi Sumatera Utara ke 35. Acara peresmian diikuti dengan salat zuhur berjamaah bersama dengan Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dan bersilahturahmi Pemkab Asahan bersama dengan SKPD, FKUB, Forkopinda, Tokoh Penduduk serta Agama, Camat, Lurah serta kades bersama dengan beberapa ratus penduduk.

Masjid Agung Haji Ahmad

Puncaknya waktu Salat Idul Fitri 1437 Hijiriah pada 6 Juli lantas, Masjid Agung Ahmad Bakrie disesaki masyarakat hampir lima beberapa ribu jamaah. Ini menjadi bukti jika Masjid Agung ini adalah satu diantara Masjid yang mendapatkan tempat di hati penduduk serta dipakai untuk menyiarkan agama Islam di Kabupaten Asahan. Sekarang ini, Masjid Agung Ahmad Bakrie diinginkan bisa menjadi penyiaran umat Islam di mana tiap-tiap salat Jumat, beberapa ribu umat Islam tetap mendatangi Masjid Agung untuk lakukan salat, baik salat Jumat ataupun salat lima waktu.

Arsitektur Masjid Agung Rata-rata

Bangunan masjid Agung H. Ahmad Bakri Rata-rata dibuat berdenah sisi empat simetris. Bangun atapnya bertingkat dua, pada atap tingkat dua ditempatkan satu kubah besar dengan cincin bewarna strip kuning emas. Empat menara menjulang di keempat pojok masjid dengan warna kuning seirama dengan warna kubah. Kubah memiliki ukuran lebih kecil ditempatkan di atas masing masing teras masjid ini. warna putih serta kuning menguasai sisi exterior dengan aksen warna hijau lumut di bagian kerawang yang tutup bukaan teras.

Walau dibuat dengan mengambil style masjid masjid moderen, bangunan masjid ini mempunyai aksen melayu yang begitu kental pada pernik ornament nya pada bagian atas dinding luar masjid dengan warna kuning, ditambah dengan cincin penopang kubah penting serta cincin yang melingkar batangan menara dengan warna kuning. Sesaat bagian kerawangnya sebagian besar memakai skema geometris dengan warna hijau lumut.
Melalui tangga masuk ke masjid ini langgam melayu makin kental, tangga lebar yang cukuplah tinggi mengesankan rumah rumah panggung tradisionil melayu, ditambah dengan pemakaian jendela jendela memiliki ukuran besar dan lengkungan serta ornament diatas jendela yang memakai warna kuning mendatangkan nuansa melayu yang teramat kental.

Interior Masjid

Interior masjid didesain lega serta minimalis tanpa ada banyak ornament. Sisi yang sarat dengan macam hiasan cuma di bagian bingkai mihrabnya, satu lampu gantung memiliki ukuran besar menjuntai pada bagian bawah kubah ke tengah tengah ruangan masjid ini. dengan dominasi warna putih ditambah lagi jumlahnya bukaan dari jendela jendela kecil di atap masjid serta jendela jendela lebar di sekitar masjid ini mendatangkan situasi jelas benderang di masjid ini disiang hari. Atapnya yang tinggi mendatangkan situasi yang teduh.

Masjid Agung ini terbagi dalam 3 Lantai. Lantai pertama adalah tempat wudhu dan kantor pengurus Masjid. Kamar mandi untuk wudhu pun demikian luas. Ruangan sholatnya diletakkan di lantai 2 serta 3. Untuk jemaah wanita diletakkan dibagian shaf belakang dengan partisi dari kain bewarna hijau. Untuk kepengurusan masjid, Bertindak selaku Ketua BKM Jaya Prana Sembiring serta Imam Besar HM Syafii.

About the author

admin administrator

    Call Now ButtonGratis Konsultasi 08122229385