Masjid Agung Sana’a

Masjid Agung Sana’a

Masjid Agung Sana’a

Ada banyak nama yang dinisbatkan pada masjid ini salah satunya ialah Jami’ Kabeer atau Great Mosque of Sana’a atau Al-Jami? al-Kabir bi-?an?a, ialah masjid tua di kota Sana’a, Republik Yaman. Tempatnya ada di di samping timur sisa Istana tua Ghumdan Palace. Pertama-tama dibuat di waktu Rosulullah masih tetap hidup serta atas instruksi langsung dari beliau. Di waktu pemerintahan khalifah Usman Bin Affan Masjid ini sudah sempat dihancurkan sebab di kuatirkan akan dipakai oleh beberapa pemberontak.

Sesudah itu masjid ini sudah alami seringkali perbaikan saat beberapa era yang sudah berlalu. Beberapa benda benda arkeologi yang diketemukan di masjid ini salah satunya ialah ‘manuskrip Sana’a” yang diketemukan di tempat ini saat proses restorasi di tahun1972, beberapa salah satunya ialah naskah naskah awal mushaf Al-Qur’an, serta penemuan arkeologis yang lain yang datang dari waktu sebelum Islam.

Pertama-tama dibuat seputar tahun ke 6 Hijriah (630M) atas instruksi langsung dari Rosulullah Muhammad S.A.W mengingat telah jumlahnya masyarakat Yaman yang beriman, serta Sana’a telah jadi pusat syiar Islam di Yaman paska Pindah nabi ke Madinah. jumlahnya penemuan arkeologis di seputar masjid yang datang dari bekas sisa bangunan sebelum Islam memang memberikan indikasi jika masjid ini dibuat di waktu rosulullah masih tetap hidup. Dengan kebiasaan, narasi papar penduduk ditempat mengatakan jika dalam tempat itu awal mulanya ada bangunan Istana Ghundam (dari masa Himyarite) serta satu Katedral yang lalu dirobohkan serta bahan bahan dari ke-2 bangunan itu beberapa dipakai untuk bangun masjid ini.

Pelebaran Masjid Agung Sana’a

Pada saat pemerintahan Khalifah Al-Walid I dari Bani Umayyah (705-7015) lakukan pelebaran bangunan masjid berkali lipat dari ukuran nya sebelumnya, dari bangunan hasil pelebaran itu diketemukan beberapa artefak yang diindikasikan datang dari feature arsitektur waktu Byzantium di waktu Kekaisaran Axumite (sekarang Ethiopia). Mirip contoh ialah batu arcade dari sisi atap yang rata dari masjid serta batu batu penopang lengkungan yang masih tetap ada tulisan tulisan dari waktu sebelum Islam. Beberapa inskripsi pun diketemukan dipelataran tengah masjid ini datang dari tahun 753 masehi, pada saat kekuasan Bani Abas.

Dua Menara lalu dibuat, satu Menara disamping timur dibuat pada awal era ke 9, lalu Menara satu disamping barat dibuat seputar era ke 12 masehi. 2x banjir yang menggenangi masjid ini sudah memunculkan rusaknya yang cukuplah substansial pada masjid ini yang lalu diperbaiki keseluruhan. Akan tetapi masjid ini kembali alami rusak kronis saat berlangsung serbuan dari Karmatis ke Sana’a tahun 911 masehi.

Restorasi lalu dikerjakan di tahun 1130 oleh seseorang ratu dari Masa Isma’ili yang bernama Arwa binti Ahmad. Beliau yang lalu merubah masjid ini lebih mewah termasuk juga mendatangkan ukiran ukiran pada langit langit masjid bagian timur, barat serta utara. Beliau mempunyai jalinan yang erat dengan dinasti Fatimiah di Mesir, itu penyebabnya Menara masjid yang ada disamping barat mempunyai keserupaan dengan Menara masjid di Kairo (Mesir) yang dibuat di masa yang sama. Di awalnya era ke 16 masjid ini kembali diperbaiki pada susunan persegi pada kubahnya serta pemasangan batu paving blok di pekarangannya.

Masjid Agung San’a kembali di restorasi tahun 2006 oleh pemerintah Yaman dibantu oleh beberapa pakar memiliki pengalaman. Restorasi kesempatan ini tidak hanya berusaha kembalikan situasi masjid Agung Yaman ke situasi aslinya tetapi pun mempunyai tujuan memberi pendidikan pada beberapa pekerja muda Yaman mengenai konservasi. Beberapa tenaga muda ini dikasihkan pengetahuan serta pengalaman langsung dengan menolong beberapa pakar dari Italia dan diserahi tanggung jawab konservasi bersamaan dengan ketrampilan mereka yang makin bertambah.

About the author

admin administrator

    Call Now ButtonGratis Konsultasi 08122229385