Masjid Mahligai Minang

Masjid Mahligai Minang

Masjid Mahligai Minang

Jika umumnya masjid dibuat dengan kubah diatasnya, lainnya perihal dengan masjid Raya Sumatera Barat yang tidak mempunyai kubah tetapi cuma mempunyai atap ciri khas budaya Minangkabau dengan sisi atapnya mempunyai design rumah gadang dengan empat pojok lancip, serta sedang bangunannya berupa gonjong. Nama lainnya dari masjid ini ialah Masjid Mahligai Minang.

Masjid Raya Sumatera Barat

Selain itu rujukan lainnya menjelaskan jika atap bangunan sebetulnya memvisualisasikan bentuk bentangan kain yang dipakai untuk mengangkat batu Hajar Aswad, saat empat kabilah suku Quraisy di Mekah berselisih opini tentang siapa yang memiliki hak mengalihkan batu itu ke tempat sebelumnya sesudah Kabah tuntas diperbaiki. Nabi Muhammad SAW lalu menyarankan supaya Hajar Aswad ditempatkan diatas selembar kain supaya semasing dari empat kabilah itu bisa mengangkatnya bertepatan.

Arsitek masjid ini ialah Rizal Muslimin, juara pertama pertandingan arsitektur nasional pada tahun 2016 dalam topik religius. Design masjid ini di inspirasi dari tiga lambang: sumber mata air, bulan sabit, serta rumah gadang. Masjid ini desainnya coba menyatukan unsur riwayat Islam serta kebiasaan Padang, yaitu kebiasaan basandi syarak, syarak basandi kitabullah (kebiasaan bersendikan pada agama, serta agama bersendikan kitabullah [al-Quran]).

Konstruksi Masjid Mahligai Minang

Kontruksi masjid bertingkat ini terbagi dalam tiga lantai, lantai pertama masjid dipakai menjadi tempat wudlu serta tempat penambahan bila pada lantai penting (lantai dua) beberapa jemaah tidak dapat dimuat. Lantai ke-2 ialah ruangan penting dalam masjid yang dipakai menjadi tempat penting shalat berjama’ah. Sedang lantai ke-3 dapat juga digunakan menjadi tempat pilihan untuk beberapa jemaah shalat, atau dapat dipakai menjadi tempat istirahat bila pengunjung sepi.


Bangunan penting masjid mempunyai luas ruang seputar 40.343 mtr. persegi dengan daya tampung sebesar 20.000 jemaah. Lantai basic masjid bisa menyimpan 15.000 jemaah, sedang lantai ke-2 serta ketiganya seputar 5.000 jamaah. Tidak cuma itu saja, masjid ini memang didesain spesial oleh Rizal Muslimin menjadi masjid yang tahan gempa bumi sampai 10 SR. Jadi tidak hanya menjadi tempat beribadah, masjid ini dapat juga dipakai untuk shelter atau tempat evakuasi jika setiap saat berlangsung musibah tsunami.

Interior Masjid Mahligai Minang

Di bagian interior masjid, sisi mihrabnya dibikin mirip bentuk batu Hajar Aswad dengan atapnya yang dihiasi dengan ukiran Asma’ul Husna berwarna keemasan dalam suatu latar belakang berwarna putih. Selain itu karpet permadaninya yang berwarna merah yang dipakai untuk sajadah ini adalah hadiah dari pemerintah Turki.

Di bagian dindingnya, masjid ini dihiasi oleh ukiran tempat Al-Qur’an dengan empat pojok yang mempunyai filosofi yang datang dari kebiasaan budaya Minangkabau, yaitu tahu di nan ampek, atau empat wahyu dari Allah (al-Qur’an, Injil, Taurat, serta Zabur). Tidak hanya ukiran tempat Al-Qur’an, ada ukiran segitiga dengan enam pojok didalamnya yang berarti tiga tungku sajarangan, tiga tali sapilin (Ulama, Ninik Mamak, serta Cadiak Pintar), mereka ialah beberapa tokoh yang perlu menggenggam teguh enam rukun iman menjadi pengikat serta pemersatu komponen yang ada di dalam penduduk.

About the author

admin administrator

    Call Now ButtonGratis Konsultasi 08122229385