Tag Archive Kubah Masjid

Masjid Telok Manok – Masjid Tertua di Thailand

Masjid Telok Manok di Thailand

Terdapat sebuah provinsi Narathiiwat yang terletak di dalam Negara Thailand yang biasa disebut salah satu dari empat propinsi yang ada di daerah selatan Negara Thailand, dan di daerah tersebut terdapat sebuah masjid dengan bahan baku kayu yang telah berusia lebih dari 300 tahun. Masjid tersebut bernama masjid Telok Manok atau dikenal masyarakat sekitar sebagai nama masjid Taloh Manoh, masjid Talo Mano, masjid Wadi Hussein, serta masjid Al Hussein.

Menurut sejarah yang tersebar di masyarakat sekitar, Masjid Telok Manok telah dibangun semenjak tahun 1768, dan membuat masjid ini menjadi masjid tertua di Thailand sampai sekarang ini. Nama Telok Manok ini didapat dari nama desa tempat dibuatnya masjid ini, satu desa kecil yang terdapat kira-kira 25 km dari ibukota propinsi Narathiwat.

Dan untuk nama Al Hussein diambil dari nama ulama yang sudah harum nama nya menyebarkan agama islam saat itu didaerah desa Telok Manok Malaysia. Beliau disebutkan jadi pendiri masjid dengan bahan baku kayu itu.

Riwayat Pendirian Masjid Telok Manok

Warga setempat berasumsi jika masjid ini sudah dibangun dan berdiri sejak tahun 1768 di penghujung waktu kekuasaan kesultanan Patani. Untuk mengetahui siapa yang membangun masih butuh dikaji lagi, karena sampai sekarang ini beberapa periset belum dapat memastikan siapa pendiri masjid itu. Tetapi, warga seputar meyakini jika ulama yang bernama Wan Hussein Az-Sanawi atau Al-Hussein ialah pendiri atau perenovasi masjid itu pada tahun 1960-an. Ditambah lagi, beberapa sejarawan dari sana sudah setuju jika Al-Hussein memang jadi pendiri masjid itu, disaksikan dari riwayat jika beliau sudah mempunyai andil besar dalam penyebaran agama islam dari sana.

Masjid Telok Manok

Disekitaran Masjid Telok Manok terdapat sebuah sungai dengan air yang sangat jernih serta konon dipakai jadi tempat berwudhu oleh jamaah Al Hussein pada zaman dulu. Hingga saat ini, Masjid Telok Manok masih digunakan dengan baik jadi tempat ibadah meskipun usianya sangat tua. Dan pada saat perbaikan keseluruhan masjid juga tidak dikerjakan langsung oleh masyarakat sekitar, untuk menjaga nilai sejarah yang dimiliki oleh masjid ini.

Untuk arsitektur masjid nya di kombinasi antara gaya arsitektur China, Thai, serta Melayu. Terdapat ukiran-ukiran mirip bunga pada setiap pintu-pintu kayu, jendela, ventilasi, atap, dan mimbarnya.

Akses jalan menuju ke masjid ini sangat sempit dengan jalan agak menjulang naik. Sedangkan bangunan utama masjid terbagi dalam 2 bangunan yang jadikan satu yang keseluruhannya dibuat seperti rumah panggung / rumah tradisionil tradisi melayu. Umumnya design rumah panggung itu mempunyai arah untuk menghindarkan binatang buas dan menghindarkan kebanjiran karena iklim yang lembab dari sana.

Langkah pembangunan masjid ini termasuk unik, sebab serupa dengan teknik pembangunan rumah kayu di tanah jawa dengan skema tanpa ada paku besi, cuma memakai skema interloking di antara satu kayu dengan yang lain. Beberapa hiasan ukiran ikut juga menghiasi bangunan kayu itu, dari mulai ukiran tumbuh-tumbuhan, daun, sulur sulum, ukiran bunga dan ukiran-ukiran dengan budaya China. Ukiran tersebut terdapat pada kayu interlocking di bagian bawah atap dan juga tiang penopang atap masjid.

Perbaikan yang berlangsung pada Masjid Telok Manok ini cuma pada Atapnya, yang sebelumnya menggunakan daun palm, jadi genteng bikinan lokal dalam style patani. Bentuk yang paling unik dapat dilihat dari atap masjid, sebab mempunyai 2 atap yang sama-sama bertumpang tindih, atap kecil di atas atap penting adalah cerminan dari atap penting. Pada halaman bagian atap masjid terdapat sebuah menara kecil, yang fungsinya untuk meletakkan pengeras suara saat mengumandangkan adzan.

Walau cuma memiliki bahan baku kayu, tetapi bangunan itu bisa bertahan sampai beberapa ratus tahun, serta masih mempunyai nilai riwayat serta estetika sendiri. Maka dari itu, warga tidak melakukan renovasi pembangunan secara keseluruhan untuk masjid Telok Manok di bagian tidak hanya atapnya.

Harga Kubah Masjid Murah

Harga Kubah Masjid Murah

Anda tengah mencari harga kubah masjid paling murah ? Harga sesuai biaya anda! baik kubah berbahan enamel ataupun galvalum. Berikan pada Ahlinya. Anda cukuplah memberi tahu pada kami kemauan atau detail kubah yang anda kehendaki.

Kami akan membuat serta memberikan penawaran yang terunggul dikelasnya. Kami memakai bahan yang berkualitas, yang jamin kubah pesanan anda awet, tidak gampang rusak, kuat, terpasang rapi, dan indah menarik.

Untuk kenyamanan melaksanakan ibadah, yakinkan harga pun membawa kualitas. Janganlah sebatas murah ! Ingat untuk masjid tempat melaksanakan ibadah, yakinkan memberikan yang terunggul di harga yang begitu dapat dijangkau hingga dana bisa di distribusikan pekerjaan yang lainnya tanpa ada mengorbankan kualitas, hingga masih terbangun keamanan serta keindahannya untuk periode waktu yang begitu lama.

Masjid jadi tempat beribadah umat islam yang sekarang mempunyai design yang bermacam dengan cost yang relatif mahal termasuk juga untuk harga Kubah Masjid. Tiap-tiap daerah sekarang ini berlomba membangun masjid yang bagus dengan design yang tentu saja berlainan dengan yang telah ada. Bila anda jadi sisi dari perancang masjid, anda sebaiknya lihat dengan cermat design yang akan anda bikin diantaranya dalam soal design kubah.

Lihat Kualitas Design

Kualitas design jadi penting untuk dilihat seperti saat anda akan pilih harga kubah masjid galvalum. Kubah ialah sisi penting dari satu masjid yang manakah ini jadi lambang tradisionil yang sampai kini selalu dilestarikan. Kubah ini pula jadi ciri pembeda dengan bangunan yang lain. Dalam pilih design kubah, yakinkan bahan yang dipakai cukuplah berkualitas seperti galvalum yang mempunyai keunggulan anti karat.

Pilih Corak Warna Kubah

Corak-Warna-KubahCorak-Warna-Kubah-Masjid

 

Seterusnya, yang perlu anda lihat ialah corak warna yang akan anda pilih sebab ini memastikan tampilan masjid keseluruhannya. Bila anda pilih kubah dengan design sendiri, anda dapat memastikan warnanya.

Namun bila anda pilih kubah yang telah ada, jadi anda perlu beli design yang telah ada umumnya berwarna jelas mengkilap. Apa pun warna yang akan anda pilih, jadi anda sebaiknya pikirkan kesesuaiannya dengan design keseluruhnya bangunan masjid.

Cocokkan Ukuran Kubah Masjid

Lalu, perihal yang penting juga buat anda lihat ialah prihal ukuran dari kubah. Memang benar ada bermacam ukuran yang di jual dipasaran mulai dari yang kecil, tengah serta besar. Ini tentu saja mesti sesuai ukuran bangunan masjid. Bila anda pilih kubah besar untuk bangunan masjid yang kecil, jadi ini jadi tidak cocok. Oleh karena itu, ada rumus tersendiri dalam memastikan ukuran itu. Kamipun siap menolong lakukan survey onsite serta pengukuran kubah yang sangat pas untuk Anda.

Pikirkan Harga Kubah Masjid

Karena sebagian besar masjid dibuat hasil donasi, jadi untuk memperhemat biaya yang dikeluarkan ialah dengan memperhitungkan harga kubah yang akan anda beli. Terdapat beberapa penjual kubah yang dapat anda jumpai, tetapi yakinkan anda pilih satu diantara yang jual di harga standar tetapi kualitas kubah lumayan bagus. Lihat pun beberapa harga yang di tawarkan seperti harga kubah masjid enamel.

Demikian beberapa panduan yang bisa menolong anda mencari harga kubah yang terunggul, bukan hanya murah tetapi berkualitas.

Janganlah lupa selekasnya hubungi team kami di atas bila Anda membutuhkan design serta harga kubah terunggul. Janganlah Deal dahulu sebelum anda mengontak kami. Kami tentu dapat memberikan penawaran yang paling murah di kelasnya sebab kami ialah produsen kubah langsung.

Masjid Apung Jeddah

Daya Tarik Masjid Apung Jeddah

Masjid Apung Jeddah ini memiliki ukuran sekitar 20 x 30 meter dan memang lumayan menarik untuk didatangi. Bagian dalam masjid ini dihias dengan beberapa tulisan kaligrafi. Tidak hanya Masjid Terapung saja yang menarik, tetapi air Laut Merah juga menjadi salah satu objek favorite jamaah.

Arsitektur dari bangunan masjid ini menyatukan antara arsitektur Kubah moderen dengan seni bangunan Islam kuno. Masjid ini memiliki ruangan sholat yang luas dengan dekorasi yang sangat indah, serta dilengkapi oleh perlengkapan berteknologi paling baru khususnya dalam soal sound sistem.

Ketika musim dingin datang, di masjid ini sudah menyiapkan keran-keran air hangat. Dekorasi interior masjid ini yang fantastik, style arsitektur serta pencahayaan atap yang prima, memberi kenyamanan tertentu buat pengunjung Masjid Terapung Jeddah.

Waktu subuh, masjid tampak mempesona, di mana cahaya matahari yang masih tetap begitu redup jadi latar buat masjid dengan lampu-lampu yang tampak berkilauan. Dengan tempatnya yang pas di pantai Laut Merah membuat atmosfir Masjid Terapung berasa lebih menyenangkan pada malam hari.

Masjid Fatimah

Masjid Terapung kota Jeddah yang kita bahas ini sebelumnya dinamakan “Masji d Fatimah”.

Fatimah yang disebut ialah nama Ibunda dari pembangun masjid ini, tidak hubungannya dengan Fatimah Az-Zahra putri Nabi serta tidak ada hubungannya dengan riwayat Islam atau riwayat Saudi Arabia.

Masjid Apung Jeddah

Arsitektur Masjid Apung Jeddah

 Tetapi masa datang penduduk luas mengait ngaitkan nama itu dengan ‘Fatimah Az-Zahra” putri Rosulullah S.A.W.Keberadaan masjid ini juga seolah-olah berkaitan dengan putri nabi serta riwayat Islam.

Untuk mencegah salah penafsiran yang berkelanjutan, ditambah lagi fakta jika masjid ini sudah jadi satu diantara kunjungan favorit jamaah dari Asia (termasuk juga Indonesia) dan khususnya dari Iran, dan untuk meluruskan info, jadi pada bulan Desember tahun 2010 lantas pemerintah kota Jeddah merubah nama masjid ini dari “Masjid Fatimah” jadi “Masjid Arrahmah”.

Jamaah Masjid Arrahmah

Bisa jadi masjid ini hanya satu masjid di dunia yang pengurusnya sampai sampai menempatkan larangan sholat berjamaah lebih dari satu grup, memakai pengumuman permanen yang dipasang di masjid. mungkin sebab jamaah haji serta umroh yang hadir ke Saudi Arabia hadir dalam grup kelompok sesuai agen perjalanannya hingga masing masing mereka melakukan sholat berjamaah di masjid ini. Walau sebenarnya hal itu tidak diijinkan.

Seharusnya apabila di dalam masjid itu sudah ada grup sholat berjamaah, anda tinggal ikuti jamaah tersebut, jangan membuat grup sholat jamaah lagi, dan apabila anda ketinggalan rakaatnya anda tinggal menjadi (masbuk) dan meneruskan beberapa rakaat yang sudah ketinggalan.

CV. SAM JAYA UTAMA Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kab Trenggalek, Jawa Timur.
No HP : 081 2222 9385
No WA : 081 2222 9385
Email : [email protected]

Masjid Terapung Jeddah

Nama Masjid Terapung kota Jeddah

Masjid Terapung kota Jeddah yang kita bahas ini sebelumnya dinamakan “Masjid Fatimah”. Fatimah yang disebut ialah nama Ibunda dari pembangun masjid ini, tidak hubungannya dengan Fatimah Az-Zahra putrid Nabi serta tidak ada hubungannya dengan riwayat Islam atau riwayat Saudi Arabia.

Tetapi masa datang penduduk luas mengait ngaitkan nama itu dengan ‘Fatimah Az-Zahra” putri Rosulullah S.A.W. Kehadiran masjid ini juga seolah-olah ada hubungannya dengan putri nabi serta riwayat Islam.

Untuk menahan salah penafsiran yang berkelanjutan, ditambah lagi fakta jika masjid ini sudah jadi satu diantara kunjungan pavorit jemaah dari Asia (termasuk juga Indonesia) dan khususnya dari Iran, dan untuk meluruskan info, jadi pada bulan Desember tahun 2010 lantas pemerintah kota Jeddah merubah nama masjid ini dari “Masjid Fatimah” jadi “Masjid Arrahmah”.

Jemaah Sholat Ganda di Masjid Arrahmah

Bisa jadi masjid ini hanya satu masjid di dunia yang pengurusnya sampai sampai menempatkan larangan sholat berjamaah lebih dari satu grup, memakai pengumuman permanen yang dipasang di masjid. mungkin sebab jemaah haji serta umroh yang hadir ke Saudi Arabia hadir dalam grup kelompok sesuai agen perjalanannya hingga masing masing mereka melakukan sholat berjamaah di masjid dalam masing masing grup serta malas masuk dengan jemaah yang telah ada serta tengah berjalan di masjid. Walau sebenarnya hal itu tidak diijinkan. Seharusnya bila di dalam masjid itu sudah ada grup sholat berjammah jadi anda tinggal ikuti jammaah itu, bila ketinggalan rakaatnya tinggal (masbuk) tinggal meneruskan beberapa rakaat yang sudah ketinggalan.

Daya Tarik Masjid Arrahmah

Masjid Ar-Rahmah Jeddah

Masjid memiliki ukuran seputar 20 x 30 meter ini memang lumayan menarik untuk didatangi. Sisi dalam masjid dihias dengan beberapa tulisan kaligrafi. Tidak cuma Masjid Terapung yang dapat di nikmati, air Laut Merah juga jadi objek favorite jemaah.

Bangunan masjid yang menyatukan arsitektur Kubah moderen serta seni bangunan Islam kuno. Mempunyai ruangan sholat yang luas dengan dekorasi begitu indah, diperlengkapi perlengkapan berteknologi paling baru khususnya dalam soal sound sistem.

Sesaat saat musim dingin, disiapkan keran-keran air hangat. Dekorasi interior yang fantastik, style arsitektur serta pencahayaan atap yang prima, memberi kenyamanan tertentu buat pengunjung Masjid Terapung Jeddah.

Waktu subuh, masjid tampak mempesona, di mana cahaya matahari yang masih tetap begitu redup jadi latar buat masjid dengan lampu-lampu yang tampak berkilauan. Sesaat, tempatnya yang pas di pantai Laut Merah membuat atmosfir Masjid Terapung berasa menyenangkan pada malam hari.

Masjid Nurul Huda Bali

Rumah Pertama Muslim Bali

Masjid Nurul Huda Bali – Desa Gegel berada di kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung, Propinsi Bali. Dan desa ini mempunyai kelebihan tertentu mengingat unsur sejarahnya yang cukup panjang. Sejarah yang terkait dengan perjalanan masuknya agama Islam ke Pulau Bali. Salah satu diantara kelebihan desa ini adalah terdapatnya ketentuan ditempat yang mewajibkan pada desa dari sana dari kelompok umat Islam.

Selanjutnya permukiman muslim paling tua di pulau Bali. Di sinilah riwayat komune Islam di Pulau Dewata bermula. Di desa yang berjarak seputar enam puluh km. Kearah timur Denpasar ini begitu banyak jejak-jejak penyebaran Islam masih tetap terlihat hingga sekarang. Saat ini paling tidak ada seputar 280 kepala keluarga atau seputar 700 jiwa yang hidup di desa itu.

Jika memasuki kampung Islam Gelgel bila dari arah selatan (Denpasar), kita akan melalui perempatan yang di tengah-tengahnya berdiri patung prajurit Kerajaan Gelgel tempo dahulu. Apabila dari perempatan itu, kita langsung bisa melihat menara masjid Nurul Huda yang populer di Kampung Gelgel.

Sebagian nama penduduk Kampung Gelgel dulunya masih tetap membawa beberapa nama ciri khas Bali misalnya: Wayan, Made, Nyoman atau Ketut. Namun bersamaan perjalanan zaman, beberapa nama Bali tidak digunakan serta ditukar beberapa nama moderen yang bau Islami.

Kampung Gelgel Bali

Menjadi permukiman muslim, Kampung Gelgel miliki kebiasaan beda dengan daerah lainnya di Bali —yang didominasi beberapa kerabat yang beragama Hindu. Di bulan-bulan tersendiri, Kampung Gelgel mengadakan pentas seni “ Rodatan”, satu pentas musik Islami yang dimainkan masyarakat seputar. Jadi di kampung ini, bisa didapati masjid paling tua di Bali. Nurul Huda, demikian nama masjid itu. Tempat beribadah itu berdiri megah di tengahnya Kampung Gelgel. Dan di halaman masjid yang merupakan cikal-bakalnya dibuat seputar era ke-14 ini, terdapat satu menara tua tegak menjulang setinggi 17 meter.

Di antara yang menarik dari masjid ini ialah mimbar masjidnya yang terbuat dari kayu jati serta dihias dengan ukiran motif daun serta tumbuh tumbuhan yang disebut satu diantara ciri dari karya seni Islami yang melarang penggunaan gambar mahluk bernyawa. Bentuk mimbar di masjid ini mempunyai banyak keserupaan dengan mimbar mimbar kuno yang berada di masjid masjid kuno di pulau Jawa mirip, contohnya mimbar kuno di Masjid Sendang Dhuwue serta masjid Mantingan.

Pada mimbar ini juga terdapat inskripsi yang menerangkan perbaikan masjid ini di tahun 1280 Hijriah bersamaan dengan tahun 1863 Miladiyah. Kemudian dari inskripsi itu bisa didapati perbaikan masjid ini dilakukan pada tanggal 7 Juli 1280H / 1863M. Meski tidak didapati dengan tentu kapan masjid ini pertama dibuat namun diyakinkan jika masjid ini sudah berdiri dari sana jauh sebelum tahun 1863M.

Riwayat Masjid Nurul Huda Bali

Masjid Nurul Huda Bali

Islam telah menebar di Gelgel lama. Sejarah itu berawal ketika Raja Gelgel, Ketut Dalam Klesir, bertandang ke Majapahit di sekitar era ke 14 Miladiyah atau seputar tahun 1357M untuk menghadiri pertemuan raja raja Nusantara di Ibukota Majapahit. Ketika waktu pulang ke Klungkung, Ketut Dalam dikawal empat puluh prajurit muslim dari Majapahit.

Sesampai di pulau Bali Ke-40 pengawal itu diizinkan oleh Raja bali untuk tinggal, tanpa ada membangun kerajaan tertentu seperti dalam kerajaan Islam di pantai utara Pulau Jawa pada saat kejayaan Majapahit. Beberapa pengawal muslim itu cuma bertindak selaku abdi dalam kerajaan Gelgel tempati satu pemukiman serta bangun satu masjid yang diberi nama Masjid Nurul Huda Gelgel, yang saat ini merupakan tempat ibadah umat Islam paling tua yang terdapat di Pulau Dewata. Awal mulanya dibuat masih tetap begitu simpel beratap alang-alang dengan tiang dari pohon kelapa.

Masjid Nurul Huda Bali

Semenjak berdiri Masjid Nurul Huda dari jaman Kerajaan Gelgel sudah alami tahapan-tahapan perbaikan serta rehab, hingga kemudian pada tahun 1989 M bersamaan dengan tahun 1409 H. Bangunan Masjid Nurul Huda dibangun lagi dengan konstruksi beton berlantai II, serta sisi atapnya masih menjaga bentuk keaslinya. Dan perbaikan paling akhir dikerjakan pada Tahun 2010 M /Tahun 1431 H.

Sejak awal berdiri di waktu kerajaan Gelgel, Masjid ini bernama “Masjid Nurul Huda” yang memiliki makna “cahaya petunjuk” hingga saat ini belum bertukar nama, serta type tipologi masjid ini ialah “Masjid Bersejarah” meski bukti-bukti riwayat hampir tidak bisa dipertahankan karena termakan umur, tetapi dipercaya Masjid berikut yang pertama-tama dibuat di Bali bersamaan dengan masuknya Islam pertama ke Bali.

Grup beberapa prajurit Muslim dari Majapahit berikut yang dikatakan sebagai moyang keturunan penduduk Islam Kampung Gelgel yang ada saat ini. Mereka berikut penebar Islam pertama di Bali. Mereka tidak cuma berdiam di Gelgel. Beberapa ada yang tinggal di Kampung Lebah, Kusamba, dan Kampung Toyapakeh di Nusa Penida. CV. SAM JAYA UTAMA RT. 05 RW 02 Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari Trenggalek &#8211 Jawa Timur HP : 081 2222 9385 WA : 081 2222 9385 Email : [email&#160protected] Kubah Masjid Galvalum Kubah Masjid Enamel Makara Masjid Kaligrafi Atap dan Dinding Jasa Kontraktor Kubah Masjid Profesional

Masjid Umar Bin Khattab – Maicao Kolumbia

Masjid Umar Bin Khattab – Masjid Terbesar ketiga di Amerika Latin

“Masjid Umar Bin Khattab” atau dalam bahasa inggris “Omar Ibn Al-Khattab Mosque”, atau dalam bahasa sepanyol “La Mequita Omar Ibn Al-Jattab” adalah masjid paling besar ke-3 di Lokasi Amerika Latin, sesudah Masjid Besar Argentina serta Brazil, sekaligus juga adalah Masjid Paling besar di Negara Kolumbia. Masjid yang dimaksud dengan “Centro Islamico de Maicao” ini terdapat di Maicao, La Guajira, Republik Columbia.

Masjid yang mengambil nama Khalifah Ke-2, Umar Bin Khattab ini dibuat pada tanggal 17 September 1997, serta dapat menyimpan sampai 1.000 jamaah sekaligus juga. Masjid ini dibuat oleh Komune Islam Maicao yang sebagian besar datang dari keturunan arab serta tinggal di Maicao semenjak tahun 1948. Tidaklah heran bila masjid ini pula seringkali dimaksud “Masjid Islamic Center Maicao”.

Masjid Umar Bin Khattab

Arsitektur Masjid Umar Bin Khattab

Arsitektur masjid ini dibuat seperti masjid-masjid Arab biasanya, mempunyai kubah besar serta menara setinggi 37 meter disebelahnya. Sebab memang sebagian besar masyarakat Maicao ialah non-muslim, masjid ini jadi masjid hanya satu yang ada di lokasi itu. Tidak hanya bangunan masjid, nyatanya komunitas muslim Maicao pun bangun satu sekolah Islam yang dinamakan Dar Alarkam atau Darul Arqom. Tidak hanya dipakai menjadi tempat peribadatan serta tempat sekolah, nyatanya masjid ini pula memilik satu perpustakaan yang terbuka untuk umum.

Masjid Umar Bin Khattab adalah cerminan dari usaha keras yang dikerjakan oleh komunitas Islam Maicao, sebab saat dibuat pada tahun 1997, dana pembangunan masjid keseluruhannya cuma datang dari swadaya kaum muslim di kota itu saja, tanpa ada memperoleh pertolongan di luar.

Untungnya, ketentuan pemerintah kota Maicao membebaskan umat beragama untuk mengekspresikan kegiatannya. Hingga komunitas muslim Maicao bisa dengan bebas menjalankan beribadah mereka di masjid itu, ataupun menggaungkan adzan dengan pengeras nada.

Sedang untuk sisi Arsitekturnya, Masjid Umar Bin Khattab ini dibuat dengan dua lantai, lantai basic dipakai untuk jamaah lelaki, sedang lantai atas dipakai untuk jamaah wanita. Bukan sekedar dipakai oleh anggota komunitas saja, nyatanya masjid ini pula dipakai menjadi tempat beribadah masyarakat muslim lokal yang telah jadi muallaf.

Masjid Umar Bin Khattab di menghias dengan cat berwarna putih gading, berlapiskan marmer serta cor, dihiasi dengan beberapa kaligrafi Al-qur’an. Permukaan lantai masjid selalu dilapis dengan karpet yang tetap terbangun kesuciannya.

Walau masjid ini tetap dibuka untuk umum, namun saja ada Stigma Negatif yang memengaruhi penduduk non-muslim seputar. Beberapa alat barat sering mengaitkan kaum muslim menjadi pembuat onar, terorisme, bahkan juga bom bunuh diri, hingga beberapa dari penduduk Maicao yang malas untuk mendekat ke masjid atau terlibat perbincangan dengan beberapa orang muslim dari sana.

Keseluruhan masyarakat muslim di kolumbia sekarang ini telah sejumlah lebih dari 14 ribu jiwa, sebagian dari mereka pun menyebar di beberapa instansi serta pusat komunitas islam di lokasi San Andres, Narino, Bogota, serta Santa Marta. Riwayat Islam di kolumbia dibawa oleh migran asal Arab, Syria, Lebanon, juga palestina yang bermigrasi serta tinggal di Kolumbia pada seputar era ke-19 sampai awal era ke-20. Umumnya dari mereka bermigrasi untuk hindari pertiakaian yang berlangsung di dalam negeri mereka. Pada akhirnya, mereka juga geser ke negara lainnya serta jadi pedagang di negara itu.

Tidak hanya jadi pedagang atau saudagar, nyatanya sebagian orang pun tetap berusaha untuk meng-islamkan masyarakat dari sana. Bahkan juga sampai sekarang ini telah beberapa ribu masyarakat pribumi Kolumbia yang telah memeluk agama Islam.

Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru

Masjid Agung Al-Azhar – Kota Administrasi Jakarta Selatan, adalah satu diantara masjid yang demikian popular di tanah air semenjak berdiri di tahun 1952 sampai sekarang ini. Walau dari bagian riwayat, masjid ini bukan masjid pertama di Jakarta bahkan juga di lokasi Jakarta Selatan sekalinya, bukan juga masjid dengan ukuran paling besar, tetapi banyak unsur yang membuat masjid ini demikian populer diantaranya ialah kekuatannya untuk meningkatkan masjid menjadi pusat kegiatan ummat, bukan saja menjadi pusat keagamaan tetapi pun merambah ke ranah pendidikan sampai perekonomian. ada beberapa pendiri masjid ini sejak awal telah menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, berusaha mengembalikan masjid menjadi pusat peradaban.

masjid-al-azhar

Bangunan Masjid Agung Al-Azhar ini diresmikan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai satu diantara 18 situs tapak riwayat perubahan kota Jakarta. Luput dari itu, masjid ini dijadikan cagar budaya nasional pada tanggal 19 Agustus 1993.

Saat ini di komplek Masjid ini sudah berdiri sekolah sekolah Islam dari Taman Kanak Kanak hingga bahkan Kampus di bawah pengendalian Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar. Di tempat masjid ini begitu strategis, tidak jauh dari terminal Bis Blok M, juga Bus Transjakarta (busway) sudah dibangun halte pas di muka komplek masjid ini yang masuk dalam Koridor I rute blok M – Kota.

Riwayat Masjid Agung Al-Azhar

Bangunan Masjid Agung dibuat pada tahun 1952 atas usaha 14 orang tokoh Masyumi salah satunya adalah Mr. Soedirjo, Mr. Tanjung Hok, H. Gazali serta H. Suaid, untuk memiliki satu masjid penting di lokasi Kebayoran Baru. Karena saran Mr Syamsudin, Menteri Sosial RI saat itu, maka oleh beberapa tokoh itu didirikanlah Yayasan Pendidikan Islam (YPI), pada tanggal 7 April 1952.

Kemudian yayasan itu pada tanggal 19 November 1953 memulai membangun satu masjid dengan luas tanah 43.755 meter2. Pada saat itu penempatan batu pertamanya dikerjakan oleh R. Sardjono mewakili Walikota Jakarta Raya. Dan pembangunan masjid itu selesai dibuat pada tahun 1958 serta diresmikan dengan nama Masjid Agung Kebayoran. Saat itu Lokasi Jakarta Raya (sekarang Propinsi DKI Jakarta) masih tetap di kepalai oleh seseorang Walikota.

interior-masjid-al-azhar

Pergantian nama jadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dikerjakan menyusul kehadiran Rektor Kampus Al Azhar, Dr. Mahmoud Syaltout yang diundang untuk memberi ceramah umum di masjid ini. Diceritakan sebab terpesona dengan keelokan masjid di negara saat itu yang barusan merdeka, Saltut memberikan nama masjid Agung Kebayoran Baru dengan nama Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Karena Imam besar pertama masjid itu adalah Prof. DR. Haji Muhammad Abdul Karim atau yang lebih dikenal menjadi Hamka. Hamka juga yang membiasakan kegiatan kuliah subuh, pegajian hari Ahad, serta kuliah Ramadhan di masjid ini.

Saat tahun 1962 didalam debutnya membina pemuda dan pemudi Islam, MAA membikin pekerjaan Pramuka Gugus Depan serta sore harinya Pendidikan Islam Al-Azhar (PIA) hingga berahirnya waktu orde lama serta mulainya orde baru, membawa angin segar untuk dakwah Islam terutama buat umat Islam. Kemudian MAA mendirikan instansi pendidikan resmi di (tahun 1967), dengan mulainya TK Islam Al-Azhar dan sebagainya susul menyusul memdirikan SDIA, SMPIA, SMAIA serta selanjutnya memdirikan Kampus Al Azhar Indonesia.

Kegiatan Masjid Agung 

Pekerjaan yang telah mentradisi di masjid ini tentunya ialah kuliah subuh, pegajian hari Ahad, serta kuliah Ramadhannya yang telah populer semenjak waktu Buya Hamka. Kemudian diluar itu pekerjaan Majelis Taklim, Pelatihan Kader Mubaligh, Studi Islam, Pelatihan bahasa hingga dakwah di Masjid Al Azhar setelah dibuka terima jamaah dari berbagai daerah lainnya. Sampai pekerjaan di Masjid Agung Al Azhar ini bisa dibarengi oleh semua penduduk.

Kemudian pekerjaan untuk remaja di masjid ini ditangani oleh Youth Islamic Study Club (YISC) waktu Ramadan ini mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak serta remaja. Ketika Ramadan, Masjid Agung Al Azhar telah membuat beberapa pekerjaan keislaman baik yang teratur ataupun nonrutin. Kebiasaan ini berjalan mulai subuh sampai malam hari. Sebelum menunaikan salat subuh serta zuhur, dan sebelum berbuka puasa, jamaah Masjid Al Azhar mendapatkan pencerahan lewat program kuliah tujuh menit (kultum).

Demikian ulasan tentang Masjid Agung Al-Azhar semoga bermanfaat.

Masjid Raya Batam

Riwayat Pembangunan Masjid Raya Batam

Masjid Raya Batam didesain oleh Ir Achmad Noe’man serta di setujui pada tanggal 31 Agustus 1997. Mulai dibangun pada tahun 1999. Ir Achmad Noe’man populer dengan karya karya monumentalnya termasuk juga salah satunya ialah Masjid Salman di ITB di Bandung, Masjid Baiturrahim di lokasi Istana Negara Jakarta, Masjid Al-Furqan di lingkungan Kampus Pendidikan Indonesia (d/h IKIP) Bandung, Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makasar serta Masjid Istiklal Indonesia di Sarajevo, Bosnia Herzegovina.

Arsitektur Masjid Raya Batam

Masjid Raya Batam dibuat diatas tempat seluas ± 75.000 m2, terbagi dalam ruangan salat serta mezanin 2515,00 m2, ruangan wudhu pria 506,70 m2, ruangan wudhu wanita 178,10 m2, ruangan taruh sepatu 39,96 m2, Ruangan pekerjaan (lantai basic) 2.190,24 m2, diperlengkapi dengan menara setinggi 66 m dengan luas 9,00 m2, ditambah selasar penghubung seluas 1.270,00 m2. Dengan ukuran yang demikian besar Masjid Raya Batam bisa menyimpan jemaah di masjid ± 3.500 jamaah serta luar masjid ± 15.000 jamaah.

Bantuk balok bujur sangkar Masjid Raya Batam

Bentuk yang didesain adalah penyatuan dari dua bentuk basic yakni : balok bujur sangkar menjadi tubuh bangunan, serta limas sama-sisi (teriris tiga sisi) menjadi kepala bangunan. Dipilihnya bentuk balok bujur sangkar dengan pertimbangan jika bentuk itu lebih kompak serta kuat hingga lebih penuhi prasyarat untuk manfaat masjid dalam membuat keimanan yang kuat, serta lebih penuhi prasyarat untuk bangunan bentang besar atau bebas kolom hingga dapat menyimpan jamaah salat semakin besar.

Atap limas Masjid Raya Batam

Sedang bentuk limas sama-sisi (teriris tiga sisi) diambil dengan pertimbangan jika bentuk atap yang pas untuk denah bangunan bujur sangkar, memiliki persepsi vertikalisme ke arah satu titik diatas menjadi lambang jalinan pada manusia serta Tuhan (habluminallah). Sedang Potongan tiga sisi adalah lambang perjalanan hidup manusia (menjadi hamba Allah) dalam tiga alam yakni alam rahim, alam dunia, serta alam akhirat.

Arsitektur Masjid Raya Batam

Plaza Sholat

Plaza sholat berbentuk pelataran halaman penting masjid yang sebab pertimbangan topografis serta arsitektural letaknya tambah tinggi dari jalan masuk. Plaza salat dibikin menjadi pelebaran ruangan masjid pada saat jamaah melewati kemampuan atau saat salat Idul Fitri serta Idul Adha yang umumnya diadakan di lapangan terbuka.

Supaya penyelenggaraan salat sesuai tuntunan agama, dibuatlah garis-garis shaf yang akan mengarahkan jamaah salat dengan berbaris lurus menghadap kiblat. Lebar shaf dipastikan 120 cm. Plaza ini terbagi dalam dua tingkatan yakni plaza bawah serta plaza atas. Ini untuk memberi peluang pada pengunjung untuk beristirahat sesaat sebelum naik ke arah masjid.

Di plaza bawah ada kolam air mancur yang juga bisa digunakan menjadi tempat berwudhu. Tidak hanya kolam air mancur serta tangga-tangga ialah bak-bak tanaman batu kali, lampu-lampu taman serta jejeran pohon-pohon palem raja. Keseluruhnya komponen diinginkan membuat situasi plaza shalat bertambah nyaman, lebih indah serta berwibawa menjadi satu plaza salat masjid raya.

Masjid Raya Batam

Plaza salat ditutup klinker terakota yang berwarna merah bata. Garis-garis shaf menggunakan bahan paving blocks yang dipola dengan warna kelabu hingga tampak kontras dengan merah batanya klinker terakota

Selasar Tertutup

Terdapatnya selasar tertutup yakni selasar yang beratap menjadi pembatas plaza salat serta pemberi tanda zone perubahan atau semi suci sebelum masuk ke zone suci atau ruangan penting masjid. Selasar tertutup ini didesain demikian rupa serta adalah komponen arsitektur yang cukuplah bermakna disaksikan dari sisi manfaat ataupun arsitektural masjid.

Diambil bahan beton bertulang untuk kolom ingin juga atap. Supaya tidak terkesan statis, ada permainan irama atap yakni atap pelat beton diselingi atap limas berbahan transparan dengan susunan pipa besi hitam. Bahan penutup lantainya ialah keramik

Masjid Agung Natuna – Produsen Kubah Masjid

Masjid Agung Pulau Natuna

Pulau Natuna ialah Kabupaten dari Propinsi Kepulauan Riau. Pulau ini terdapat di Laut Cina Selatan pada Semenanjung Malaysia, Borneo, Vietnam, serta Kamboja. Pulau Natuna memang dikelilingi lautan terlepas. Automatis pulau ini akan memberi wisata, terpenting wisata pantainya.

Tidak hanya tujuan pantai, Ada masjid agung yang kubahnya mirip kubah masjid Taj Mahal di India. Masjid Agung Natuna atau yang dikenal juga dengan Masjid Raya Natuna yang terdapat di Pulau Natuna, Propinsi Kepulauan Riau.

Masjid Agung Natuna

Masjid ini adalah kebanggaan rakyat Natuna sebab kemegahannya yang disebutkan menjadi masjid paling besar serta termegah di Kepulauan Riau. Masjid Agung Natuna dibuat menjadi sisi dari Kompleks Gerbang Utaraku di Kota Ranai, yang manakah ialah pusat pemerintahan serta usaha di lokasi ini. Masjid Agung Natuna dibuat pada tahun 2007 ini miliki banyak kekhasan. Arsitekturnya memiliki nuansa religius begitu kental rasanya.

Satu diantaranya yang membuat Masjid Agung Natuna terlihat menarik ialah kubahnya yang serupa dengan Kubah Taj Mahal di India. Dari beberapa bagian memang tampak begitu serupa sekali dengan Taj Mahal yang asli.

Masjid Natuna dapat menyimpan 180 jemaah dalam tiap-tiap baris atau shaf. Ornamen-ornamen di dalamnya ambil ide dari Al-Quran. Sisi tengah masjid terlihat diterangi sinar alami yang bersumber dari kubah berlukiskan kaligrafi serta bermotif bunga.

Ornamen Masjid Agung Natuna

Sisi pinggir pada lantai satu yang terteduhi lantai dua cukuplah gelap. Untuk meneranginya dibikin bukaan berbentuk karawang yang terdapat diatas pintu masuk yang memilliki dimensi lumayan besar. Ruang di bagian ini diterangi oleh dikit sinar dari atas seperti ruang-ruang gotik.

Dari sisi bentuk, pintu masuk ini mempunyai geometrika lengkung yang sisi atasnya lancip. Dua pintu penting yang terdapat disamping kiri serta kanan gedung menghadap ke kiblat, terlihat mengarahkan nuansa ruangan itu jadi terlalu fokus pada sumber yang seolah terlihat misalkan sinar Ilahi.

Masjid Agung Pulau Natuna

Latar belakang mihrab Masjid Raya Natuna dibikin berbahan kayu dengan bentuk yang lumayan besar. Geometrika nya pula tercipta dari lengkung atau busur dengan pertemuan lancip dibagian tengah di tempat atasnya.

Latar mihrab itu dibuat dengan labirin busur lancip sampai makin menguatkan kesan-kesan gotik yang ada sisi itu. Sisi plaza masjid mempunyai ukuran yang begitu luas yang sangat mungkin dipakai untuk tempat membuat acara-acara besar seperti MTQ, manasik haji, sholat ied, sholat idul adha serta acara-acara besar keagamaan yang lain.

Masjid Agung Natuna mempunyai kubah yang sejumlah 20 buah yang diatur dalam 3 tingkatan. Setiap tingkatan kubah pada Masjid Raya Natuna mempunyai arti filosofis yang berlainan. Pada tingkatan yang paling tinggi ada satu kubah penting yang terbesar.

Kubah Masjid Agung Natuna

Kubah penting ini melambangkan karakter ihsan, yang dalam agama Islam merupkan tingkatan keimanan yang paling tinggi. Pada tingkatan di bawahnya ada 6 buah kubah yang lebih kecil dari kubah penting. 6 kubah ini melambangkan rukun iman dalam agama Islam. Pada tingkatan yang sangat bawah ada 12 kubah yang melingkari kubah yang berada di atasnya. Ini adalah lambang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid nabi).

Bangunan penting masjid dikelilingi 4 menara di setiap bagian serta mempunyai 6 kubah berwarna hijau serta kuning jelas. Tidak cuma bangunannya, tempat berdirinya masjid ini membuat terlihat makin menarik. Masjid ini ada pas di dalam kepulauan indah.

Dari belakang masjid Anda bisa melihat hamparan pegunungan hijau yang seirama dengan warna kubah. Masjid itu adalah lambang kebangkitan Islam di Natuna serta kebangkitan awal buat pembangunan serta peningkatan Islam dan iman penduduk Natuna. Lokasi ini akan diperlengkapi dengan 8 pusat kegiatan penduduk, yakni Masjid Agung, Menara, Asrama Haji, Gedung Pertemuan, Gedung Pendidikan, Gedung Komersial, Gerbang, Plaza, dan taman kota.

Masjid Islamic Center Samarinda

Riwayat Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda – Masjid Islamic Center Samarinda Provinsi Kalimantan Timur terdapat di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bagian depannya ada di Jalan Slamet Riyadi No 1 Samarinda, bagian tengah dan kanan kirinya diapit oleh Jalan Anggi serta Jalan Meranti sedangkan sisi belakangnya ada di Jalan Ulin, kemudian menghadap ke sungai Mahakam.

Begitu gampang untuk temukan Islamic Center Samarinda, tempatnya cuma +/- 2 km dari jembatan Mahakam. Pembangunan Islamic Center diinginkan bisa menghidupkan semangat kebersamaan dalam usaha melawan masa global, tidak hanya adalah tuntutan penduduk untuk Samarinda mempunyai satu fasilitas tempat beribadah yang ideal.

Masjid Islamic Center Samarinda

 

Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda Tempat tempat berdirinya ini awal mulanya adalah area penggergajian kayu punya PT.Inhutani I yang selanjutnya dihibahkan kepada Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Project Islamic Center Samarinda didanai dengan dana APBD Pemerintah provinsi Kalimantan Timur di bawah Gubernur Kalimantan timur (waktu itu) Suwarna Abdul Fatah.

Proses perencanannya menyertakan konsultan perencana arsitektur PT. Anggara Architeam, perencana susunan PT. Perkasa carista estetika, Perencana M&E oleh PT. Meco Systech Internusa serta perencana estetika Biro Arsitektur Achmad Noe’man.

Dan Konsultan pengawas yang mengamati jalannya kontruksi ICS Kalimantan timur dipercayakan kepada PT. Adiya Widyajasa sedangkan penerapan pembangunannya dipercayakan kepada Kontraktor PT. Keseluruhan Bangun Persada Tbk.

Proses pembangunan Islamic Center Samarinda diawali pada tanggal 5 Juli 2001 diikuti dengan penekanan tombol pemancangan tiang pancang pertama project pembangunan islamic Center Samarinda oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 5 Juli 2001. Hingga tujuh tahun lalu komplek Islamic Center Samarinda diresmikan oleh Presiden RI, Dr. Hj. SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tanggal 16 Juni 2008.

Arsitektural Masjid Islamic Center

Perancangan menara MICS di-ilhami dari menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, serta kubah pentingnya di-ilhami masjid Haghia Sophia di Istambul – Turki. Tempati ruang seluas +/- 8 hektar, menyiapkan tempat terbuka buat penduduk kota Samarinda, termasuk juga ruang parkir serta taman yang luas komplet dengan pohon kurma yang ditanam di halaman depan masjid memberikan kesan Timur Tengah di kota Samarinda.

Luas bangunan penting Islamic Center Samarinda seluas 43.500 m2, luas bangunan 7.115 m2, luas lantai lantai dasar 10.235 m2, sesaat lantai basic masjid seluas 10.270 m2, serta lantai penting yang luasnya mencapai 8.185 m2, sedang luas lantai mezanin 5.290 m2.

Angka Simbolis di Masjid Islamic Center Samarinda

Dan juga MICS dilengkapi dengan 7 menara yang bagi dalam satu menara penting setinggi 99 . terpisah dari bangunan penting masjid. Ketinggian 99 mtr. Sebab menara penting itu memiliki arti 99 isi asmaul husna atau 99 beberapa nama baik Allah.

Sebab menara penting itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 mtr. Kemudian empat menara pelosok setinggi 70 mtr. Dan dibuat di empat pelosok masjid ditambah dua menara gerbang yang ada disamping kiri dan kanan gerbang penting masing masing setinggi 57 mtr.

Kemudian enam menara ini juga memiliki arti enam rukun iman. Tidak hanya angka 99 serta angka 6 masih tetap ada angka 33 di masjid ini mewakili 33 biji tasbih yang diwakili oleh jumlahnya anak tangga ke arah lantai penting dari lantai basic MICS.

Masjid Islamic Center Samarinda Lantai Lantai dasar MICS dipakai untuk ruang parkir kendaraan dengan kemampuan 200 mobil serta 138 buah sepeda motor, toilet pria serta wanita untuk beberapa jamaah. Hingga Ground water Tank (GWT) menjadi penampungan air bersih untuk toilet serta tempat berwudhu.

Hingga MICS pun dilengkapi dengan Plaza Dalam (inner court yard) serta Plaza Luar dapat menyimpan jamaah sekitar 10.000 orang. Lalu di samping kiri dan kanannya digunakan menjadi ruang parkir memiliki 391 mobil serta 430 sepeda motor. Dan di Plaza ini juga disiapkan keran keran air disamping kiri serta kanan yang berfungsi menjadi tempat berwudhu. Lantai basic Islamic Center Samarinda dipakai menjadi ruangan pertemuan. Pada umumnya digunakan untuk acara seminar dan resepsi pernikahan dengan daya tampung ruang hingga 5000 undangan. Permukaan lantai masjid ini ditutup dengan granit pilihan dengan bermacam macam corak tampilkan nuansa hangat tetapi masih sejuk dengan penggunaan AC di ruang.

Demikian ulasan tentang Masjid Islamic Center Samarinda semoga bermanfaan dan bisa membantu.

Gratis Konsultasi 08122229385