Tag Archive Kubah Masjid

Masjid Umar Bin Khattab – Maicao Kolumbia

Masjid Umar Bin Khattab – Masjid Terbesar ketiga di Amerika Latin

“Masjid Umar Bin Khattab” atau dalam bahasa inggris “Omar Ibn Al-Khattab Mosque”, atau dalam bahasa sepanyol “La Mequita Omar Ibn Al-Jattab” adalah masjid paling besar ke-3 di Lokasi Amerika Latin, sesudah Masjid Besar Argentina serta Brazil, sekaligus juga adalah Masjid Paling besar di Negara Kolumbia. Masjid yang dimaksud dengan “Centro Islamico de Maicao” ini terdapat di Maicao, La Guajira, Republik Columbia.

Masjid yang mengambil nama Khalifah Ke-2, Umar Bin Khattab ini dibuat pada tanggal 17 September 1997, serta dapat menyimpan sampai 1.000 jamaah sekaligus juga. Masjid ini dibuat oleh Komune Islam Maicao yang sebagian besar datang dari keturunan arab serta tinggal di Maicao semenjak tahun 1948. Tidaklah heran bila masjid ini pula seringkali dimaksud “Masjid Islamic Center Maicao”.

Masjid Umar Bin Khattab

Arsitektur Masjid Umar Bin Khattab

Arsitektur masjid ini dibuat seperti masjid-masjid Arab biasanya, mempunyai kubah besar serta menara setinggi 37 meter disebelahnya. Sebab memang sebagian besar masyarakat Maicao ialah non-muslim, masjid ini jadi masjid hanya satu yang ada di lokasi itu. Tidak hanya bangunan masjid, nyatanya komunitas muslim Maicao pun bangun satu sekolah Islam yang dinamakan Dar Alarkam atau Darul Arqom. Tidak hanya dipakai menjadi tempat peribadatan serta tempat sekolah, nyatanya masjid ini pula memilik satu perpustakaan yang terbuka untuk umum.

Masjid Umar Bin Khattab adalah cerminan dari usaha keras yang dikerjakan oleh komunitas Islam Maicao, sebab saat dibuat pada tahun 1997, dana pembangunan masjid keseluruhannya cuma datang dari swadaya kaum muslim di kota itu saja, tanpa ada memperoleh pertolongan di luar.

Untungnya, ketentuan pemerintah kota Maicao membebaskan umat beragama untuk mengekspresikan kegiatannya. Hingga komunitas muslim Maicao bisa dengan bebas menjalankan beribadah mereka di masjid itu, ataupun menggaungkan adzan dengan pengeras nada.

Sedang untuk sisi Arsitekturnya, Masjid Umar Bin Khattab ini dibuat dengan dua lantai, lantai basic dipakai untuk jamaah lelaki, sedang lantai atas dipakai untuk jamaah wanita. Bukan sekedar dipakai oleh anggota komunitas saja, nyatanya masjid ini pula dipakai menjadi tempat beribadah masyarakat muslim lokal yang telah jadi muallaf.

Masjid Umar Bin Khattab di menghias dengan cat berwarna putih gading, berlapiskan marmer serta cor, dihiasi dengan beberapa kaligrafi Al-qur’an. Permukaan lantai masjid selalu dilapis dengan karpet yang tetap terbangun kesuciannya.

Walau masjid ini tetap dibuka untuk umum, namun saja ada Stigma Negatif yang memengaruhi penduduk non-muslim seputar. Beberapa alat barat sering mengaitkan kaum muslim menjadi pembuat onar, terorisme, bahkan juga bom bunuh diri, hingga beberapa dari penduduk Maicao yang malas untuk mendekat ke masjid atau terlibat perbincangan dengan beberapa orang muslim dari sana.

Keseluruhan masyarakat muslim di kolumbia sekarang ini telah sejumlah lebih dari 14 ribu jiwa, sebagian dari mereka pun menyebar di beberapa instansi serta pusat komunitas islam di lokasi San Andres, Narino, Bogota, serta Santa Marta. Riwayat Islam di kolumbia dibawa oleh migran asal Arab, Syria, Lebanon, juga palestina yang bermigrasi serta tinggal di Kolumbia pada seputar era ke-19 sampai awal era ke-20. Umumnya dari mereka bermigrasi untuk hindari pertiakaian yang berlangsung di dalam negeri mereka. Pada akhirnya, mereka juga geser ke negara lainnya serta jadi pedagang di negara itu.

Tidak hanya jadi pedagang atau saudagar, nyatanya sebagian orang pun tetap berusaha untuk meng-islamkan masyarakat dari sana. Bahkan juga sampai sekarang ini telah beberapa ribu masyarakat pribumi Kolumbia yang telah memeluk agama Islam.

Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru

Kota Administrasi Jakarta Selatan, adalah satu diantara masjid yang demikian popular di tanah air semenjak berdiri di tahun 1952 sampai sekarang ini. Walau dari bagian riwayat, masjid ini bukan masjid pertama di Jakarta bahkan juga di lokasi Jakarta Selatan sekalinya, bukan juga masjid dengan ukuran paling besar, tetapi banyak unsur yang membuat masjid ini demikian populer diantaranya ialah kekuatannya untuk meningkatkan masjid menjadi pusat kegiatan ummat, bukan saja menjadi pusat keagamaan tetapi pun merambah ke ranah pendidikan sampai perekonomian. Beberapa pendiri masjid ini semenjak awal telah jadikan masjid menjadi pusat kegiatan, berusaha kembalikan masjid menjadi pusat peradaban.

masjid-al-azhar

Masjid Agung Al-Azhar sudah dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta menjadi satu diantara 18 situs tapak riwayat perubahan kota Jakarta. Diluar itu, masjid ini jadikan cagar budaya nasional per tanggal 19 Agustus 1993.

Sekarang ini di komplek Masjid ini sudah berdiri sekolah sekolah Islam dari Taman Kanak Kanak sampai Kampus di bawah pengendalian Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar. Tempat masjid ini pula begitu strategis, tidak jauh dari terminal Bis Blok M, serta Bus Transjakarta (busway) pun sudah bangun halte pas di muka komplek masjid ini yang masuk dalam Koridor I rute blok M – Kota.

Riwayat Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar dibuat pada tahun 1952 atas usaha 14 orang tokoh tokoh Masyumi salah satunya ialah Mr. Soedirjo, Mr. Tanjung Hok, H. Gazali serta H. Suaid, untuk mempunyai satu masjid penting di lokasi Kebayoran Baru. Atas saran Mr Syamsudin, Menteri Sosial RI saat itu, jadi oleh beberapa tokoh itu didirikanlah Yayasan Pendidikan Islam (YPI), pada tanggal 7 April 1952.

Yayasan itu pada tanggal 19 November 1953 mulai membangun satu masjid diatas tempat seluas 43.755 meter2. Saat itu penempatan batu pertamanya dikerjakan oleh R. Sardjono mewakili Walikota Jakarta Raya. Pembangunan masjid itu usai dibuat pada tahun 1958 serta diresmikan dengan nama Masjid Agung Kebayoran. Saat itu Lokasi Jakarta Raya (sekarang Propinsi DKI Jakarta) masih tetap di kepalai oleh seseorang Walikota.

interior-masjid-al-azhar

Pergantian nama jadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dikerjakan menyusul kehadiran Rektor Kampus Al Azhar, Dr. Mahmoud Syaltout yang diundang memberi ceramah umum di masjid ini. Dijelaskan sebab terpesona dengan keelokan masjid di negara yang saat itu barusan merdeka, Saltut memberikan nama masjid Agung Kebayoran Baru dengan nama Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Imam besar pertama masjid itu ialah Prof. DR. Haji Muhammad Abdul Karim atau yang lebih diketahui menjadi Hamka. Hamka juga yang mentradisikan kegiatan kuliah subuh, pegajian hari Ahad, serta kuliah Ramadhan di masjid ini.

Pada tahun 1962 dalam debutnya membina pemuda serta pemudi Islam, MAA membuat pekerjaan Pramuka Gugus Depan serta sore harinya Pendidikan Islam Al-Azhar (PIA) sampai berahirnya waktu orde lama serta mulainya orde baru, membawa angin fresh buat dakwah Islam terutamanya buat umat Islam. MAA mulai mendiirikan instansi pendidikan resmi (th 1967), dengan diawali TK Islam Al-Azhar dan sebagainya susul menyusul membangun SDIA, SMPIA, SMAIA serta selanjutnya membangun Kampus Al Azhar Indonesia.

Kegiatan Masjid Agung Al-Azhar

Pekerjaan yang telah mentradisi di masjid ini tentunya ialah kuliah subuh, pegajian hari Ahad, serta kuliah Ramadhannya yang telah populer semenjak waktu Buya Hamka. Diluar itu pekerjaan Majelis Taklim, Pelatihan Kader Mubaligh, Studi Islam, Pelatihan bahasa serta dakwah di Masjid Al Azhar begitu terbuka terima jamaah dari daerah lainnya. Pekerjaan di Masjid Agung Al Azhar ini dapat dibarengi oleh semua penduduk.

Pekerjaan untuk remaja di masjid ini diatasi oleh Youth Islamic Study Club (YISC) waktu Ramadan ini mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak serta remaja. Saat Ramadan, Masjid Agung Al Azhar telah membuat beberapa pekerjaan keislaman baik yang teratur ataupun nonrutin. Rutinitas berjalan dari mulai subuh sampai malam hari. Sebelum menunaikan salat subuh serta zuhur, dan sebelum berbuka puasa, jemaah Masjid Al Azhar mendapatkan pencerahan lewat program kuliah tujuh menit (kultum).

Masjid Raya Batam

Riwayat Pembangunan Masjid Raya Batam

Masjid Raya Batam didesain oleh Ir Achmad Noe’man serta di setujui pada tanggal 31 Agustus 1997. Mulai dibangun pada tahun 1999. Ir Achmad Noe’man populer dengan karya karya monumentalnya termasuk juga salah satunya ialah Masjid Salman di ITB di Bandung, Masjid Baiturrahim di lokasi Istana Negara Jakarta, Masjid Al-Furqan di lingkungan Kampus Pendidikan Indonesia (d/h IKIP) Bandung, Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makasar serta Masjid Istiklal Indonesia di Sarajevo, Bosnia Herzegovina.

Arsitektur Masjid Raya Batam

Masjid Raya Batam dibuat diatas tempat seluas ± 75.000 m2, terbagi dalam ruangan salat serta mezanin 2515,00 m2, ruangan wudhu pria 506,70 m2, ruangan wudhu wanita 178,10 m2, ruangan taruh sepatu 39,96 m2, Ruangan pekerjaan (lantai basic) 2.190,24 m2, diperlengkapi dengan menara setinggi 66 m dengan luas 9,00 m2, ditambah selasar penghubung seluas 1.270,00 m2. Dengan ukuran yang demikian besar Masjid Raya Batam bisa menyimpan jemaah di masjid ± 3.500 jamaah serta luar masjid ± 15.000 jamaah.

Bantuk balok bujur sangkar Masjid Raya Batam

Bentuk yang didesain adalah penyatuan dari dua bentuk basic yakni : balok bujur sangkar menjadi tubuh bangunan, serta limas sama-sisi (teriris tiga sisi) menjadi kepala bangunan. Dipilihnya bentuk balok bujur sangkar dengan pertimbangan jika bentuk itu lebih kompak serta kuat hingga lebih penuhi prasyarat untuk manfaat masjid dalam membuat keimanan yang kuat, serta lebih penuhi prasyarat untuk bangunan bentang besar atau bebas kolom hingga dapat menyimpan jamaah salat semakin besar.

Atap limas Masjid Raya Batam

Sedang bentuk limas sama-sisi (teriris tiga sisi) diambil dengan pertimbangan jika bentuk atap yang pas untuk denah bangunan bujur sangkar, memiliki persepsi vertikalisme ke arah satu titik diatas menjadi lambang jalinan pada manusia serta Tuhan (habluminallah). Sedang Potongan tiga sisi adalah lambang perjalanan hidup manusia (menjadi hamba Allah) dalam tiga alam yakni alam rahim, alam dunia, serta alam akhirat.

Arsitektur Masjid Raya Batam

Plaza Sholat

Plaza sholat berbentuk pelataran halaman penting masjid yang sebab pertimbangan topografis serta arsitektural letaknya tambah tinggi dari jalan masuk. Plaza salat dibikin menjadi pelebaran ruangan masjid pada saat jamaah melewati kemampuan atau saat salat Idul Fitri serta Idul Adha yang umumnya diadakan di lapangan terbuka.

Supaya penyelenggaraan salat sesuai tuntunan agama, dibuatlah garis-garis shaf yang akan mengarahkan jamaah salat dengan berbaris lurus menghadap kiblat. Lebar shaf dipastikan 120 cm. Plaza ini terbagi dalam dua tingkatan yakni plaza bawah serta plaza atas. Ini untuk memberi peluang pada pengunjung untuk beristirahat sesaat sebelum naik ke arah masjid.

Di plaza bawah ada kolam air mancur yang juga bisa digunakan menjadi tempat berwudhu. Tidak hanya kolam air mancur serta tangga-tangga ialah bak-bak tanaman batu kali, lampu-lampu taman serta jejeran pohon-pohon palem raja. Keseluruhnya komponen diinginkan membuat situasi plaza shalat bertambah nyaman, lebih indah serta berwibawa menjadi satu plaza salat masjid raya.

Masjid Raya Batam

Plaza salat ditutup klinker terakota yang berwarna merah bata. Garis-garis shaf menggunakan bahan paving blocks yang dipola dengan warna kelabu hingga tampak kontras dengan merah batanya klinker terakota

Selasar Tertutup

Terdapatnya selasar tertutup yakni selasar yang beratap menjadi pembatas plaza salat serta pemberi tanda zone perubahan atau semi suci sebelum masuk ke zone suci atau ruangan penting masjid. Selasar tertutup ini didesain demikian rupa serta adalah komponen arsitektur yang cukuplah bermakna disaksikan dari sisi manfaat ataupun arsitektural masjid.

Diambil bahan beton bertulang untuk kolom ingin juga atap. Supaya tidak terkesan statis, ada permainan irama atap yakni atap pelat beton diselingi atap limas berbahan transparan dengan susunan pipa besi hitam. Bahan penutup lantainya ialah keramik

Masjid Agung Natuna – Produsen Kubah Masjid

Masjid Agung Pulau Natuna

Pulau Natuna ialah Kabupaten dari Propinsi Kepulauan Riau. Pulau ini terdapat di Laut Cina Selatan pada Semenanjung Malaysia, Borneo, Vietnam, serta Kamboja. Pulau Natuna memang dikelilingi lautan terlepas. Automatis pulau ini akan memberi wisata, terpenting wisata pantainya.

Tidak hanya tujuan pantai, Ada masjid agung yang kubahnya mirip kubah masjid Taj Mahal di India. Masjid Agung Natuna atau yang dikenal juga dengan Masjid Raya Natuna yang terdapat di Pulau Natuna, Propinsi Kepulauan Riau.

Masjid Agung Natuna

Masjid ini adalah kebanggaan rakyat Natuna sebab kemegahannya yang disebutkan menjadi masjid paling besar serta termegah di Kepulauan Riau. Masjid Agung Natuna dibuat menjadi sisi dari Kompleks Gerbang Utaraku di Kota Ranai, yang manakah ialah pusat pemerintahan serta usaha di lokasi ini. Masjid Agung Natuna dibuat pada tahun 2007 ini miliki banyak kekhasan. Arsitekturnya memiliki nuansa religius begitu kental rasanya.

Satu diantaranya yang membuat Masjid Agung Natuna terlihat menarik ialah kubahnya yang serupa dengan Kubah Taj Mahal di India. Dari beberapa bagian memang tampak begitu serupa sekali dengan Taj Mahal yang asli.

Masjid Natuna dapat menyimpan 180 jemaah dalam tiap-tiap baris atau shaf. Ornamen-ornamen di dalamnya ambil ide dari Al-Quran. Sisi tengah masjid terlihat diterangi sinar alami yang bersumber dari kubah berlukiskan kaligrafi serta bermotif bunga.

Ornamen Masjid Agung Natuna

Sisi pinggir pada lantai satu yang terteduhi lantai dua cukuplah gelap. Untuk meneranginya dibikin bukaan berbentuk karawang yang terdapat diatas pintu masuk yang memilliki dimensi lumayan besar. Ruang di bagian ini diterangi oleh dikit sinar dari atas seperti ruang-ruang gotik.

Dari sisi bentuk, pintu masuk ini mempunyai geometrika lengkung yang sisi atasnya lancip. Dua pintu penting yang terdapat disamping kiri serta kanan gedung menghadap ke kiblat, terlihat mengarahkan nuansa ruangan itu jadi terlalu fokus pada sumber yang seolah terlihat misalkan sinar Ilahi.

Masjid Agung Pulau Natuna

Latar belakang mihrab Masjid Raya Natuna dibikin berbahan kayu dengan bentuk yang lumayan besar. Geometrika nya pula tercipta dari lengkung atau busur dengan pertemuan lancip dibagian tengah di tempat atasnya.

Latar mihrab itu dibuat dengan labirin busur lancip sampai makin menguatkan kesan-kesan gotik yang ada sisi itu. Sisi plaza masjid mempunyai ukuran yang begitu luas yang sangat mungkin dipakai untuk tempat membuat acara-acara besar seperti MTQ, manasik haji, sholat ied, sholat idul adha serta acara-acara besar keagamaan yang lain.

Masjid Agung Natuna mempunyai kubah yang sejumlah 20 buah yang diatur dalam 3 tingkatan. Setiap tingkatan kubah pada Masjid Raya Natuna mempunyai arti filosofis yang berlainan. Pada tingkatan yang paling tinggi ada satu kubah penting yang terbesar.

Kubah Masjid Agung Natuna

Kubah penting ini melambangkan karakter ihsan, yang dalam agama Islam merupkan tingkatan keimanan yang paling tinggi. Pada tingkatan di bawahnya ada 6 buah kubah yang lebih kecil dari kubah penting. 6 kubah ini melambangkan rukun iman dalam agama Islam. Pada tingkatan yang sangat bawah ada 12 kubah yang melingkari kubah yang berada di atasnya. Ini adalah lambang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid nabi).

Bangunan penting masjid dikelilingi 4 menara di setiap bagian serta mempunyai 6 kubah berwarna hijau serta kuning jelas. Tidak cuma bangunannya, tempat berdirinya masjid ini membuat terlihat makin menarik. Masjid ini ada pas di dalam kepulauan indah.

Dari belakang masjid Anda bisa melihat hamparan pegunungan hijau yang seirama dengan warna kubah. Masjid itu adalah lambang kebangkitan Islam di Natuna serta kebangkitan awal buat pembangunan serta peningkatan Islam dan iman penduduk Natuna. Lokasi ini akan diperlengkapi dengan 8 pusat kegiatan penduduk, yakni Masjid Agung, Menara, Asrama Haji, Gedung Pertemuan, Gedung Pendidikan, Gedung Komersial, Gerbang, Plaza, dan taman kota.

Masjid Islamic Center Samarinda – CV. SAM JAYA UTAMA

Riwayat Masjid Islamic Center Samarinda – Kalimantan timur

Masjid Islamic Center Samarinda Provinsi Kalimantan Timur terdapat di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bagian depannya ada di Jl. Slamet Riyadi No 1 Samarinda, tengah kanan kirinya diapit oleh Jl. Anggi serta Jl. Meranti sedang sisi belakang ada di Jl. Ulin, pun menghadap ke sungai Mahakam. Begitu gampang untuk temukan Islamic Center Samarinda, tempatnya cuma +/- 2 km dari jembatan Mahakam.

Pembangunan Islamic Center diinginkan bisa menghidupkan semangat kebersamaan dalam usaha melawan masa global, tidak hanya adalah tuntutan penduduk untuk Samarinda mempunyai satu fasilitas tempat beribadah yang ideal.

Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda

Tempat tempat berdirinya ini awal mulanya adalah area penggergajian kayu punya PT. Inhutani I yang lalu dihibahkan pada Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Project Islamic Center Samarinda didanai dengan dana APBD Pemerintah provinsi Kalimantan Timur di bawah Gubernur Kalimantan timur (waktu itu) Suwarna Abdul Fatah.

Proses perencanannya menyertakan konsultan perencana arsitektur PT. Anggara Architeam, perencana susunan PT. Perkasa carista estetika, Perencana M&E oleh PT. Meco Systech Internusa serta perencana estetika Biro Arsitektur Achmad Noe’man.

Konsultan pengawas yang mengamati jalannya pembangunan ICS Kalimantan timur dipercayakan pada PT. Adiya Widyajasa sedang penerapan pembangunannya dipercayakan pada Kontraktor PT. Keseluruhan Bangun Persada Tbk.

Proses pembangunan Islamic Center Samarinda diawali pada tanggal 5 Juli 2001 diikuti dengan penekanan tombol pemancangan tiang pancang pertama project pembangunan islamic Center Samarinda oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 5 Juli 2001. Serta tujuh tahun lalu komplek Islamic Center Samarinda diresmikan oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 16 Juni 2008.

Arsitektural Masjid Islamic Center Samarinda

Perancangan menara MICS di-ilhami dari menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, serta kubah pentingnya di-ilhami masjid Haghia Sophia di Istambul – Turki. Tempati ruang seluas +/- 8 hektar, menyiapkan tempat terbuka buat penduduk kota Samarinda, termasuk juga ruang parkir serta taman yang luas komplet dengan pohon kurma yang ditanam di halaman depan lokasi masjid mendatangkan kesan-kesan Timur Tengah di kota Samarinda.

Luas bangunan penting Islamic Center Samarinda seluas 43.500 m2, luas bangunan 7.115 m2, luas lantai lantai dasar 10.235 m2, sesaat lantai basic masjid seluas 10.270 m2, serta lantai penting seluas 8.185 m2, sedang luas lantai mezanin 5.290 m2.

Angka Simbolis di Masjid Islamic Center Samarinda

MICS diperlengkapi dengan 7 menara terbagi dalam satu menara penting setinggi 99 mtr. terpisah dari bangunan penting masjid. Ketinggian 99 mtr. menara penting itu berarti 99 isim asmaul husna atau 99 beberapa nama Allah.

Menara penting itu terdiri atas bangunan 15 lantai semasing lantai setinggi rata-rata 6 mtr.. Empat menara pelosok setinggi 70 mtr. dibuat di empat pelosok masjid ditambah dua menara gerbang yang ada disamping kiri serta kanan gerbang penting masing masing setinggi 57 mtr.

Enam menara ini pula berarti menjadi enam rukun iman. Tidak hanya angka 99 serta angka 6 masih tetap ada angka 33 di masjid ini mewakili 33 biji tasbih yang diwakili oleh jumlahnya anak tangga ke arah lantai penting dari lantai basic MICS.

Masjid Islamic Center Samarinda

Lantai Lantai dasar MICS dipakai untuk ruang parkir kendaraan dengan kemampuan 200 mobil serta 138 buah sepeda motor, toilet pria serta wanita untuk beberapa jamaah. Serta Ground water Tank (GWT) menjadi penampungan air bersih untuk toilet serta tempat wudhu.

MICS pun diperlengkapi dengan Plaza Dalam (inner court yard) serta Plaza Luar dapat menyimpan jamaah sekitar 10.000 orang. Di samping kiri serta kanannya digunakan menjadi ruang parkir memiliki 391 mobil serta 430 sepeda motor. Di Plaza ini disiapkan keran keran air disamping kiri serta kanan yang berperan menjadi tempat wudhu.

Lantai basic Islamic Center Samarinda dipakai menjadi ruangan pertemuan. Umumnya digunakan untuk acara seminar serta resepsi pernikahan dengna daya tampung ruang sampai 5000 undangan. Permukaan lantai masjid ini ditutup dengan granit pilihan dengan bermacam macam corak tampilkan nuansa hangat tetapi masih sejuk dengan penggunaan AC di ruang.

Masjid Islamic Center Bekasi – CV. SAM JAYA UTAMA

Riwayat Pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi

Islamic center kota Bekasi ada di pusat lokasi usaha kota Bekasi. Riwayat pembangunan Islamic center ini tidak terlepas dari nama KH Nur Ali, Pahlawan Nasional yang disebut putra daerah Bekasi. Dibuat di waktu kota Bekasi masih tetap adalah sisi dari lokasi Kabupaten Bekasi.

Sekarang saat Kota Bekasi telah jadi salah satunya kota mandiri salah satunya kota penyanggah Ibukota negara, Islamic Center kota Bekasi seolah jadi oase di tengah belantara kota bekasi yang perlahan tetapi tentu berjalan jadi sisi dari perubahan megapolitan Jakarta.

Masjid Islamic Center Bekasi

Panitia pembangunan Islamic Center Bekasi dibuat berdasar pada Surat Ketetapan Bupati Kepala Daerah TK II Bekasi Nomer: 451.i/SK.394A/Kesra tertanggal 10 Juli 1990 mengenai Pembentukan Panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten daerah Tingkat II Bekasi.

Surat Ketetapan Bupati itu berisi dua perihal inti, yakni: Pertama, tentang formasi panitia Pelaksana Pembangunan dengan terpadu. Ke-2, tentang dasar Pelaksana Pembangunan Islamic Centre Bekasi.

Kepanitiaan terbagi dalam Pelindung, Penasehat, Pengurus Harian serta Pengurus Pleno. Pelindung terbagi dalam beberapa petinggi teras pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sedang penasehat di isi oleh tidak hanya beberapa petinggi, pun menyertakan ulama serta beberapa pemuka penduduk.

Formasi Pengurus harian serta Pengurus Pleno pun adalah kombinasi unsur aparat pemerintah, ulama serta pemuka penduduk. Duduk menjadi Ketua Umum Harian, H. Roesmin (Ketua DPRD), Ketua I dijabat oleh Drs. H. Dede Satibi (Sekwilda), Ketua II dipercayakan pada H.. Saady Muchsin (tokoh penduduk), Ketua III dipegang oleh dr. H. SubkiAbdul Kadir (Cendekiawan/Ulama) serta Ketua IV H. Abdul Manan (Ketua DPD Golkar).

Cost Pembangunan Islamic Center Kota Bekasi

Arsitektur Masjid Islamic Center Bekasi

Di salah satunya diktum SK Bupati Tanggal 10 Juli 1990 itu dimaksud jika, “Segala cost yang disebabkan oleh penentuan surat ketetapan ini ditanggung pada usaha swadaya panitia serta pertolongan dari APBD Tingkat II Bekasi.”

Dalam Dasar Penerapan Pembangunan, digariskan juga panduan pentahapan penerapan serta pengawasannya yang mencakup pertama, Tingkatan Pembangunan yang terbagi dalam bangunan Auditorium, Kantor Pengelola, Perpustakaan, Mesjid, Bangunan Asrama, Bangunan selasar serta Plaza dan lapangan parkir. Ke-2, Penerapan Pembangunan tidak hanya dipantau Direktur Tehnis pun dikerjakan pengawasan berkala oleh Konsultan Perencana PT. Arsy Wastuady.

Penentuan Tempat Islamic Center Kota Bekasi

Berdasar pada peninjauan serta bahasan panitia yang di pimpin oleh Drs. H. Dede Satibi (saat itu Sekwilda Bekasi, saat ini Bupati Garut), H. Roesmin serta H. Saady Muchin, tempat di mana Islamic Centre berdiri saat ini ialah tempat sangat pas.

Tempat seluas 3,6 hektar tempat Islamic Centre Bekasi yang sekarang berdiri dahulunya adalah rawa rawa yang mempunyai kedalaman sampai empat mtr.. Tempat itu adalah tanah Hak Pengelola/beberapa dari sertifikat HPL No.I/Marga jaya atas nama PERUM PERUMNAS dengan surat izin pemakaian tanah No. 593.3/1898/Perkot.

Atas basic perizinan pemakaian tanah yang ditertibkan Pemerintah Daerah, jadi dibuatlah Site Rencana Islamic Centre Bekasi dengan penandatanganan Ketua Panitia serta beberapa petinggi Kepala Dinas PUK Kab.

Bekasi yang saat itu dijabat Bambang Supardi, Kabag Pemerintah Umum DT II Bekasi Drs. S. Sihotang, kabag Kesra DT II Bekasi (H.M. Syaiin Sahid), Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi (Ir. Widiana Ces), didapati Ketua Bappeda TK II Bekasi yang saat itu dijabat oleh Drs H. Nonon Sonthanie (sekarang ini Wali Kota Bekasi) serta di setujui Bupati Daerah Tingkat II Bekasi (H. Suko Martono).

Bertindak selaku Konsultan Rencana PT. ARSYWASTUADY pimpinan Ir. Winarto yang sebagai Pengawas Berkala. Penerapan pembangunannya dipantau Direktur Tehnis. Pelaksana pembangunan fisik gedung dikerjakan oleh PT. Sadari Putra pimpinan Ir. Winarto dengan pelaksana hariannya Tjetjep Kadaruddin. Spesial tentang pembangunan mesjid Nurul Islam, Realisasinya diatasi oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila.

Masjid Schwetzingen – Kontraktor Kubah Asia Tenggara

Kubah Bulat Masjid Schwetzingen

Jika anda berpikir bangunan megah ini ialah satu istana, anda salah !. Ini ialah satu masjid yang letak nya memang ada di dalam komplek istana Schwetzingen, Istana Jerman di waktu kemarin. Sayangnya masjid tua, megah, indah serta elegan ini sekarang tak akan digunakan menjadi masjid.

Pemerintah ditempat mengubah jadi tidak lebih dari satu musium masjid dari waktu lantas, menjadi bangunan bersejarah serta tempat wisata, seperti dalam bangunan yang lain yang ada di kompleks Istana Schwetzingen. Terkecuali hari Senin, bangunan Masjid Schwetzingen terbuka buat kunjungan penduduk umum.

Masjid Schwetzingen

Kehadiran bangunan masjid di di Kota Schwetzingen, Jerman telah ada semenjak akhir era ke-18. Adalah masjid pertama yang dibuat di Jerman. Pada 1740, Raja Frederick II, pemegang kekaisaran Roma serta Raja Yerusalem serta Sicilia berkata, ”Semua agama ialah sama serta baik, bila beberapa orang yang memeluknya jujur, apabila Turki hadir kemari serta ingin tinggal di negara ini, jadi kita akan dirikan buat mereka masjid-masjid.”

Masjid pertama di Jerman ini cukuplah unik, mengingat tempat pembangunannya yang ada di dalam kompleks Istana Schwetzingen. Konon masjid Schwetzingen dibuat untuk menghargai toleransi. Tapi banyak rumor riwayat yang tersebar di kelompok penduduk Schwetzingen mengatakan jika masjid ini menyengaja dibuat menjadi hadiah buat salah satunya istri raja yang datang dari Turki serta beragama Islam. Rumor lainnya yang berkembang luas di dalam penduduk ialah jika salah satunya bangsawan yang hidup di sini pada saat itu ada yang Muslim.

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Masjid Schwetzingen adalah bangunan paling besar pertama yang memprioritaskan style arsitektur oriental dalam suatu negeri berbahasa Jerman. Pigage (sang arsitek) menyatukan komponen-komponen dari arsitektur Islam Moor dengan eksotisme dari kisah-kisah dongeng Seribu Satu Malam.

Tidak cuma hanya itu. Oleh sang arsitek, Masjid Schwetzingen pun didesain serta dibuat dengan memakai ide taman. Karena itu masjid ini jadi masjid taman pertama yang dibuat pada era ke-18, serta sampai sekarang masih tetap berdiri megah di lokasi Eropa. Taman yang ada di sekitar bangunan masjid mengambil ide taman-taman di Turki.

Pesona arsitektur Timur dengan jelas bisa diamankan pada saat pengunjung lihat sisi luar dari bangunan Masjid Schwetzingen. Dampak arsitektur Timur ini makin terlihat jelas, waktu masuk sisi tengah masjid, yang berupa kubah bulat, yang diapit oleh ruangan-ruangan berupa persegi. Style oriental pun terlihat kental pada interior masjid, dengan pemakaian mosaik marmer pada lantai di ruangan sisi tengah.

Masjid Putra – Pembuat Kubah Masjid

Masjid Putra

Satu lagi masjid megah yang ada di pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya. Yaitu Majid Putra. Majid Putra cuma terpisah kurang lebih 2,2 km. dari Masjid Besi / Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Sama dengan masjid Besi, Masjid Putra ini pula dibuat buat pegawai pemerintah, pegawai kantor perwakilan negara teman dekat di Putrajaya, duta besar serta korp diplomatik dan penduduk muslim yang tinggal tidak jauh dari tempat itu.

Masjid Putrajaya

Masjid megah ini adalah salah satunya sarana yang disiapkan oleh pemerintah federal Malaysia buat kota pusat pemerintahan baru Malaysia di Putrajya, serta tentunya jadi salah satunya simbol dari sederetan gedung gedung indah di Putrajaya. Nama Masjid Putra diambil dari nama Bekas Perdana Menteri Malaysia pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj, adalah satu bentuk penghormatan rakyat serta pemerintah Malaysia pada beliau.

Sama dengan Masjid Besi / Tuanku Mizan Zainal Abidin, Masjid Putra pun ada di tepian danau bikinan yang dibuat melingkari Putrajaya. Membuat terlihat seperti masjid terapung jika disaksikan dari terlalu jauh seberang danau.

Riwayat Pembangunan Masjid Putra, Putrajaya

Kebijaksanaan pemerintah Malaysia yang jadikan Islam menjadi agama sah negara, jadikan ciri ciri serta lambang simbol Islam demikian kental di negeri tetangga yang satu ini. Lumrah jika saat pemerintah Malaysia akan memutuskan mengalihkan ibukota pemerintahan federal, dua masjid megah juga dibuat di lokasi pemerintahan baru itu.

Masjid putra mulai dibuat pada bulan Juni 1997, saat tuntas ditangani, dua tahun lalu diserahterimakan pada JAKIM pada tanggal 1 September 1999, untuk mengangani pengendalian Masjid itu. Masjid Putra didesain oleh Y. Bhg. Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood dari Himpunan Senireka Sdn. Bhd. Pembangunan masjid ini habiskan cost sebesar RM 250 juta (dua ratus lima puluh juta Ringgit Malaysia) sedang cost perawatannya habiskan dana RM 100 ribu Ringgit Malaysia.

Kubah Masjid Putrajaya

Masjid putra dibuat dengan menggabungkan arsitektur timur tengah serta arsitektur tradisionil Melayu dibuat di dengan luas sampai seluas 1.37 hektar, dihitung sejak dari pintu masuk penting masjid sampai bangunan masjid nya sendiri. Bangunan masjid ini demikian indah. Dilihat dari terlalu jauh terlihat jelas masjid dengan arsitektural masjid universal komplet dengan kubah serta menara yang terpisah dari bangunan penting masjid. oranmen memiliki nuansa melayu hiasi eksterior ataupun interior masjid ini.

Ruangan sholat penting Masjid Putra berciri minimalis serta menarik, luas serta tiada sekat benar-benar. Bangunan masjid didukung 12 tiang penting. Ruangan sholat penting ini ada di lantai G serta dapat menyimpan 8000 jemaah lelaki sedang jemaah wanita diletakkan di ruangan sholat lantai 1 dengan kemampuan 2000 jemaah.

Produsen Kubah Masjid – Pembuat Kubah Masjid

KUBAH PANEL ENAMEL

Rangka Kubah Masjid

• Menggunakan Rangka utama Pipa Galvanis yang memiliki ukuran 1- 3 inc. (menyesuaikan ukuran besar-kecilnya kubah)

• Rangka pendukung menggunakan Hollow 2 x 4 mm dengan tebal 1 mm


Atap Kubah Masjid

Untuk atap kubah kami terbuat dari plat besi SPCC SD 0,9 s/d 1.2 mm (Speck Enamel Grade).


Plafon Kubah Masjid – Produsen Kubah Masjid

• Menggunakan Kalsibord 3 mm dilengkapi dengan water proofing membran thorcing system setebal 3 mm yang membuat kubah aman saat hujan, air tidak bisa masuk.

• Bagian bawah kalsibord dicat tembok untuk mempercantik tampilan bagian dalam kubah agar lebih menarik, dengan finishing standart motif awan

• Untuk rangkanya sendiri menggunakan pipa medium 1,25 inc. dan besi hollow 2 x 4


Pengecatan Kubah/Coating Kubah Masjid

Kubah masjid kami Melalui 3 (tiga) tahap pewarnaan/Coating:

1. Yang pertama yaitu pewarnaan dasar (Pewarnaan dengan menggunakan pemanasan yang sangat tinggi di dalam Oven dengan suhu mencapai 790° C )

2. Selanjutnya pewarnaan pokok (Dengan menggunakan suhu yang lebih panas lagi yaitu sekitar 800° s/d 810°C)

3. Terakhir pewarnaan finishing ( Dengan menggunakan suhu 830° )


Accesories Kubah Masjid – Pembuat Kubah Masjid

Untuk aksesoris kami menambahkan Makara yaitu hiasan ujung kubah bagian luar ber bahan stainless steel dengan ukuran 0,4-0,5 dilengkapi penangkal petir.

KUBAH PANEL GALVALUME POWDER COATING (PGPC)

Rangka Kubah Masjid

• Rangka utama menggunakan Pipa Galvanis yang memiliki ukuran 1 sampai dengan 3 inc

• Rangka pendukung menggunakan pipa Hollow 2 x 4 mm tebal 1 mm.


Atap Kubah Masjid (Kontraktor Kubah Masjid)

Bahan atap kubah terbuat dari plat Zyncalume 0,4 mm sd 0,5 mm


Plafond Kubah Masjid

• Menggunakan board 3 mm dengan dilengkapi water proofing membran thorcing system setebal 3 mm yang membuat kubah aman saat hujan, air tidak bisa masuk.

• Bagian bawah board dicat untuk mempercantik tampilan bagian dalam kubah masjid.

• Untuk rangkanya sendiri menggunakan pipa air medium 1,25 inc. dan besi hollow 2 x 4 dan 4×4 finishing cat


Pewarnaan/Coating Panel Kubah Masjid

• Powder Coating Zingcalume Panel ( PCZP ) , Dengan 2 ( Dua ) tahap Coating :

• Tahap 1 Pewarnaan dasar (Oven dengan suhu 220° C)

• Tahap 2 Pewarnaan finishing → Dengan temperatur 250° C


Accesories Kubah Masjid

Makara hiasan ujung kubah bagian luar ber bahan stainless steel 0,4-0,5 dilengkapi penangkal petir.


KUBAH MASJID PANEL GALVALUME DUCO COATING (PGDC)

Harga Kubah Madinah

Rangka Kubah Masjid Galvalum

• Rangka primer Pipa Galvanis dengan ukuran 1 sampai 3 inc. (menyesuaikan ukuran kubah) • Rangka pendukung pipa Hollow 2 x 4 mm dengan tebal 1 mm.


Atap Kubah Masjid

Bahan terbuat dari plat Zyncalume/ Galvalume dengan ketebalan 0,4 – 0,5 mm


Plafond Kubah Masjid

• Kalsibord 3 mm dengan water proofing membran thorcing system setebal 3 mm yang membuat kubah aman saat hujan, air tidak bisa masuk, sehingga kubah masjid bisa tahan lama.

• Bagian bawah kalsibord dicat untuk mempercantik tampilan bagian dalam kubah masjid.

• Rangka menggunakan pipa air medium B. 1,25 inc. dan besi hollow 4 x 4 finishing cat


Coating Kubah Masjid

• Lapisan kubah menggunakan cat duco dengan tiga proses pewarnaan

• Cat Dasar (Epoxy Nippon Paint/ Propan)

• Cat Warna pokok (danaglos)

• Pelapis anti gores (Sikkens), sehingga panel kubah tampak lebih mengkilap dan tahan lama Proses coating cat menggunakan oven dengan pemanasan 60 sd 100 derajat celsius


Accesories Kubah Masjid

Makara hiasan ujung kubah bagian luar ber bahan stainless steel 0,4-0,5 dilengkapi penangkal petir.

Gambaran Dudukan Kubah Masjid

Sebelum membuat kubah masjid, tentukan dahulu luasan diameter pada dudukan masjid, dengan begitu kubah masjid yang dibuat akan menumpang pada dudukan dan rawan terjadi kubah masjid masuk didalam dudukan.

Standart Dudukan Kubah Masjid

PRODUK AKSESORIS PEMBUAT KUBAH MASJID

1. Kaligrafi

Kaligrafi digunakan untuk finishing plafon kubah masjid, dinding masjid maupun mihrob masjid


2. Pintu Replika Nabawi

Menggunakan bahan kayu jati kwalitas super, dilapisi dengan aksesoris kuningan


3. Jam Sholat Digital

Ada 2 model jam sholat digital yang kami produksi, menggunakan modul LED dan menggunakan modul seven segment atau perpaduan diantara keduanya. Dengan berbagai ukuran sesuai permintaan

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin – Kontraktor Kubah Trenggalek

Masjid Besi, Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin

Putrajaya ialah kota mandiri baru yang dibuat oleh pemerintah Malaysia menjadi lokasi pusat pemerintahan federal Malaysia yang baru, menukar pusat pemerintahan yang sampai kini ada di pusat kota Kuala Lumpur. Kebijaksanaan itu jadikan Malaysia menjadi satu diantara dikit negara yang mencatakan diri dalam sejarahnya menjadi negara yang mengalihkan pusat pemerintahannya.

masjid sultan mizan zainal abidin

Sebelum Malaysia telah ada banyak negara yang mengalihkan Ibukota pemerintahan negaranya sebab beberapa fakta, dari mulai Amerika Serikat yang mengalihkan Ibukota pemerintahannya dari New York ke Washington DC, Rio Jeneiro ke Brazilia di Brazil, Kyoto ke Tokyo di Jepang, Bonn ke Berlin di Jerman, Kandahar ke Kabul di Afganistan. Serta beberapa negara lainnya nya.
Saat mengalihkan ibukota pemerintahan dari Pusat kota Kuala Lumpur ke Kota baru Putrajaya, tidak hanya bangun gedung gedung pemerintahan, pemerintah Malaysia pun bangun dua masjid megah di lokasi kota baru itu. Dua masjid yang cuma terpisah kurang lebih dua km. dalam lokasi yang sama. Yaitu Masjid Putera serta Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin atau yang biasa diketahui menjadi Masjid Besi.

Terlatih dimaksud Masjid Besi, sebab sejumlah besar material yang digunakan untuk pembangunan Masjid Tuanku Mizan ini memakai besi dari beberapa type serta aplikasi, dari mulai material untuk konstruksi sampai material yang digunakan untuk ornament untuk mempercantik interior serta eskterior bangunan masjid ini memakai besi menjadi material penting.

Tempat Kubah Masjid Besi, Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin.

Masjid Besi atau Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin ada di Presint 3, Putrajaya, Malaysia. Letaknya yang ada ditepian danau bikinan yang menyengaja dibuat mengelilingi lokasi Putrajaya, mendatangkan keindahan sendiri jika disaksikan dari seberang atau dari lokasi danau.

Refleksi bangunan masjid pada siang hari atau refleksi lampu lampu masjid saat malam hari yang terpantul di permukaan danau mendatangkan keindahan sendiri. Serta dari terlalu jauh masjid ini seakan-akan terapung diatas air danau.

masjid sultan mizan kubah masjid enamel

Riwayat Pembangunan Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin

Masjid besi muali dibuat semenjak bulan April 2004 serta tuntas keseluruhannya pada bulan Agustus 2009. Pembukaan Masjid besi dikerjakan di hari Jumat, malam Awal Ramadan 1430H. Masjid dibuat untuk dapat menyimpan seputar 24,000 jemaah sekaligus juga yang terbagi dalam masyarakat serta pegawai pemerintah disputar lokasi Presint 2, 3, 4 serta 18.

Luas Masjid besi ini kurang lebih 2x lipat jika dibanding dengan Masjid Putra, yang terdapat kurang lebih 2.2 km ke utara, serta masjid besi atau Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin telah jadi salah satunya pemberi tanda baru buat kota baru Putrajaya.

Gratis Konsultasi 08122229385